
Sesuai yang telah di rencanakan, malam itu Andra mendatangi rumah Siti.
Dia harus menjemput Siti untuk melancarkan rencananya.
Sebenarnya Andra meminta teman teman nya yang menjemput Siti. Namun, tidak ada di antara keempat teman nya yang mau pergi ke rumah Siti.
Mereka semua takut pada ibu Dewi.
"Kamu kan keponakan nya, dia tidak akan marah pada mu."
Begitulah mereka katakan pada Andra, sehingga Andra tidak memiliki pilihan lain.
Tuk!! Tuk!!
"Assalamualaikum"
Tuk Tuk
Dua kali ketuk, akhirnya pintu rumah Siti terbuka. Kebetulan Siti yang membukakan pintu.
"Waalaikumsalam, eh Andra. Ada apa?"tanya Siti malu malu, dia memperbaiki anak rambut nya yang berantakan, agar terlihat rapi dan cantik di depan Andra.
"Hm..Siti, aku mau bawa kamu ke suatu tempat" ucap Andra to the point.
"Ke suatu tempat? sekarang?" gumam Siti terkejut sekaligus senang.
"Iya Siti, ada sesuatu yang harus di bicarakan pada mu" ucap Andra lagi, membuat Siti semakin senang.
"Eh Andra, ayo masuk. kenapa hanya di luar saja?" ajak Dewi ketika melihat Andra berdiri di depan pintu.
Andra tersenyum tipis, "tidak papa bi, aku lagi ada perlu sama Siti"
"Perlu apa, kenapa bicara nya di depan pintu. Ayo masuk saja" kata Dewi lagi.
"Iya Ndra, masuk aja" sahut Siti.
"Tidak Siti, bi, acaranya segera di mulai, jadi kita harus cepat" ujar Andra.
"Acara apa memangnya Andra? kamu mau ajak Siti pergi ke acara?"
Siti tersenyum, menahan gejolak bahagia di hati nya. Namun, dia tidak bisa memperlihatkan semua itu di depan Andra, apalagi di depan ibu nya.
"Iya bi, anak anak buat acara kecil. Jadi aku di suruh jemput Siti" jelas Andra.
Dewi mengangguk, lalu memberikan ijin untuk Andra membawa putrinya.
"Yasudah, pergilah. tapi jangan kemalaman pulangnya" peringat Dewi.
"Iya bi, tidak akan terlalu malam" ucap Andra.
"Yuk Siti" ajak Andra.
__ADS_1
Siti pun mengangguk cepat, dia meraih tangan ibu nya, kemudian pamit pergi bersama Andra.
"Siti pergi dulu ya Bu"
"Pamit dulu bi" ujar Andra.
"Iya, hati hati" balas Dewi.
Andra dan Dewi berjalan beriringan, mereka sama sama terdiam. Sesekali Siti melirik pada Andra di tengah gelapnya malam.
Hanya ada pancaran cahaya dari lampu teras rumah warga yang menyirani jalanan.
Keheningan membuat Siti merasa bosan, dia berusaha agar langkah nya dan Andra tetap seimbang.
"Andra, memangnya ada acara apa?" tanya Siti memberanikan diri untuk memecahkan keheningan.
"Nanti kamu akan tahu Siti" jawab Andra tanpa menoleh.
Mendengar jawaban Andra, membuat jantung Siti berdetak cepat. Dia berpikir jika Andra tengah membuat kejutan untuk dirinya.
Kejutan apa yang Andra siapkan untuk ku? apakah ini acara Andra menembak ku? Akkk....Kalau iya aku senang sekali.
Sepanjang perjalanan, mereka hanya diam saja. Siti sibuk dengan rasa bahagianya yang tidak pasti. sejak tadi, senyum manisnya tidak pernah pudar.
Siti melihat kemana arah mereka pergi. Dia tersenyum semakin lebar saat melihat ada beberapa lilin di tepi sungai.
Yah, mereka saat ini ada di tepi sungai. Terlihat juga di sana ada teman teman Andra.
Seli.
Dahi Siti mengerut di kegelapan malam, sehingga Andra dan teman teman nya tidak dapat melihatnya.
"Siti!"panggil Seli tersenyum manis.
"Kamu kok ada di sini?" tanya Siti terkejut. Dari nada suaranya, mereka sudah dapat menebaknya jika Siti tidak suka dengan keberadaan Seli di sana.
"Siti, kami menyiapkan semuanya. Kami ingin membuat kamu dan Seli kembali berbaikan" ujar Cakra.
Seli tersenyum, membuat Siti semakin tidak suka pada Seli. Apalagi melihat Andra berdiri di samping Seli.
"Kenapa harus berbaikan, bukan kah kita baik baik saja Seli?" tanya Siti. Dia berjalan mendekati Seli, meraih tangan Seli dan menggenggamnya erat.
"Untuk apa acara pertemuan, aku dan Seli tidak berantem" ujarnya.
Seli membalas genggaman tangan Siti, dia tersenyum senang dan sedikit malu.
"Aku lupa mengatakan pada Andra, jika kita sudah baik baik saja. Siti, melihat kamu tidak enak pada ku, membuat hati ku sakit. Makanya aku meminta bantuan Andra, agar kita bisa berbicara" ungkap Seli.
Oh, jadi kamu menemui Andra di belakang ku? waw Seli, kamu semakin membuat aku membenci mu.
"Oh begitu, tidak masalah. Kita bisa nongkrong bersama di sini" kata Siti, dia masih bersikap seperti biasanya.
__ADS_1
"Ide bagus, aku juga sudah membawakan jagung dan ubi kayu" sahut Kamil.
"Wahh seperti nya kamu baru selesai panen Kamil" Aryo.
Kamil hanya tersenyum sambil bergidik bahu. Kemudian meminta teman teman nya untuk menyalakan api.
Suasana malam itu sangat panas, sepanas hati Siti melihat Andra berdekatan dengan Seli.
Angin berhembus sepoi-sepoi, berasa seperti mereka berada di tepi pantai, padahal mereka berada di tepi sungai.
"Wahh...Malam ini kita akan makan jagung, bukan makan ayam" ujar Budi di akhiri dengan kekehan nya.
Bug.
Cakra menghadiahkan Budi sebuah sendal milik nya yang dia lempar kuat.
"Ahaha..Sorry sorry..." sahut Budi.
Andra ikut terkekeh melihat tingkah Cakra dan Budi. Pria itu duduk di samping Seli, membantu Seli memilih ubi dan juga jagung.
"Ini lebih bagus Seli" ucap menunjuk jangan yang panjang dan memiliki isi padat.
Seli mengambilnya, dia mengelupaskan sedikit kulit jagung itu, untuk melihat isi nya.
"Wah, kamu benar. Ini isinya jauh lebih banyak!" decak kagum Seli.
Tak jauh dari mereka, Siti memperhatikan pergerakan keduanya dengan ekspresi yang sulit di artikan.
Bahkan Kamil yang juga sedang memperhatikan Siti, tidak bisa membaca arti dari tatapan wanita itu.
"Siti, apa kamu sedang menghidupkan api. Atau sedang melihat orang pacaran?" goda Kamil.
"Huh?" Siti tertegun, dia mengalihkan pandangan nya pada Kamil.
"Maksud kamu apa Kamil? Seli dan Andra berpacaran?" tanya Siti menyelidik.
Kamil tersenyum jahil," Kepo yah...."
Siti mencebik, bukan nya menjawab Kamil malah membuat dirinya semakin kesal.
Apa mungkin Andra dan Seli sudah berpacaran? lalu bagaimana dengan Alex?.
"Eh, melamun lagi ni cewe" ujar Kamil menyenggol lengan Siti.
"Ih apaan sih Kamil, siapa yang melamun!" sangkal Siti. Dia kembali sibuk mengipas kipas kayu yang hampir menjadi bara.
Seperti nya Siti benar benar menyukai Andra. Hm..Bisa bahaya ni, bisa bisa hubungan Siti dan Seli benar benar hancur.
Kamil melirik Andra dan Seli, mereka terlihat semakin dekat. Kemudian, Kamil melirik pada Siti.
Wanita itu terlihat seperti menahan amarah, dia terlihat curi pandang kearah Andra dan Seli. Membuat Kamil semakin yakin, jika Siti sedang cemburu.
__ADS_1
Wah, Andra harus tahu ni. Jangan sampai Siti semakin larut dalam kebencian.