Jodoh Andra

Jodoh Andra
Permintaan Seli


__ADS_3

3 hari merawat nenek nya di rumah sakit. Akhirnya nenek Luna sudah di perbolehkan untuk pulang.


Tentu nya Luna merasa sangat senang. 2 hari lagi dia dan kedua orang tuanya akan pulang ke kota.


Sebelum pulang, Luna menyempatkan diri pergi ke kampung mama nya. Dia menaiki sepeda seperti biasanya.


Saat di persimpangan, Luna bertemu dengan seorang gadis seusianya.


"Eh Luna, kamu Luna kan?" tanya gadis itu memastikan.


Luna yang tidak mengenalinya hanya mengangguk saja. Dia cukup terkejut gadis ini memanggil dirinya.


"Ada apa ?" Tanya Luna dengan nada biasa saja.


"Gak apa apa, Aku Seli. Aku mau tanya sama kamu. Kamu kenal Andra?"


Deg.


Nama yang beberapa bulan ini sangat Luna hindari, kembali terdengar di telinganya. Wajah Luna mendadak berubah menjadi bete.


"Aku tidak tahu, tanya yang lain saja!" ketus Luna sembari mengayuh sepeda nya lagi. Meninggalkan Seli yang terheran melihat sikap nya.


"Eee Orang nanya juga, malah main pergi gitu aja. Dasar orang kota sombong!" Cibir Seli menendang batu sebagai pelampiasan kekesalan nya.


"Huh, kenapa sih dia harus bertanya soal Andra. Aku kan jadi kesal, gak ada yang lain apa!" Gerutunya sembari mengayuh sepeda sedikit lebih cepat.


Luna saat ini berada di kampung halaman Andra. Mama Luna merupakan orang kampung ini, sedangkan ayahnya orang kampung sebelah.


Setelah tiba di rumah nenek nya, Luna memutuskan untuk berlama lama di sana. Dia tidak mau bertemu dengan gadis itu lagi.


***


Seli tiba di rumah nya,dia merasa sangat kesal dengan keadaan ini. Hati nya semakin hancur melihat Siti dan Alex yang akan melangsungkan pernikahan. Sedangkan dirinya hanya di jadikan bahan olok olokan orang kampung.


Bahkan Seli tak jarang di ledek dan di lecehkan. Walaupun masih batas wajar, namun cukup menghina hatinya.


Pernah suatu hari, teman Alex datang dan menyatakan cinta kepdanya dengan menggunakan motor bagus. Tentunya Seli tersenyum manis. Dia menerima pria itu, mereka pun berpacaran.


Dengan seenaknya pria itu mencium dan menaikkan nafsu besar yang Seli miliki. Setelah mencium dan ***** ***** dirinya. Teman Alex langsung memutuskan dirinya.


Terasa terhina dan ingin mati saja. Seli benar benar frustasi. Ibu nya terlihat acuh, dan dia sedang mencarikan putrinya pria kaya untuk di nikahkan pada Seli.

__ADS_1


Sungguh, Seli merasa hidupnya tidak ada arti. Sekarang barulah dia sadar, kesalahan nya di awal dulu. Melihat harta dan melupakan cinta.


Seli memang mencintai Andra, tapi dia juga tidak bisa hidup susah bersama Andra. Karena itulah dia tidak bisa menerima cinta Andra dan memilih menerima cinta Alex.


Pada akhirnya, harta membuat dirinya sengsara.


"Harta dapat di cari, cinta dan ketulusan kasih sayang sangat susah untuk di dapat" kata yang pernah Seli dengar dari mulut Siti. Gadis yang dulunya menjadi sahabat nya. Kini mereka tidak berteman lagi.


Seli berlari menghampiri ibu nya dengan linangan air mata.


"Ibu!" Panggil nya.


Gea terkejut, dia yang sedang menonton tv tiba-tiba di teriaki oleh putrinya.


"Ih Seli, kamu apa apaan sih. Teriak kaya di hutan aja. Ibu lagi nonton ni", omel Gea.


Seli tidak perduli, dia mengambil remote tv, kemudian menekan tombol off.


"Seli!" Marah Gea. Dia segera bangkit dan menatap marah pada putrinya.


"Ibu, aku sudah tidak tahan hidup dalam hinaan seperti ini. Aku sudah tidak kuat!"teriak Seli frustasi.


Seli menggeleng, ibu nya salah. Dia tidak hidup penuh ke bahagian dengan harta ini. Dia malah semakin sengsara.


"Tidak Bu, aku sama sekali merasa tidak enak! Aku tidak mendapatkan cinta yang aku mau! Tidak ada!"


Plak!


Satu tamparan melayang ke wajah Seli, membuat gadis itu terdiam seribu bahasa. Satu tangan nya menyentuh pipi nya yang terasa memanas.


"Kamu sejak kapan berani bentak ibu? Sejak kapan huh? "


"Apa kamu sudah merasa hebat? Mereka berkuasa dan bisa memberikan ibu yang telah melahirkan kamu!" Ucap Gea tertahan.


"Tapi Bu...Aku tidak mau hidup begini. Mereka semua merendahkan aku, mereka menghina aku" seketika itu tangis Seli pun pecah.


"Terus kamu mau apa? " tanya Gea mulai kehabisan kesabaran.


"Aku mau merantau, mencari Andra. Hanya dia yang aku mau!" Lirih Seli penuh harap.


Gea terdiam sejenak, dia sudah tahu bagaimana kondisi Andra sekarang. Semua orang satu kampung menceritakan tentang kesuksesan anak Dewi. Meskipun tidak ada yang tahu di mana dia tinggal, tetap saja semua orang membincangkan nya.

__ADS_1


"Baiklah, kamu boleh merantau kemana pun yang kamu mau. Tapi ingat, 1 tahun tidak bertemu dengan Andra. Kamu harus menerima perjodohan yang telah ibu atur"


Sungguh kepalang, Seli merasa sangat bahagia. Akhirnya dia terbebas juga. Dia akan mencari Andra dan akan membujuk pria itu untuk menikahinya. Jalan kotor pun dia tidak akan peduli.


Seli memeluk ibu nya, mengucapkan kata kata terimakasih karena telah memberinya kesempatan.


"Terimakasih Bu, Seli akan jaga kepercayaan ibu. Seli akan melakukan apapun untuk ibu, jika Seli tidak berhasil menemukan Andra dalam satu tahun" ucap seli berjanji.


Gea lun membalas nya dengan senyum manis.


"Mau Andra atau pria yang akan ibu jodohkan pada mu sama saja.meewka sama sama sukses" batin nya girang.


***


Andra duduk di depan kos, dia menatap ke langit malam. Sudah satu Minggu dia tidak melihat Luna.


Ada yang lain, Andra merasa sesak setiap kali mengingat wajah cantik Luna.


Selama satu Minggu ini tidak melihatnya, Andra semakin menyadari jika dia menyukai gadis itu.


"Apa benar ini cinta?" Gumam Andra bertanya pada dirinya sendiri.


Hari ini adalah hari Minggu, di mana isi kos benar benar sepi. Hanya ada Fardan yang menghuni nya ketika akhirnya pekan.


"Sepi" pikir Andra. Dia celingak celinguk melihat ke sekitar nya. Benar benar sepi tidak ada orang.


"lihat siapa kamu, celingak celinguk kaya orang bodoh" ujar Fardan yang baru saja keluar dari dalam kos nya menatap datar Andra.


"Cih. kaya gak tahu aja teman nya seperti apa" cibir Andra membalas ucapan Fardan.


Huh kenapa sih kita sama sama galau. cewe yang aku taksir gak datang datang. sedangkan Andra, kekasihnya pergi secara mendadak


Malam itu, Andra dan Fardan berdiskusi tentang kehidupan dan takdir mereka yang hampir sama.


"Gimana sih Fardan, katanya mau nembak cewek itu",


Fyuu..


Fardan menghela nafas berat. entah kemana gadis yang biasa nya minum di cafe nya.


"Semua cewe gak sama, namun ada yang membedakan mereka." gumam Fardan sembari mengelap sudut matanya.

__ADS_1


__ADS_2