
Dewi dan Malik, menyuruh putranya untuk berpamitan kepada paman dan bibi nya. Meminta doa restu agar dia selamat dan berjaya di kota nanti.
Sekarang Dia pergi ke rumah Siti, dia harus berpamitan dengan ibu dan ayah Siti.Maria termasuk kerabat yang lumayan dekat dengan ibu Andra.
"Assalamualaikum"
Pintu rumah Siti terbuka, namun terlihat sangat sepi.
"Apa merek tidak di rumah?"pikirnya.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam, eh Andra" Maria membetulkan simpul rambutnya. Kemudian menyuruh Andra masuk ke dalam.
"Ayo masuk"
Andra pun masuk ke dalam rumah, dia duduk di dekat Maria.
"Ada apa nak, tumben siang bolong datang?"
Andra tersenyum, dia mengatakan niatnya datang ke rumah bibi nya.
"Begini bi, andra datang ke sini. Untuk berpamitan dan meminta doa restu." ucap Andra.
Maria terlihat terkejut, "Doa restua? Kamu mau nikah?"
"Ah bukan bibi, rencana besok aku akan berangkat ke kota. Mencoba mengadu nasib, siapa tahu di sana jalan nya"
"Wah bagus itu nak, bibi setuju itu. Merenung di kampung juga tidak akan merubah nasib. Apalagi hanya menunggu pekerjaan yang tidak pasti"
"Iya bi, makanya Andra ingin mencoba pergi ke kota" balas Andra.
Dari balik pintu kamar nya, Siti merasa tidak senang mendengar Andra dan ibu nya. Meskiydia sudah menyerah, tapi Siti juga tidak mau jauh dari Andra.
Siti menangis dalam diam, hati nya terasa sangat sakit mendengar nya.
"Ya sudah bi, Andra mau pamit dulu. Mau ke rumah paman yang lain. Hem...Sampaikan salam ku pada paman yah bi" ucap Andra berpamitan.
"Hati hati yah nak,bibi doakan kamu sukses di sana.Dan...Ini, bibi ada sedikit uang. Buat nambah nambahi pegangan kamu"
Maria mengulurkan beberapa uang tukaran 50 yang di gulung menjadi satu.
"Gak usah bi, aku ada uang kok" tolak Andra.
"Sudah, ambil saja. Gak papa kok."ucap Maria memaksa Andra untuk menerimanya.
Dengan terpaksa Andra menerima uang itu, dia berterimakasih dan berlalu pergi.
"Makasih yah bi, kalau begitu Andra pamit dulu"
"Iya, hati hati yah sayang"
Andra mengangguk, dia berlalu dari rumah Siti. Kemudian dia pergi ke rumah paman paman nya yang lain.
__ADS_1
Bersyukur, karena ayah Andra sangat baik kepada sanak saudaranya. Setiap rumah yang Andra datangi, rata rata memberikan sedikit uang. Paling sedikit 300rb.
Setela mengunjungi semua sanak saudara, untuk meminta doa restu. Andra kembali pulang, dia harus mempersiapkan segalanya.
...----------------...
Di rumah nya, Seli termenung di depan jendela kamar. Menatap langit malam tanpa bintang menghiasi.
Wanita itu mengenakan nafas dalam, pemikiran nya berkecamuk. hidup nya seakan tidak bisa ia kuasai.
Dia tidak bisa memilih cinta nya, karena dia sama seperti ibu nya. tidak bisa hidup susah. Jika Andra setara dengan keluarga nya, mungkin Seli sudah mencampakkan Alex.
itulah kesalahan wanita itu, dia terlalu realita untuk mendapatkan kebahagiaan.
Kemarin, Seli seharian berada di kamar Alex. Pria itu menyiksa Seli dengan mempermainkan nafsu nya.
Setelah memberi Seli obat perangsang, Alex malah tidak menyentuh nya. dia membiarkan Seli mencari kenikmatan nya sendiri. membiarkan Seli menjelajah tubuhnya.
walaupun Alex masih tidak memasuki nya, tapi pria itu sudah melihat segalanya yang Seli sembunyikan.
*Mengapa hidup ku begini? mengapa aku tidak bisa hidup bahagia.
Apa karena aku tidak mau melepas Alex? jika aku melepasnya,dia tidak akan membiarkan aku begitu saja.
Semuanya telah terlambat untuk bebas. Bahkan Andra tidak mau pada ku*.
Seli meringkuk di lantai, memeluk tubuh nya sendiri. Dia mulai menyesal dengan perbuatan nya dulu. Di saat Alex mengejar nya, Seli terlihat jual mahal.
Kini, setelah pria itu mendapatkan dia. Alex mulai mempermainkan nya.
Tuk!! Tuk!!!
"Seli, ada yang mencari mu!" teriak Gea dari luar.
Seli hanya melirik nya, kemudian dengan pelan dia beranjak dari tempat nya berbaring.
Ceklek.
Seli membuka pintu,melihat Siti berdiri di depan pintu kamar nya.
"Siti.." Seli langsung memeluk sahabatnya, menumpahkan air mata yang sejak tadi dia keluarkan.
"Kamu kenapa?"tanya Siti pura pura peduli.
Seli pun membawa Siti masuk ke dalam kamar nya, lalu mengunci pintu kamar nya.
"Siti, aku sedih sekali. Alex kembali memperlakukan aku seperti budak nyam dia melecehkan aku Siti. hiks..Bantu aku, agar terlepas dari nya" adu Seli dalam tangis nya pada Siti.
Mungkin inilah karma mu Seli. Itu baru dari Alex, mungkin esok dari ku.
Siti memeluk Seli, mengusap punggung nya agar wanita itu tenang.
"Sudahlah Seli,kamu jangan nangis. semua ini tidak kan selesai jika kamu menangis begini"
__ADS_1
"Tapi aku tidak tahu harus bagaimana Siti, aku sungguh tidak tahan lagi. aku ingin bersama Andra saja" putus Seli.
"Tapi, Andra akan pergi ke kota Seli"
Deg.
Seli berhenti menangis, dia menatap Siti nanar.
"Apa yang kamu katakan Siti? Andra pergi merantau?"
Siti mengangguk, Sebenarnya dia sengaja datang ke rumah Seli untuk memberitahu itu.
"Iya Seli, tadi Andra datang ke rumah. dia pamit pada ibu ku"
"Mengapa dia pergi Siti? aku tidak ingin dia pergi"
"Aku tidak tahu Seli" jawab Siti.
"Aku tidak bisa membiarkan dia pergi Seli, aku sangat mencintai nya. Aku mohon bantu aku untuk melarang nya"
Siti menggeleng pelan, bagaimana dia bisa dia melarang Andra. sungguh gila, Siti tersenyum miring di dalam hatinya.
"Siti hiks..."
"Sabar lah Selo, mungkin jodoh mu memang Alex. Bukan Andra. Sebaiknya kamu lebih fokus dengan satu pria" ucap Siti. jika Seli melihat ekspresi wajah Siti, mungkin dia akan merasa marah.
ekspresi wajah Siti benar benar tidak mengenakan. Dia menatap jijik pada Seli, namun Siti sangat pandai menyembunyikan nya.
"Hiks...Hiks...Siti..."
Seli menangis sejadi jadi nya di dalam pelukan Siti.
Setelah menemani Seli hingga wanita itu merasa lebih baik. Barulah Siti pulang ke rumah nya.
*Lihat lah Seli, kehancuran mu akan segera tiba. Aku akan menyaksikan semuanya. Setelah kamu membuat hidup ku hancur .
Semua orang kamu sukai, semua pria yang aku sukai, kamu rebut. Kini, saat nya aku membalaskan semuanya Seli*.
Siti meninggalkan rumah Seli dengan senyum menyeringai.
...----------------...
Untuk terakhir kali nya, Andra dan teman teman nya berkumpul. Mereka menghabiskan waktu bersama.
Cakra dan Aryo langsung pulang kampung, saat mendengar kabar Andra pergi merantau.
Seperti melepas masa lajang, Andra dan teman teman nya mengadakan pesta kecil kecilan.
Mereka berkumpul di dalam kamar Andra. Makan bersama dan minum bersama.
Kami mengangkat botol minuman soda nya.
"Untuk kesuksesan kita bersama, hari ini kita akan merayakan kepergian Andra, kemudian merayakan kesuksesan kita bersama!"
__ADS_1
"amin"
"Amin" sahut mereka serempak.