Jodoh Andra

Jodoh Andra
Memikirkan masa depan


__ADS_3

Hari yang sangat melelahkan, Andra mulai merasa hidupnya terlalu monoton.


"Benar juga kata Bu Gea, jika aku terus begini. Maka nasib ku tidak akan berubah" Pikir Andra, hinaan Bu Gea mulai merasuki pikiran nya.


Jika dia terus berada di kampung, dia tidak akan pernah maju. Dia hanya bisa mendapatkan uang, ketika ada orang yang meminta pertolongan nya.


Kerja serabutan, tidak akan membuat hidupnya berubah. Dia pasti akan tetap seperti ini, akan di hina oleh orang orang.


"Humm...Apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus ke kota?"pikir nya.


Andra semakin melangkah cepat, dia saat ini berjalan menuju ke rumah nya.


"Andra!"


Pria itu pun berhenti, dia berbalik saat mendengar nama nya di panggil.


"Eh Siti, ada apa?"


Siti tersenyum, dia berjalan semakin cepat menghampiri Andra.


"Kamu mau ke mana?" tanya Siti basa basi. Di tangan nya, dia membawa rantangan nasi.


"Aku mau pulang, nongkrong di pos membuat aku bosan"balas Andra mals.


"Ohh.."


Andra menatap Siti, kemudian melirik rantangan nya.


"Kamu?" tanya Andra.


"Hmm?" Siti tersenyum, sembari menunjukkan rantangan nya.


"Aku mau ke rumah kamu, ibu menyuruh ku untuk mengantar ini pada bibi"


"Kalau begitu biar aku saja yang mengantar nya" tawar Andra.


Namun, wanita itu menolak nya. Dia ingin berlama lama bersama Andra.


"Biar aku saja, aku juga ingin menanyakan sesuatu sama bibi" ucap Siti beralasan.


Andra pun mengangguk pelan, dia tetap membawakan rantangan di tangan Siti. Agar wanita itu tidak keberatan.


"Oh yaudah, sini biar aku bawakan saja"


"Terimakasih " balas Siti, dia menunduk malu. Menahan gejolak jantung nya.


Mereka berjalan beriringan, ingin sekali Siti mengungkapkan kembali perasaan nya pada Andra. Meskipun di tahu, soal perasaan Andra pada Seli. Cerita wanita itu masih melekat di benak nya. Menyisakan luka yang sangat dalam.


"Andra, menurut mu Seli itu bagaimana?" tanya Siti tiba-tiba.


Andra sempat menoleh, kemudian tersenyum tipis.


"Dia cantik, tapi sayang. Dia memiliki singa bermulut cabe" kekeh Andra menyindir ibu Seli.

__ADS_1


"Maksud mu ibu Seli?"


"Yahh...Siapa lagi, bapak nya saja tidak berkutik padanya "ucap Andra.


Siti pun ikut tertawa, dia menikmati pembicaraan dirinya dan juga Andra. Perasaan nyaman semakin menggerogoti hati Siti.


Inilah yang dia inginkan, bisa dekat dengan Andra


"Lalu, bagaimana dengan ku?"tanya Siti. Dia menatap Andra dari samping, menantikan jawaban apa yang akan dia berikan.


"Kamu?" beo Andra.


"Hmm..Aku" sahut Siti antusias.


Andra terlihat berpikir sejenak, berpura-pura memikirkan sesuatu yang sulit.


"Cepat lah, kamu membuat aku penasaran" desak Siti .


"Kamu jelek, setiap pria yang dekat dengan mu. Pasti akan ketakutan" jawab Andra sengaja menggoda Siti.


Lihat,wajah gadis itu langsung muram. Hal itu sangat di nikmati oleh Andra.


"Jadi menurut mu aku jelek? Andra kamu sungguh jahat!" Rajuk Siti, dia melipat kedua tangan nya di depan dada.


"Ahahaha....lihat lah, kamu sangat mengerikan. Bagaimana pria berani mendekati mu" ledek Andra lagi.


"Ihh Andra, kamu menyebalkan!" Siti memukul pelan lengan Andra.


Sikapnya yang tidak pilih-pilih, membuat wanita terpikat dan ingin memiliki nya.


Setiba nya di rumah, Andra mempersilahkan Siti masuk. Dia langsung masuk ke dapur mencari ibunya.


"Assalamualaikum ibu"


"Waalaikumsalam" sahut Dewi dari dalam.


"Masuk aja, ibu di belakang" ujar Andra.


Siti mengangguk,dia mengikuti Andra ke dapur. Benar saja, ibu Andra tengah memasak di dapur.


"Eh ada Siti"


"Iya Bi, tadi ibu masak banyak, dia suruh antar ke rumah bibi" ucap Siti menunjuk rantang yang Andra pegang.


"Ini Bu, seperti nya banyak. Soalnya rantang nya berat" ujar Andra bercanda.


"Pastinya,kan padat" sahut Siti.


Mereka pun tertawa bersama, sebenarnya hal ini sudah biasa terjadi. Siti memang sering datang ke rumah Andra. Rasa nyaman bersenda gurau dengan pria itu, membuat dia merasakan cinta ini.


"Yaudah, aku ke kamar dulu yah. Kamu ngobrol saja sama ibu, aku mau tidur" ucap Andra berlalu dari dapur.


"Iya" balas Siti tersenyum manis. Dia kemudian berbicara dengan ibu Andra, mencari topik agar tetap nyaman berada di sana.

__ADS_1


Seperti Andra, ibu nya sangat open. Dia selalu membuat orang betah berbicara dengan nya.


Kasian Siti, dia pasti merasa aku memberi harapan pada nya. tapi, bukan aku yang menginginkan ini. aku hanya bersikap seperti biasanya.


Andra merebahkan tubuh nya di atas ranjang, menatap langit langit kamar nya.


apa yang harus dia lakukan selanjutnya, bagaimana dia harus menyikapi hati nya terhadap Seli.


setelah kejadian di gubuk itu, membuat perasaan Andra semakin besar pada Seli. bukan hanya cinta, tetapi juga nafsu.


Andra mulai memikirkan ucapan Kamil, dia mengatakan bahwa wanita yang cantik itu banyak. tapi wanita yang baik itu sangat sulit.


Kamu cantik Seli, tapi ibu mu membuat hidup mu murah. aku prihatin dengan mu.


Lelah memikirkan nasib nya dan juga perasaan nya. Membuat Andra tertidur lelap.


...----------------...


Terik matahari terasa membakar kulit. Hal itu membuat orang orang malas keluar rumah. Mereka akan memilih untuk tetap diam di rumah, hingga panas mulai mereda.


Namun, berbeda dengan wanita satu ini. Dia berani berpanas-panasan demi bertemu dengan Andra.


Seli mengayuh sepedanya menuju ke rumah Kamil, dia berpikir Andra berada di sana.


Namun, ternyata Andra tidak ada di sana. Hanya Budi saja yang ada di sana.


"Hei Seli, makin cantik aja" goda Budi. Mereka saat ini duduk di bangku samping rumah Kamil.


"Hmm...Kamu bisa aja Budi"


"Andra mana yah, kok gak ada?" lanjut Seli melihat kesana kemari mencari pria idaman nya.


"Dia sudah pulang sejak tadi, dia merasa tidak enak badan" jawab Kamil.


"Benarkah?" Seli terkejut, di hendak mengayuh sepeda nya lagi. Namun ucapan Budi membuat Seli menunda niat nya.


"Jika hanya membuatnya terluka, mengapa kamu terus mendekatinya" ujar Budi.


"Apa maksud kamu Budi, aku tidak pernah berniat melukai Andra!" sangkal Seli.


Budi pun berdiri, dia menghampiri Seli. Kamil hendak mencegah nya, tapi Budi menyuruhnya diam.


"Kamu memang cantik, tapi tolong jangan membawa masalah pada Andra!"tekan Budi.


"Aku tidak membawa masalah untuk nya, aku hanya ingin mendapatkan cinta nya!" jawab Seli lagi. Matanya mulai memanas mendengar ucapan Budi.


"udah lah Bud, gak usah urusin" cegah Kamil.


"Tidak Kamil, kita tidak bisa biarkan wanita murah seperti dia menghancurkan hidup teman kita"


"Tutup mulut kamu yah Budi! aku bukan wanita murah, aku wanita terhormat!"


"Cih."Budi tertawa keras mendengar ucapan Seli. dia hendak membalas Seli lagi, tapi Kamil dengan cepat menariknya dan menyuruh Seli segera pergi.

__ADS_1


__ADS_2