Jodoh Andra

Jodoh Andra
Rejeki Nomplok (warning)


__ADS_3

Andra terkejut melihat apa yang Seli lakukan. Dia dengan segera mengenakan kancing baju Seli. Dia tidak ingin hal buruk terjadi diantara mereka berdua.


"Apa yang kamu lakukan Seli,pakai kembali baju mu!" titah Andra, dia memalingkan wajahnya dan tangan nya berusaha menutup pakaian Seli.


Bukan nya menutup, Seli malah meletakkan tangan Andra di atas buah dada nya.


"Ahh...Andra, rasakan, ini hanya untuk mu. Alex hanya pernah meraba dari luar" desah Seli merasakan hangatnya telapak tangan Andra.


Andra sontak menoleh pada tubuh Seli, ketika tangan nya merasakan benda kenyal itu.


"Apa yang kamu lakukan Seli" tegur Andra. Dia berusaha menarik tangan nya, tapi Seli malah menahan nya. Bahkan wanita itu sudah semakin gila. Dia menarik tangan Andra dan meletakkan satu tangan Andra di atas gundukan area sensitif surgawinya.


"Ahh ...Rasakan aku Andra, rasakan!!!" Rintihnya.


Wanita itu terus menggoda Andra, dia sekaan berusaha agar Andra menyatu dengan nya.


"Kamu sudah gila Seli, aku tidak akan melakukan nya!"


Andra berusaha menjauh dari seli, namun wanita itu seakan tidak kehilangan cara.


Dia semakin tersenyum exotic saat mendengar suara hujan yang semakin deras. Seli berpikir tuhan mendukung nya,dia berpikir hal yang di larang oleh agama ini harus dia lakukan saat ini.


Seli semakin gencar mendekati Andra, tubuh nya yang terbuka mulai ia rapatkan pada wajah Andra. Menggesek gesekkan nya ke wajah Andra.


Karena Andra adalah pria normal, tentu saja adek kecil nya bereaksi melihat dan merasakan kehangatan surga dunia itu.


"Ya Tuhan,mengapa rejeki nomplok ini datang di saat yang salah" teriak Andra di dalam hati. Dia masih berusaha menekan nafsunya sendiri


Namun,seakaytidak berpikir, Seli terus melakukan nya. Menggoda Andra yang sudah berada di ujung tanduk.


"Ah bodo, dia yang mau kok!" Dengus Andra dalam hati.


Setan mulai bersorak, saat Andra meraih gunung kembar itu. Kemudian melahap nya seperti bayi kehausan.


"Yah...Begitu,ahh....terus..."


Seli tersenyum menang,dia merem melek merasakan sensasi yang dia dambakan. Gairah yang sempat tertunda oleh Alex.


Andra mencumbui Seli, dia melahap gunung dan juga bibir Seli. Dia berusaha untuk membuat wanita ini puas. Agar akal sehat wanita ini kembali.


Andra tidak berniat menyatu dengan Seli, dia hanya akan membuat Seli mencapai puncak.


Terlihat Seli dan Andra semakin menggila. Namun Andra masih mampu mengontrol dirinya. Dia bukan pria maniac, Andra mampu mengendalikan nafsunya.


"Ahh .."desah Seli ketika merasakan Andra mencengkram buah pantatnya.


Seli hendak membuka celana jeans nya. Agar Andra tidak kesusahan untuk menyatu. Namun Andra menahan nya, dia masih mencumbui Seli, namun dia juga menahan agar Seli tidak membuka celananya.


"Kenapa?" Tanya Seli.


"Aku akan memuaskan mu, tapi aku tidak akan sejauh itu Seli " jawab Andra, dia kembali mencium Seli. Memeluk wanita itu.

__ADS_1


Membawa wanita itu masuk semakin dalam ke dlm gubuk. Andra membaringkan Seli terlentang dengan beralaskan pahanya.


Andra melahap dada Seli, satu tangannya menjelajah ke dalam celana jeans Seli.


Cukup lama Andra memberikan kepuasan bagi Seli, akhirnya wanita itu mengenang dan merasakan puncak sugmrga dunia.


"andraaa ...." Lenguh nya.


Andra menghela nafas lega, dia sebenarnya sangat ingin. Namun, dia tidak akan melakukan nya dengan Seli.


Dengan tubuh lemas Seli bangkit, dia berjongkok di hadapan Andra. Dia ingin melakukan hal yang sama pada Andra. Namun Andra menolak.


"Kamu bisa tenang sekarang, nafsu mu sudah tersakuy"ujar Andra.


"Lalu, bagaimana dengan mu? Aku akan membantu mu!" Ucap Seli, dia mengelus adek Andra.


Lagi lagi Andra menolak, dia menjauhkan tangan Seli dari tubuhnya.


"Seli, aku bisa mengatasi diriku. Tapikan pakaian mu, lalu pulang lah. Hujan sudah reda. Sebentar lagi malam akan datang!" Ucap Andra. Dia juga merapikan pakaian nya.


Seli terdiam,dia salut dengan sikap Andra yang masih menjaga dirinya.


"Terimakasih Andra" gumam Seli.


Wanita itu merapikan pakaian nya, tubuh nya yang masih lemah kembali memeluk tubuh Andra setelah merapikan pakaian nya.


"Terimakasih" bisik Seli. Dia mengecup sekilas bibir Andra.


Cup.


"Aku juga" balas Andra.


Mereka berdua akhirnya keluar dari dalam gubuk, setelah Andra memastikan tidak ada orang yang melihat mereka.


Jika ada orang yang melihatnya, maka mereka akan mendapat masalah besar.


"Pulang lah" kata Andra lembut. Dia mengusap wajah Seli lembut.


Dengan malu, Seli mengangguk pelan. Kemudian di berjalan lebih dulu.


Hari keberuntungan, atau harus kesialan. Aku mengetahui Seli mencintai ku, bahkan dia menyerahkan tubuh nya. Tapi, aku merasa ini tidak benar!


Andra melangkah cepat, dia ingin segera pulang dan menuntaskan semua ini di kamar nya.


"Aku pulang.." ucap Andra ketika masuk ke dalam rumah. dia mengucapkan salam pada ibu nya.


"Assalamualaikum ibu" Memeluk ibunya.


"kamu kemana aja nak,ibu khawatir tadi ketika petir besar" gumam Dewi.


"aku terkurung hujan Bu" kata Andra beralasan. di tidak berbohong, dia memang terkurung hujan bersama nafsu.

__ADS_1


"yasudah Bu, Andra masuk kamar dulu. mau mandi, kena hujan tadi" pamit Andra seraya berlalu masuk ke dalam kamar untuk mengambil handuk.


lalu, Andra kembali keluar dari kamarnya sambil menyandang handuk berwarna biru di bahunya.


"Basahi rambut mu, agar tidak sakit kepala", titah Dewi.


Andra menjawab nga dengan anggukan kepalanya. Dia masuk ke dalam kamar mandi, menguncinya kemudian mulai bereaksi membayangkan aktivitas di gubuk tadi.


Dengan sabun, Andra menuntaskan dahaga birahinya.


"Seli..."geram Andra setelah mencapai puncak. bayangan gunung kembar Seli kembali terlintas di benaknya. Kenyal dan harum.


Sedangkan di dalam kamar nya, Seli langsung berbaring terlentang. Membuka semua baju nya dan kembali mengingat semua yang telah dia lakukan bersama Andra.


anggap saja dia wanita gila, cinta membuatnya gila. Nafi nya yang terlalu tinggi, membuat otak nya tidak berjalan dengan benar.


"Andra,,,, mengapa kamu tidak memasuki ku" erang Seli kecewa.


...----------------...


Siti masih mengurung dirinya di dalam kamar. Dia mendapat SMS dari Alex.


from Alex.


Besok datang ke rumah Ki, ada yang ingin aku bicarakan dengan mu!


Siti mendengus kesal, dia masih meratapi hatinya yang masih terasa perih, setelah di patahkan oleh Andra.


"Kenapa harus aku yang datang?" gerutunya kesal.


To Alex


Malas!


Siti membalas pesan dari Alex, kemudian kembali meletakkan ponselnya di atas ranjang.


cling~


sebuah pesan kembali masuk, Siti dapat menebaknya. itu pasti dari Alex.


Siti pun kembali meraih ponselnya, benar saja. itu dari Alex.


From Alex.


Harus, jam 9 pagi. jika kamu tidak datang, maka aku akan mengatakan pada Andra dan Seli, jika kamu menyukai Andra!


Lagi dan lagi Siti mendengus kesal. Dia memukul ponselnya, seolah tengah memukul Alex.


To Alex.


oke.

__ADS_1


__ADS_2