
Hari ini, adalah hari yang Luna tunggu tunggu. Setelah sekian lama menanti cinta nya yang dia pikir sepihak. Kini dia berada di fase yang di idam idamkan oleh wanita.
Luna berdiri di depan kaca, menatap pantulan tubuh nya yang tengah mengenakan gaun pengantin.
"Nona sangat cantik" puji karyawan butik yang membantu dirinya mencoba gaun itu.
"Apa menurut mu gaun ini pas di tubuh ku?" tanya Luna tersenyum.
"Tentu saja nona, jika tuan Andra melihat nya. Pasti dia akan melongo dan tidak sanggup mengedipkan matanya"
Luna tertawa mendengar ucapan wanita itu, dia tidak bisa membayangkan bagaimana ekspresi Andra saat melihat dia nanti. Apakah Andra akan melongo seperti yang wanita ini katakan. Atau malah dia biasa saja.
"Ayo selesaikan memakainya. Lalu mari kita perlihatkan pada pangeran mu" ujar pegawai butik itu. Dia membantu Luna mengenakan renda kecil di bahu Luna.
"Sempurna, ayo kita keluar"
Pegawai butik menuntun Luna keluar dari ruangan ganti. Dengan hati hati dan membantu mengangkat juntaian baju di belakang.
Di luar ruangan ganti, Andra tengah duduk membaca koran yang di sediakan di sana. Sambil menunggu, sambil membaca berita terupdate.
Awal nya Andra cuek, saat mendengar suara pintu terbuka. Namun, ketika Luna memanggilnya, dan dia menoleh.
"Wah..Apakah ini Luna" pikir Andra di dalam hati. Dia tidak berkedip, Seperti yang pegawai itu katakan. Andra melongo melihat kecantikan Luna. Dia melangkah mendekati calon istri nya yang berdiri dengan wajah menunduk.
"Perfect" hanya satu kata itu yang keluar dari mulut Andra. Selebih nya hanya pelototan mata dan mulut sedikit terbuka.
"Apakah ini Luna?" Gumam nya.
"Kenapa? Apa aku tidak cocok memakainya? Kalau begitu aku akan menggantinya.
__ADS_1
Luna hendak berbalik untuk menggantinya. Namun, dia tahan oleh Andra.
"Bukan begitu sayang, kamu sangat luar biasa. Aku sampai tidak bisa berkata kata melihat nya." Jawab Andra jujur. Ekspresi nya masih sama seperti tadi.
"Tuh kan, Seperti yang say bilang nona. Anda sangat cantik memakai gaun ini"timpal wanita itu.
Luna tersipu malu,dia tidak berani menatap wajah Andra.
"Kamu sangat cantik sayang, aku suka melihatnya" ujar Andra lagi.
"Baiklah, untuk acara pertunangan aku ingin memakai gaun ini" putus Luna, dia memilih gaun yang memiliki desain seperti kebaya, namun ada ujung desinya yang membuat sedikit berbeda dari kebaya.
"Lalu, untuk menikah. Kamu mau memakai yang mana baby?"tanya Andra.
Luna tampak bingung, dia belum sempat memikirkan gaun berwarna apa untuk dia pakai di acara pernikahan nya.
"Kamu tidak perlu khawatir nona, kami bisa merekomendasikan kepada anda."
Dengan sigap pegawai itu mengambil beberapa pajangan nya untuk di rekomendasikan pada Luna.
"Ini nona, gaun ini sangat cantik, cocok dengan kulit anda yang putih bersih."
"Kalau yang ini, akan senada dengan tuxedo tuan"
"Ini juga, nona akan terlihat dewasa dan sangat elegan memakai nya" ucap pegawai menjelaskan satu persatu.
Luna melirik pada Andra, meminta agar kekasihnya membantu dirinya untuk memilih gaun yang mana cocok dia pakai di acara pernikahan nya.
"Bagaimana?"
__ADS_1
Andra menatap satu persatu gaun itu, ada yang berwarna pink muda, biru muda, gold, dan terakhir berwarna silver.
Jangankan Luna, Andra saja bingung ingin memilih yang mana. Semua terlihat cantik dan cocok untuk Luna.
"Aduh, aku juga bingung sayang. Tapi, seperti nya ini cocok untuk mu" Andra memilih salah satu gaun yang berwarna Gold. Menurutnya warna ini sangat indah, mewah dan pastinya cantik bola Luna memakainya.
"Wah, pilihan tuan memang sangat bagus. Ini gaun utama di butik kami. "Jelas pegawai butik.
Luna tersenyum, dia mengambil gaun itu, kemudian membawanya masuk ke dalam ruang ganti.
Lagi dan lagi, Andra kembali melongo melihat kecantikan Luna memakai gaun pilihan nya.
"Subhanallah, kamu cantik sekali sayang. Aku sangat kagum" gumam Andra mengungkapkan rasa kagum nya.
"Waw... Sangat indah nona"timpal pegawai butik.
Luna tersenyum malu, apalagi tatapan Andra yang tak berkedip memandangnya.
"Apakah secantik itu?" Lirihnya pelan.
"Aku sudah tetapkan sayang, kamu memakai baju ini agar senada dengan tuxedo yang akan aku pakai" kata Andra. Luna mengangguk, dia kembali ke ruangan ganti, dan keluar dengan memakai baju yang dia pakai tadi.
"Oke mbak, saya ambil gaun ini sama yang ini ya. Jangan lupa tuxedo nya di serasikan" peringat Luna.
"Baik nona, kami akan mengingat nya. Dan akan berusaha keras untuk membuat and nyaman dan terkesan" balas pegawai itu ramah.
"Terimakasih, kirim ke alamat yang ada di sini " Andra memberikan kartu nama nya, kemudian dia membawa tunangan nya keluar.
Fitting baju telah selesai, kini tersisa menunggu waktu nya tiba. Andra sudah tidak sabar ingin menikah dengan Luna. Begitu juga sebaliknya. Ada gejolak rasa yang menuntut mereka ingin segera menikah.
__ADS_1