
Nia yang di hubungi Zia langsung panik dan datang kerumah sakit.
"Zi,kamu tidak apa-apa,"tanya Nia yang melihat Zia berbaring di tempat tidur rumah sakit.
"Aku tidak apa-apa ni"
"Apa yang terjadi?"
Zia menceritakan kejadiannya kepada Nia.
"Untung ada David tadi disana ,kalau tidak apa yang akan terjadi,"Nia berkata seraya bergidik ngeri membayangkan Zia tertabrak oleh mobil.
"Apa kamu sudah memberitahu Arga?"
"Arga sedang di luar kota dan baru hari ini dia berangkat,aku takut dia malah khawatir dan mengacaukan perkerjaanya,lagipula tidak parah aku akan memberitahu saat dia kembali saja"
"Ya sudah baiknya bagaimana saja"
Tok...tok
"Permisi,"ucap perawat seraya masuk bersama David.
"Kunjungan dokter sebentar nona,"ucap perawat pada Zia.
"Hai nia,"sapa David saat melihat nia bersama Zia.
"Hai dokter David,"ucap nia sedikit cangung memanggil dokter pada David.
"Sepertinya kamu baru bisa pulang besok zi,dan untuk beberapa hari kedepan kamu harus memakai alat bantu jalan,"jelas David saat memeriksa Zia.
"Baiklah,terimakasih dokter,"Zia pun ikut memanggil David dokter karena tidak enak dengan perawat yang bersama dengan David.
"Tidak apa-apa panggil seperti biasa saja"
__ADS_1
"Setelah jam tugasku berakhir aku akan kemari lagi,sekarang aku permisi,"ucap Favid dan meninggalkan Zia dan Nia.
"David perhatian sekali denganmu,"ucap Nia sesaat setelah David pergi.
"Dia hanya memperhatikanku karena aku pasien,"elak Zia.
"Kamu ini tidak bisa apa membedakan mana perhatian kepada pasien dan orang yang di suka"
Saat mendengar Nia mengatakan orang yang disuka,Zia langsung teringat David yang mengungkapkan cinta padanya.
"Aku tahu,tapi mau apa lagi,lagi pula dia yang menolongku"
"Ya aku merasa perhatian David berbeda"
"Aku sudah memberi tahunya kalau aku tidak bisa menerimanya"
"Hah!!"pekik Nia saat mendengar ucapan zia
"Nia ,ini rumah sakit kenapa berteriak"
"Kemarin setelah datang ke acara ulang tahun Kesya,David mengantarku pulang,saat di perjalanan David menanyaiku apa aku punya kekasih dan aku jawab iya .Tapi dia tetap mengungkapkan perasaannya , dia beralasan terlalu lama memendam perasaannya padaku "
"Syukur kalau kamu sudah menolaknya,setidaknya kamu tidak memberi harapan"
"Lalu apa kamu sudah menceritakan dengan Arga?"
"Belum,semalam aku sibuk menyiapkan keperluan Arga keluar kota,jadi aku belum sempat,tapi aku akan ceritakan nanti kalau Arga sudah kembali"
Malam harinya Nia menjaga Zia sesuai permintaan Zia.
Tok..tok..
David masuk setelah mengetuk pintu
__ADS_1
"Malam Zia malam Nia," sapa David yang sudah melepas pakaian dokternya saat datang.
"Malam dokter,"ucap Nia
"Ini sudah di luar jam tugas ku jadi panggil nama saja"
"Ini aku bawakan makanan,"David menyerahkan makanan ke Nia
"Terimakasih"
"Bagaimana keadaanmu zi?"
"Sepertinya nyeri di kakiku masih terasa sakit tapi tidak seperti tadi siang"
"Ini akan berangsur membaik"
"Apa keluargamu tidak ada yang kemari?"
"Tidak ,aku tidak tega memberitahu ayahku,pasti dia akan khawatir lagipula tidak parah bukan"
"Kalau kekasihmu,apa dia tidak mengunjungimu saat seperti ini"
Zia yang mendengar David bertanya sedikit merasa risih.Kata-kata David mengisyaratkan kalau kekasih Zia tidak perduli.
"Dia sedang di luar kota jadi dia tidak bisa kemari,"jelas Zia
"Aku harap dia menjagamu lebih baik agar kejadian seperti ini tidak terulang"
"Aku rasa dia akan menjagaku kalau dia ada disini,jadi bukan salahnya kalau disaat aku terluka dia di luar kota,"ucap Zia dengan sedikit kesal.
David mengetahui Zia kesal,"maaf aku hanya terbawa suasana dan sedikit panik melihatmu terluka"
"Aku berterimkasih atas perhatianmu tapi kamu tidak perlu terlalu khawatir aku akan menjaga diriku lain waktu"
__ADS_1
Setelah berbicang sebentar davidpun pamit pulang.