Jodoh Cinta Lama

Jodoh Cinta Lama
Mengantar kamu


__ADS_3

Zia mengerjap, saat sinar matahari masuk ke dalam celah jendela kamarnya. Rasanya Zia malas sekali untuk bangun. Karena tidurnya semalam benar-benar tidak nyenyak.


Dirinya yang merasa hampa karena tidak adanya Arga, membuat semalaman Zia tidak bisa tidur. Akhirnya Zia mengisi waktunya dengan menggambar sepanjang malam.


Zia mulai bangun dari tempat tidur, dan merapikan kertas gambar yang berada di sampingnya. Semalam setelah dia mulai mengantuk, Zia hanya meletakkan buku gambarnya di samping tempat tidurnya. Zia pun langsung berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri setelah merapikan buku gambar, dan tempat tidurnya.


Setelah menyelesaikan rutinitasnya mandi. Zia langsung ke dapur membantu asisten rumah tangga, menyiapkan sarapan.


Saat Zia masih sibuk menata menu sarapan di atas meja makan. Dia melihat Kaisar berjalan ke meja makan. "Pagi," sapanya pada adiknya itu


"Pagi kak." Kaisar pun membalas sapaan Zia, dan langsung menarik kursi.


Setelah beberapa saat Kaisar datang, Ayah Adhi juga menuju ke meja makan. Mereka bertiga langsung memulai sarapan, setelah Ayah Adhi duduk. Sarapan mereka terhenti sejenak, saat sesorang masuk ke dalam rumah, dan menyapa mereka. Zia yang mendengar ada yang menyapa pun menoleh, dan mendapati Adrian lah yang datang.


Setelah Ayah Adhi mempersilahkan Adrian untuk bergabung sarapan. Adrian pun menarik kursi dan duduk di samping Zia.


"Apa hari ini kamu sudah akan ke boutique?" Tanya Ayah Adhi pada Zia.


"Sudah yah," ucap Zia. "Apa ayah tidak apa-apa aku tinggal ke boutique?" Zia bertanya dengan ragu-ragu.


"Tenanglah ayah akan baik-baik saja." Ayah Adhi tersenyum dan menenangkan putrinya.


Zia merasa lega saat ayahnya mengatakan akan baik-baik saja, saat dia meninggalknya untuk ke boutique.


"Kamu bisa berangkat bersamaku zi, jika kamu akan pergi ke boutique." Adrian yang mendengar Zia akan berkerja hari ini, langsung mencoba menawarkan tumpangan pada Zia.


"Berangkatlah dengan Adrian." Belum sempat Zia menjawab atas tawaran Adrian. Ayah Adhi sudah memintanya berangkat bersama Adrian.


"Baiklah." Zia tidak punya pilihan lain, selain mengikuti perintah ayahnya.


Adrian yang mendengar Zia menerima tawaran untuk berangkat bersama, menarik senyum di bibir nya.


Setelah selesai sarapan Zia mengantar Kaisar ke luar untuk berangkat sekolah dengan supir. Kaisar begitu bersemangat di antar sampai depan rumah oleh Zia. Kaisar berpamitan dengan melambaikan tangan saat mobil mulai melaju meninggalkan rumah. Dan Zia membalas lambaikan tangan sang adik di sertai senyuman.

__ADS_1


Zia yang melihat mobil yang mengantar Kaisar pergi pun, langsung berlalu ke dalam kembali. Zia melanjutkan kegiatanya, untuk membantu ayahnya minum obat.


Saat sudah memastikan ayahnya sudah minum obat, Zia menghampiri Adrian. " Ayo." Zia mengajak Adrian untuk berangkat.


Adrian yang menunggu di sofa pun berdiri, dan keluar bersama dengan Zia. Tapi saat mereka keluar dari rumah, Zia dan Adrian melihat mobil masuk ke dalam parkiran rumah.


Zia sudah tahu siapa pemilik mobil itu pun hanya heran, kenapa pagi-pagi sudah ke rumah Zia.


"Hai zi," sapanya saat keluar dari mobil.


"Hai Dave," sapa Zia pada Dave. "Ada apa kamu kesini?" Tanya Zia yang ingin tahu.


"Aku akan mengantar kamu untuk ke boutique," jawab Dave


Zia mengerutkan dahinya, kenapa Dave harus menjemputnya dan mengantar dirinya.


"Arga yang meminta zi," ucap Dave lagi, saat melihat wajah Zia yang nampak bingung saat dirinya menjemput.


Zia mengangguk mengerti alasan kenapa Dave datang sepagi ini ke rumahnya. Zia pun beralih pada Adrian. "Maaf ya Adrian, sepertinya aku tidak bisa berangkat ke boutique dengan mu."


Dave yang melihat pemintaan maaf dari Zia ke Adrian hanya tersenyum. Dalam hantinya hanya berkata, pantas saja Arga tiba-tiba menghubunginya kemarin saat sebelum berangkat. Ternyata dugaan Arga benar, kalau akan ada pria yang berusaha mendekati Zia, saat Arga tidak ada. Wajar saja sahabatnya itu begitu khawatir dan menitipkan istrinya padanya.


Akhirnya Zia masuk ke dalam mobil Dave, dan Dave melajukan mobilnya menuju boutique, sesaat setelah Zia masuk


"Ternyata kamu sudah memperhitungan dengan baik ar," gumam Adrian tersenyum kecut, saat melihat mobil yang membawa Zia pergi.


***


"Maaf ya Dave, karena Arga kamu harus repot menjemputku." Zia yang merasa tidak enak pun meminta maaf.


"Santai zi, aku hanya ingin menjaga istri sahabatku selama dia pergi," ucapnya tersenyum saat menoleh.


"Apa tadinya kamu ingin pergi ke boutique dengan pria tadi?" Tanya Dave pura-pura ingin tahu.

__ADS_1


"Iya tadi dia menawariku, jadi aku pikir aku akan berangkat dengannya."


Dave mengangguk mengerti penjelasan dari Dave. "Aku harap kamu tidak akan keberatan kalau selama Arga pergi, aku akan mengantar dan menjemputmu, " ucap Dave pada Zia.


Zia sangat kaget saat Dave mengatakan hal itu padanya. Zia pikir Dave hanya akan hari ini saja menjemput. "Aku rasa tidak perlu Dave, aku tidak mau merepotkanmu. Aku akan memakai mobil sendiri saja," tolaknya pada tawaran Dave.


"Arga sendiri yang meminta zi, jadi aku mohon jangan menolaknya."


Zia yang mendengar Arga sendiri yang meminta pada Dave, akhirnya hanya bisa menurut. Zia tahu, Arga tidak akan suka saat dirinya membantah, apa lagi menolak tawaran Dave, untuk mengantar jemput dirinya.


Setelah sampai di boutique. Zia langsung turun dan berterimakasih pada Dave. Zia langsung masuk ke dalam boutique saat mobil Dave sudah meninggalkan boutique nya.


"Pagi," sapa Zia dengan senyum pada semua karyawannya. Rasanya beberapa hari tidak ke boutique, membuat Zia begitu merindukan tempat ini.


"Pagi mbak Zia" sapa semua karyawan membalas sapaan Zia.


Setelah menyapa karyawannya, Zia langsung menuju ruangannya. Dan mulai membuka beberapa pesanan di mejanya.


Saat Zia sedang asik berkerja, dia mendengar suara pintu di ketuk. Zia langsung mempersilahkan untuk masuk.


"Hai zi," sapa Nia dengan begitu semangat, seraya mendorong pintu ruangan Zia. Senyumnya mengembang saat mendapati Zia sudah mulai berkerja.


"Hai Nia." Zia pun membalas sapaan Nia.


Nia melangkahkan kaki menuju meja Zia. Dia langsung duduk tempat di depan Zia. "Apa ayahmu sudah sembuh?"


"Sudah."


"Syukurlah, aku turut senang ayahmu sudah sehat kembali," ucapnya. "Aku rasa perkerjaanmu akan banyak, karena beberapa hari tidak bekerja," goda Nia saat melihat tumpukan pesanan dia atas meja Zia.


"Aku rasa begitu." Zia tersenyum, dan hanya bisa pasrah saat pesanan begitu menumpuk.


Akhirnya Zia dan Nia membahas beberapa pesanan pelangan yang memesan gaun di

__ADS_1


boutique nya.


__ADS_2