Jodoh Cinta Lama

Jodoh Cinta Lama
Akan mengantarmu


__ADS_3

"Apa kak Zia tahu aku begitu merindukan kak Zia" ucap Kaisar seraya memeluk Zia sesaat setelah acara makan malam. Zia merasakan, anak kecil yang sedang memeluknya begitu merindukannya. Zia tahu, di rumah ini hanya ayahnya dan Kaisar yang begitu mencintai Zia.


"Kakak juga merindukanmu" Zia membalas dan mempererat pelukannya.


Moment itu tak lepas dari pandangan Adrian, Adrian yang tadi terpesona akan kecantikan Zia, sekarang dia terpesona dengan kedekatan Zia dengan anak-anak.


Lidia yang memperhatikan Adrian yang begitu terpesona akan Zia, merasa sangat senang. Usahanya untuk mendekatkan Zia dengan Adrian mendapat respon dari Adrian.


"Jesica tolong antar Kaisar untuk tidur" Lidia menatap Jesica dan memberi perintah.


"Tapi ma, Kaisar masih ingin dengan kak Zia" regeknya saat mendapati mamanya menyuruhnya untuk tidur.


"Kamu bisa main ke apartemen Kak Zia, kalau kamu masih rindu" ucap Lidia pada putranya, " Nanti biar kak Adrian yang mengantarmu" Lidia beralih menatap Adrian.


Tak ada rasa curiga di dalam hati Zia, karena Adrian asisten ayahnya, jadi wajar saja kalau Adrian yang akan mengantar Kaisar.


"Iya, nanti kalau Kaisar rindu dengan kakak, Kaisar bisa minta tolong kak Adrian untuk mengantar ke apartemen atau ke boutique" rayu Zia pada adiknya.


"Benarkah?" Kaisar memastikan dengan maya berbinar.


"Iya nanti kakak akan mengantarmu" timpal Adrian saat mendengar namanya di sebut.


Akhirnya Kaisar pun meninggalkan semua anggota keluarganya, yang sedang mengobrol di ruang keluarga.

__ADS_1


Lidia yang melihat putranya pergipun, berniat untuk menyiapkan cemilan. Lidia meminta suaminya untuk membantunya, dan meninggalkan Zia dan Adrian di ruang keluarga


"Kamu kerja dimana zi?" tanya Adrian pada Zia membelah keheningan sesaat setelah Lidia dan Adhi pergi.


"Aku kerja sendiri"


"Wah hebat kamu bisa kerja sendiri, kamu punya usaha apa?" tanya Adrian yang begitu antusias.


"Aku punya boutique" jawab Zia pada Adrian.


"Oh pantes, tadi kamu bilang kalau Kaisar bisa ke boutique saat dia rindu" ucap Adrian dan Zia hanya mengangguk-anggukan kepalanya, mengiyakan ucapan Adrian.


"Aku pikir anak dari Adhi Kusuma akan meneruskan usaha ayahnya, tapi dia malah membuat usahanya sendiri, dan jauh dari bidang ayahnya"


Setelah cukup lama mereka mengobrol, akhirnya Zia memutuskan untuk pulang.


"Kamu di antar Adrian aja zi" Lidia menawarkan Zia untuk pulang di antar oleh Adrian.


"Bagaimana aku harus bilang kalau Arga akan menjemputku"


"Tadi Zia sudah mengatakan, kalau temannya akan menjemputnya" ucap Adhi menjawab ucapan dari Lidia. Adhi tahu, Zia bingung menjawab apa, dan tidak mungkin mengatakan suaminya yang menjemput


Zia sediki berlega hati, karena ayahnya telah menjawab ucapan Lidia.

__ADS_1


"Oh ya sudah kalau bagitu"


Setelah menunggu cukup lama, akhirnya Arga datang dan menunggu di luar gerbang sesuai yang di minta oleh Zia.


Zia berpamitan dengan Adhi dan Lidia, dan keluar rumah berjalan beriringan dengan Adrian.


"Apa temanmu sudah menjemput" tanya Adrian pada Zia.


Zia melihat ke arah gerbang mencari-cari mobil Arga, "Aku rasa sudah" ucap Zia saat menemukan mobil Arga tepat di depan gerbang.


Adrian yang memperhatikan Zia mencari-cari temannya juga melihat sudah ada mobil di depan rumah Adhi, "Ya sudah kalau begitu, sampai jumpa" ucap Adrian mengakhri pertemuan mereka.


Dan Zia pun berpamitan seraya mengulurkan tangan, "Sampai jumpa"


Dari kejauhan, Arga memperhatikan Zia yang sedang mengobrol dengan seorang pria. Rasa sesak mulai melingkupi dadanya, ada rasa tidak suka saat Zia bersama pria asing yang dia tidak tahu.


Zia yang melangkahkan kakinya menuju mobil Arga, langsung masuk ke dalam mobil.


"Maaf membuatmu menunggu" ucap Zia yang merasa tidak enak karena harus berpamitan terlebih dahulu.


"Bagiamana kamu tidak membuatku menunggu, kalau kamu asik dengan pria lain" batin Arga begitu kesal


Arga tidak menjawab ucapan Zia dan langsung melajukan mobilnya, menuju apartemen.

__ADS_1


"Apa dia marah, kenapa dia tidak menjawab ucapanku"


__ADS_2