Jodoh Cinta Lama

Jodoh Cinta Lama
Di sambut dua wanita


__ADS_3

Saat di apartemen, Zia menimbang-nimbang untuk mengajak Arga makan malam di rumah ayahnya. Bukan masalah makan malamnya, tapi Lidia tidak pernah tahu kalau Zia sudah menikah. Dan waktu pernikahan pun ayahnya tidak memberi tahu Lidia.


"Kamu kenapa?" Arga membuyarkan Zia yang sedang memikirkan makan malam undangan Lidia.


"Emm...aku ada undangan makan malam ar" ucapnya ragu-ragu.


Arga menatap tajam pada Zia, dalam pikirannya menerka-nerka siapa yang mengundang Zia, "Siapa yang mengundangmu?" tanyanya memastikan siapa yang akan mengundang makan malam.


"Istri ayahku"


"Istri ayahmu, berarti ibu tirimu?" Arga memastikan dan Zia mengangguk mengiyakan.


"Aku belum pernah melihatnya, apa dia tidak hadir di pernikahan kita?"


"Ayah tidak memberi tahunya"


Arga yang mendengar penjelasan bahwa ayah Zia tidak memberi tahunya sedikit heran, "Kenapa?"


Zia menghela nafasnya, "Ayah tak mau dia mengacaukan hidupku lagi"


"Lagi?" tanyanya masih bingung, "Maksud dengan lagi, itu apa?"


"Iya dia yang membuatku tinggal di apartemen, tapi aku bersyukur sejak aku tinggal sendiri, aku lebih mandiri"


Arga yang mendengar hanya di buat makin heran, diusir tapi malah bersyukur, itulah yang dipikir oleh Arga.


"Lalu kamu akan datang?" tanyanya dan Zia mengangguk.

__ADS_1


"Tapi aku tidak bisa menemanimu, aku harus menyelesaikan perkerjaanku, kamu tahu bukan aku sudah izin terlalu banyak dan perkerjaanku menumpuk karena.."


Belum selasai Arga mengatakan ucapannya Zia langsung memotong, "Karena menemaniku waktu sakit"


"Pintar" Arga tersenyum mendengar jawab Zia seraya mencubit pipi Zia.


"Jadi aku besok boleh naik mobil sendiri?" tanya Zia yang antusias membayangkan akan membawa mobil sendiri lagi.


"Tidak !!, Aku akan mengantarmu dan kembali ke apartemen untuk mengerjakan perkerjaanku. Dan kabari aku saat sudah selesai"


**


Setelah kemarin Zia meminta izin pada Arga. Sore ini Zia berangkat kerumah ayahnya di antar oleh Arga. Arga yang sedari tadi pagi di sibukkan didepan laptop harus berhenti sejenak, untuk mengantar Zia.


"Kabari aku jika sudah selesai" ucap Arga dan Zia mengiyakan.


"Nona Zia, apa kabar?" sapa pak Budi, satpam di rumah ayah Zia.


"Baik pak, pak Budi sendiri apa kabar?" Zia bertanya seraya menjabat tangan. Sikap ramah Zia memang membuat orang disektiranya merasa nyaman. Dari kecil Zia sangat baik kepada pekerja dirumah ayahnya


"Baik non, ayo silahkan"


Pak Budi mempersilahkan Zia untuk masuk.


Saat di depan pintu, ternyata dia sudah di sambut oleh dua wanita. Dia adalah Lidia dan putrinya Jesica.


"Hai kak Zia" sapa jesica saat melihat kedatangan Zia.

__ADS_1


Zia menatap Jesica yang semakin cantik, tubuhnya yang tinggi dan ramping membuat penampilannya sempurna di mata Zia. Perbedaan usia dua tahun antara Zia dan Jesica tidak nampak, saat melihat Jesica tampil menawan dengan make upnya.


"Hai Jes" sapa Zia balik.


"Zia" panggil seseorang dari belakang dua wanita yang berdiri di hadapan Zia, dan berjalan ke arah Zia.


Zia tahu betul suara siapa itu, "Ayah"


"Kamu kemari?" tanya Adhi yang kaget melihat putrinya disini.


Belum sempat Zia menjawab sudah ada seseorang yang menjawab, "Aku yang mengundangnya makan malam", Lidia menjawab pertanyaan suaminya yang di tujukan untuk Zia.


Adhi menatap Lidia penuh curiga, dan Lidia menyadari itu.


"Aku ingin hubungan kita bisa terjalin lebih baik" ucapnya pada Adhi, "Bukan begitu zi" Lidia beralih pada Zia.


Dalam situasi ini Zia tahu ayahnya tidak suka Lidia melibatkan Zia lagi.


"Yang di bilang tante Lidia benar yah" Zia mencoba menenangkan ketakutan ayahnya.


"Ya sudah ayo masuk"


Adhi mengajak putrinya untuk masuk kedalam rumah. Meninggalkan dua wanita yang masih setia berdiri didepan pintu.


"Kenapa mama mengundangnya" tanya Jesica.


"Mama hanya ingin dia melihat mu yang lebih cantik dari dirinya"

__ADS_1


__ADS_2