
Setelah diizinkan pulang,Zia pulang di antar oleh Nia.Sebenarnya tadi David ingin mengantar Zia tapi di tolak dengan halus oleh Zia dengan alasan takut merepotkan David.Karena merasa di tolak untuk mengantar David tidak memaksa untuk mengantar Zia.
"Kapan Arga pulang?"
"Aku tidak tahu,mungkin hari ini"
"Syukur kalau hari ini dia pulang,jadi aku tidak akan khawatir meninggalkanmu"
"Terimakasih Nia"
"Kamu ini seperti dengan siapa saja"
"Aku akan membuatkan makanan untukmu,"ucap Nia seraya keluar dari kamar Zia.
Saat Nia sedang membuat makanan untuk Zia terdengar orang masuk kedalam apartemen Zia.Nia melihat dan mendapati Arga yang datang.
"Mana Zia"tanya Arga dengan wajah panik.
"Didalam kamar," jawab Nia.
Mendengar Zia didalam kamar Arga langsung berlari kedalam kamar.
Brakk
Arga membuka pintu kamar dengan kencang dan membuat Zia kaget.
"Ar.."panggil Zia
Arga berjalan mendekat pada Zia"apa yang sakit,"tanya Arga dengan raut wajah sedih melihat kaki Zia di perban dan harus memakai alat bantu jalan.
"Sudah lebih baik ar.."
__ADS_1
"Maafkan aku tidak bisa menjagamu",ucap Arga sedih mengingat Zia terluka saat dia tidak ada.
Sebenarnya Arga kesal sekali saat Zia tidak mengabarinya.Tapi saat melihat Zia sakit dan kakinya di perban kekesalan Arga menghilang begitu saja,yang ada hanya rasa bersalah.
"Bukan salahmu ar..ini hanya kecelakaan,"jawab Zia menenangkan arga.
Tok..tok..
Nia mengetuk pintu saat mau masuk kekamar Zia.
"Sepertinya aku akan pulang karena arga sudah ada disini,"ucap Nia pada Zia.
"Terimakasih Nia"ucap Arga
"Oh ya ar..aku sudah buatkan bubur untuk zia,kamu bisa menyuapinya nanti dan jangan lupa berikan obatnya"
"Baiklah terimakasih"
Arga menuju dapur,sesuai dengan informasi dari Nia kalau dia sudah membuat bubur,Arga membawakannya kekamar untuk Zia.
"Makanlah dulu sayang"
Arga menyuapi Zia dengan telaten,dan Zia pun senang saat Arga memperhatikannya.
"Apa kamu meninggalkan perkerjaanmu"tanya Zia disela-sela makan.
"Iya"
"Lalu siapa yang mengerjakannya disana?"
"Ada Dave yang mengerjakannya"
__ADS_1
"Apa kamu khawati padaku?"tanya Zia menatap Arga.
"Tidak,"jawab Arga ketus
"Kalau kamu tidak khawatir kenapa pulang,"kesal Zia..
"Kamu memberi pertanyaan bodoh macam itu padaku?"
"Pertanyaan bodoh"batin zia
"Jelas-jelas aku khawatir hingga meninggalkan perkerjaanku dan kamu masih bertanya aku khawatir tidakX"kesal Arga.
"Aku kan hanya bertanya apa susahnya menjawab"ucap Zia seraya mencebikan bibirnya
Cup
Arga langsung mencium bibir Sia saat melihat Sia mencebikkan bibirnya,"jangan mengodaku saat kamu sakit seperti ini,aku tidak akan tega melakukanya"
"Siapa yang mengoda,"batin Zia
"Pergilah membersihkan diri,biarkan aku makan sendiri ar.."
"Kenapa??"tanya arga heran Zia memintanya berhenti menyuapinya.
"Yang sakit kan kakiku,bukan tangan ku"
"Diam dan makanlah,kapan lagi aku baik hati menguapimu seperti ini"ketus Arga
"Sudah baik tapi tetap saja menyebalkan"batin Zia
Setelah selesai makan dan minum obat arga menuju kamar mandi.Dari awal datang dia langsung mengurusi Zia.Rasa paniknya mengalahkan rasa lelahnya menempuh perjalanan tiga jam nonstop.Rasanya pegal mendera Arga,kalau kemarin pagi dia masih bisa bergantian menyetir dengan Dave,tadi dia harus sendiri karena Dave harus mengurus perkerjaan disana.
__ADS_1