Jodoh Cinta Lama

Jodoh Cinta Lama
Kebahagiaan (Tamat)


__ADS_3

Setelah bersiap Arga dan Zia menuju ke rumah sakit. Sepanjang perjalanan, Arga tak henti memeganggi tangan Zia.Perasaan bahagianya, di salurkan lewat kecupan-kecupan di tangan Zia.


"Ar, fokuslah menyetir," ucap Zia menegur Arga.


"Aku tetap fokus," elak Arga.


Zia melihat dengan jelas kebahagiaan yang terpancar dari wajah Arga. Rasanya Zia baru kali ini melihat Arga sesenang itu, saat tahu Zia sedang mengandung anaknya.


Sesampainya di rumah sakit, Arga langsung mendaftarkan Zia untuk memeriksakan kandungan pada dokter kandungan. Mereka berdua milih menunggu di ruang tunggu, karena ternyata dokter kandungan belum datang.


"Zia, Arga," ucap David yang baru saja datang, dan tidak sengaja melihat Zia dan Arga. "Sedang apa kalian disini?"


Arga yang melihat David bertanya, memutar bola matanya malas. "Kalau ke rumah sakit ya priksa lah," jawab Arga ketus.


"Ar," tegur Zia. "Kita sedang mau periksa..." Ucapan Zia terhenti saat ingin menyebut dokter kandungan.


"Kita mau periksa ke dokter kandungan," ucap Arga melanjutkan ucapan Zia.


David yang mendengar ucapan Arga yang mengatakan bahwa Arga dan Zia akan ke dokter kandungan. "Apa kamu hamil, zi?" tanya David ragu-ragu.


"Iya, Zia hamil," jawab Arga sebelum Zia menjawab.


Rasanya hati David seketika merasakan sakit. Mungkin di sudah kalah, saat Arga dan Zia sudah menikah. Tapi saat mendengar Zia hamil, rasanya harapannya seketika sirna.


"Loe nggak mau ngucapin selamat?" tanya Arga membuyarkan pikiran David.


David tersentak saat mendengar ucapan Arga. "Selamat buat kalian. Semoga kandungan Zia baik-baik sampai nanti lahiran."


"Terimakasih, vid," ucap Zia.


"Kalau begitu aku permisi dulu, karena aku ada jadwal praktek." David pun berpamitan, dan meninggalkan Zia dan Arga. David merasa tidak nyaman, saat harus berlama-lama dengan Arga dan Zia.


"Kenapa kamu sudah bilang kalau aku hamil, ar. Bukannya kita belum dengar dari dokter." Zia yang merasa Arga terlalu dini memberitahu orang lain, takut kalau hasilnya tidak sesuai yang di harapkan.


"Biarkan saja. Dengan begitu David merasa tidak akan mendekati dirimu lagi," jawab Arga sinis.


"Apa kamu masih merasa David mencintai aku?"


"Kamu tidak lihat, bagaimana dia terkejut. Itu menandakan bahwa dia masih menyimpan rasa padamu. Dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi."


Zia tidak habis pikir Arga masih saja berburuk sangka dengan David. "Ar, jangan seperti itu, David juga temanmu. Lagi pula apa yang kamu takutkan, aku juga tidak akan berpaling darimu."


Mendengar ucapan Zia, Arga langsung menoleh. "Apa kamu begitu mencintaiku?"


"Ar, kenapa kamu bertanya seperti itu. Memangnya kamu tidak bisa melihatnya." Zia mencebikkan bibirnya, sedikit kesal dengan pertanyaan Arga.


Arga langsung tertawa. "Aku tidak bisa melihat, tapi aku bisa merasakan," ucap Arga seraya tersenyum pada Zia. Zia pun membalas senyum Arga, bagi Zia mendengar Arga berkata manis adalah kebahagiaan tersendiri.


"Ibu Zia," panggil perawat yang membuyarkan romantisme antara Arga dan Zia.

__ADS_1


"Ayo," ajak Arga menarik lembut tangan Zia. Zia dan Arga langsung masuk ke dalam ruangan dokter kandungan.


"Zia," ucap Elisa saat melihat pasiennya adalah Zia.


"Hai dokter Elisa." Zia melangkah dan duduk di kursi di depan meja praktek Elisa. Di ikuti Arga duduk tepat di sebelahnya.


"Apa kamu ingin memeriksakan kandungan?" tanya Elisa memastikan.


"Iya, tadi pagi aku sudah cek menggunakan alat test kehamilan," ucap Zia.


"Boleh aku melihatnya."


Zia mengambil alat test kehamilan yang di simpannya di dalam tas, dan memberikannya pada Elisa.


Elisa yang melihat alat test kehamilan yang di berikan oleh Zia. Elisa langsung tersenyum. "Kapan terakhir kamu datang bulan?"


Zia yang mendapatkan pertanyaan itu pun mengingat, kapan dirinya datang bulan. "Sepertinya tanggal 10 bulan lalu."


Elisa pun menghitung perkiraan kehamilan Zia. "Kalau sesuai perhitunganku, kehamilanmu memasuki 5 minggu," ucap Elisa. "Tapi untuk jelasnya, aku akan memeriksanya." Elisa pun berdiri dan mempersilakan Zia untuk naik ke atas ranjang.


Zia pun berdiri dan mengikut Elisa, di ikuti Arga dibelakangnya. Zia langsung naik ke ranjang, dan merebahkan tubuhnya untuk di periksa oleh Elisa.


Suster langsung menutup kaki Zia sampai ke bawah perut, dan membuka perut Zia. Suster langsung menuangkan jel pada perut Zia.


Elisa yang melihat Zia sudah siap, langsung mengarahkan alat USG ke perut Zia. "Disini terlihat ada penebalan kantung rahim," ucap Elisa saat melihat ke arah monitor. "Karena usianya masih 5 minggu, jadi masih sangat kecil, mungkin sebesar biji kacang hijau."


"Mana, Dok?" tanya Arga yang melihat ke arah monitor.


Walaupun Arga dan Zia hanya melihat hanya titip di tengah-tengah kantung rahim, tapi bagi Arga dan Zia itu sudah membuatnya bahagia. Arga dan Zia saling berpandangan, merasakan bahagia di dalam hati mereka.


Setelah setelah pemeriksaan, Elisa meresepkan beberapa vitamin pada Zia. Mereka pun keluar setelah berterimakasih pada Elisa.


Arga langsung menyerahkan resep ke apotik di rumah sakit, dan menunggu vitamin di siapkan. Setelah vitamin selesai, Arga mengantar Zia ke rumah ayahnya.


"Sebaiknya kamu langsung pulang ke rumat ayah ya, agar kamu bisa istirahat," ucap Arga pada Zia.


Zia mendengar Arga memintanya di rumah saja merasa sangat kesal. "Aku akan di rumah sendiri, karena Kaisar belum pulang."


Arga mentap ke arah Zia. "Kalau begitu aku akan menemanimu, sampai Kaisar pulang."


Zia yang mendengar ucapan Arga merasa sangat senang. Paling tidak dia tidak akan merasa bosan saat di rumah.


Sesampainya di rumah Ayah Adhi. Arga langsung mengantarkan Zia ke kamar. Arga membantu Zia merebahkan tubuhnya, di atas tempat tidur. "Tidurlah, aku akan menunggumu disini," ucap Arga seraya mengecup kening Zia.


Arga melangkah menujus sofa dan mendududukkan tubuhnya, di atas sofa.


"Kenapa menunggu di sana?" tanya Zia yang melihat Arga duduk di sofa.


Arga menautkan kedua alis tegasanya. "Memangnya aku harus menunggu dimana?"

__ADS_1


"Disini," ucap Zia serya menepuk sisi kosong tempat tidurnya.


Arga menarik senyum di ujung bibirnya, mendengar Zia memintanya menemani di sampingnya. Arga kemudian membuka jasnya, dan sepatunya. Dia langsung merebahkan tubunnya di atas tempat tidur.


Zia yang melihat Arga merebahkan tubuhnya, mendekat dan memeluk Arga.


Arga tercengang melihat Zia yang memeluknya. Rasanya baru kemarin Zia tidak mau Arga menyentuhnya, tapi hari ini Zia sendiri yang mendekat. Arga pikir mungkin ini adalah efek dari kehamilan Zia.


Tapi bagi Arga ini adalah kebahagiaannya, setelah melalui kejadian yang hampir saja menguncang rumah tangganya, sekarang Tuhan memberikan kado terindah, untuk perjuangannya, mempertahankan rumah tangganya.


Arga mengeratkan pelukannya, menyalurkan rasa bahagianya. Arga mengingat, bagaimana keputusannya menerima perjodohan dari orang tuanya, mengantarkannya pada Zia-cinta lamanya.


Perasaan yang di pendamnya, dia simpan baik-baik, karena takut tidak terbalas oleh Zia. Tapi saat dia mengetahui bahwa Zia juga mencintainya, akhirnya Arga memutuskan mengungkapkan isi hatinya, dan memulai rumah tangganya bersama Zia.


Di luar dugaanya, bahwa Jesica datang dan hampir saja menghancurkan semua. Tapi Arga patut bersyukur, usahanya kembali ke London untuk mencari kekasih Jesica, membuat masalah dengan Jesica selesai.


"Aku mencintaimu zi," ucap Arga seraya mengecup pucuk rambut Zia.


"Aku juga mencintaimu, Ar," Zia mengeratkan pelukannya pada Arga.


Zia hanya berharap, kehadiran buah hati di antara dirinya dan Arga, membuat hubunganya dengan Arga akan jauh lebih baik lagi. Dan menjadikan rumah tanganya di penuhi kebahagiaan.


.


.


TAMAT


.


.


Terimakasih untuk kalian yang sudah membaca Jodoh cinta lama.


Untuk kalian yang memberikan like dan komentar sepanjang cerita ini, aku juga ucapkan terimakasih


Mungkin banyak kesalahan yang di lakukan author dalam penulisan, banyak typo bertebaran.


Mungkin banyak yang tidak sesuai dengan keinginan kalian. Tapi sebagai author baru, saran dan kritik kalian aku selalu aku terima.


Jujur ini sebenarnya karya pertama author sebelum Terjebak cinta majikan.


Dan karena kesalahan penulisan akhirnya di pindah ke sini, dan masuk di urutan ke tiga karya author. Kalau kalian perhatikan, di karya pertama author hanya ada cover putih. Dan ceritanya pasti berantakan🤭. Maklum ya, masih baru dan banyak melakukan kesalahan.


Tapi semoga kedepan author bisa jauh lebih baik lagi, dalam berkarya.


Kedepan akan aku perbaikan beberapa part kesalahan penulisan. Tapi tidak akan mengubah alur cerita.


Aku harap, jangan unfavorite dan di hapus dari rak buku kalian ya.

__ADS_1


Semoga masih bisa melanjutkan kisah Arga dan Zia☺️


Buat kalian, bisa berkunjung ke instagram aku myafa16


__ADS_2