Jodoh Cinta Lama

Jodoh Cinta Lama
Makan malam


__ADS_3

"Dan mama ingin mengenalkannya dengan seorang pria" ucap Lidia dengan semangat.


Jesica hanya menautkan kedua alisnya sedikit heran dengan apa yang ada di pikiran mamanya.


"Terserah mama sajalah"


**


Zia yang mengekor ayahnya masuk ke dalam rumah. Di pandangnya lekat setiap sudut rumah. Rasa sesak seketika menyelimuti hati Zia, bagaimana tidak, rumah dimana dia menghabiskan masa kecilnya, menghabiskan bermain dengan bunda dan ayahnya, sekarang nampak berbeda. Foto yang dulu terpajang dengan bunda, ayah dan dirinya, sekarang berubah menjadi foto keluarga ayah dan Lidia. Seolah menandakan kalau dialah pemilik rumah ini.


"Ikutlah ayah" ucap Adhi yang membuyarkan pikiran Zia yang mengingat setiap moment yang ada di rumahnnya.


Zia mengikuti ayahnya, dan ternyata ayahnya menuju ke ruang kerjanya. Zia masuk dan langsung Adhi mengunci pintu ruanganya.


"Duduklah nak" pinta Adhi pada putrinya. Zia yang di minta duduk akhirnya, memilih duduk disofa yang ada, dan di ikuti ayahnya di belakangnya.


"Kenapa kamu mau menerima tawaran Lidia kemari?" pertanyaan pertama yang di ucapkan ayahnya sesampainya di ruang kerjanya.


Zia menatap ayahnya, terlihat jelas ketakutan dari wajah ayahnya, "Dia datang dengan baik yah, jadi tidak ada alasan aku menolaknya" Zia mencoba membuat ayahnya tenang.


"Baiklah kalau begitu, tapi bolehkah ayah minta sesuatu?" Adhi menerima alasan yang di berikan oleh Zia.

__ADS_1


"Jangan katakan kamu sudah menikah, apa lagi mengatakan Arga lah suamimu" lanjut Adhi.


"Kenapa?" tanya Zia yang bingung dengan permintaan ayahnya.


"Ayah belum bisa jelaskan sekarang disini, ayah akan cari waktu untuk menemuimu. Sekarang yang kamu lakukan hanya menuruti permintaan ayah"


"Baiklah, Zia akan menunggu ayah menjelaskan, dan Zia tidak akan mengatakannya"


Setelah perbincangan singkat antara Zia dan Ayahnya. Mereka keluar dan menuju meja makan. Sudah tampak dua wanita duduk disana yaitu Lidia dan Jesica. Zia juga melihat seorang pria yang Zia sendiri tidak tahu.


"Nak Adrian" ucap Adhi saat melihat pria yang sedang duduk di kursi meja makan.


Pria itu pun berdiri sesaat Adhi memanggil namanya. Dia mengulurkan tangannya menjabat tangan Adhi," Apa kabar om?" tanya Adrian pada Adhi.


"Aku yang mengundangnya, karena Jesica baru saja datang, sebagai sepupu wajar bila dia ikut menyambutnya" potong Lidia sebelum Adrian menjawab.


Adhi hanya mengangguk-angguk tanda mengerti kenapa Adrian disini.


Setelah mendapat jawaban dari Lidia, Adhi pun mengenalkan putrinya pada Adrian.


"Adrian, kenalkan dia Zia putriku" ucap Adhi pada Adrian, dan menarik lengan Zia lembut membawa Zia ke sampingnya.

__ADS_1


Adrian sejenak menatap Zia lekat, di pandangnya wajah Zia, "Cantik sekali anak om Adhi" batinnya dalam hati.


"Adrian" ucap Adrian mengenalkan namanya Seraya mengulurkan tangan.


"Zia" Zia pun menerima uluran tangannya Adrian.


"Adrian ini sekarang asisten ayah zi, pak Bima sudah tidak berkerja pada ayah karena sakit jantung, dan Adrian ini adalah putranya" jelas Adhi pada Zia sesaat setelah mereka saling berkenalan.


"Oh anak om Bima" batin Zia. Zia memang tahu, kalau Bima adalah teman sekaligus asisten ayahnya, dan juga saudara dari Lidia. Dari Bima lah, ayah Zia mengenal Lidia. Tapi Zia memang tidak pernah tahu, kalau Bima memiliki Anak.


Setelah mereka saling berkenalan, akhirnya Lidia mengajak semua untuk makan malam. Saat hendak duduk nampak seseorang lari mengahampiri Zia, dan saat Zia menoleh, dia mendapati Kaisar disana.


"Kak Zia" panggil Kaisar seraya memeluknya pinggang Zia.


Zia yang mendapati Kaisar memeluknya sedikit menundukan tubuhnya membalas pelukan adiknya, atau lebih tepatnya Adik tirinya.


"Kamu sudah besar sekali" ucap Zia saat melihat Kaisar. Saat Zia meninggalkan rumah, Zia sempat beberapa kali bertemu dengan Kaisar. Zia selalu bertemu dengan kaisar saat ayahnya berkunjung ke apartemen Zia.


"Ya aku sudah hampir 6 tahun" ucap Kaisar pada Zia.


Zia tersenyum mendengar usia Kaisar yang 6 tahun, itu berarti dirinya juga sudah 6 tahun ini meninggalkan rumah dan tinggal di apartemen.

__ADS_1


"Sudah ayo makan dulu, nanti di lanjut lagi kangen-kangenannya" ucap Adhi mengoda Zia dan Kaisar.


Akhirnya mereka melepas pelukan, dan duduk dengan yang lain, untuk melanjutkan makan malam.


__ADS_2