
Setelah dokter memberi tahu bahwa keadaan ayahnya sudah stabil, perawat memindahkan ayah Zia ke ruang rawat.
Zia yang selalu di samping ayahnya, menemani ayahnya sampai di ruang rawat. Zia tak melepas pandangan sedikitpun pada sang ayah.
"Zi, sebaiknya kamu pulang saja dan tidur di apartemen" ucap Arga yang melihat Zia duduk di samping ayahnya yang belum sadar.
"Aku mau di sini ar, aku mau melihat ayah bangun" Zia menatap sendu pada Arga, meminta agar Arga mengizinkannya untuk menjaga ayahnya.
Arga yang tidak tega, akhirnya mengangguk, mengiyakan permintaan Zia.
"Kalau kamu disini, tante akan pulang saja zi, karena kaisar sendiri di rumah" ucap Lidia yang mendengar Zia ingin menunggu ayahnya.
"Iya tante dan jesica pulang saja, biar Zia yang menemani ayah"
Arga yang melihat Lidia berbicara pada Zia, menatap tajam pada dua wanita yang ada di hadapannya.
Setelah memutuskan untuk pulang, akhrinya Lidia dan Jesica pamit pulang.
"Tante pulang dulu" ucap Lidia dan Zia mengangguk.
"Aku pulang dulu ya zi" ucap Jesica pada Zia, dan Zia mengiyakan
Jesica beralih menatap Arga, "Aku pulang dulu ya ar" ucap Jesica tersenyum pada Arga.
Arga yang mendengar Jesica menyapanya, langsung menantap tajam tanpa menjawab sama sekali.
Zia yang melihat Jesica menyapa Arga pun di buat heran, tapi semua dia tepis. Zia hanya berfikir mungkin mereka tadi sudah berkenal saat ayahnya di rumah sakit, sebelum dirinya datang.
Lidia dan Jesica pun pergi meninggalkan Arga dan Zia.
"Apa kamu sudah makan zi?" tanya Arga pada Zia. Zia pun mengeleng, memberi tahu Arga bahwa dirinya belum makan.
Zia yang tadi di apartemen berniat untuk memasak, urung di lakukan saat menerima telepon dari Arga. Zia memutuskan langsung ke rumah sakit, dan belum makan sejak tadi siang.
"Aku akan mencarikan makan untukmu"
Arga memutuskan untuk mencari makanan di restoran di dekat rumah sakit. Tapi belum sempat dia meninggalkan rumah sakit, dia bertemu dengan David disana, saat sama-sama menuju parkiran.
"Hai ar" sapa David pada Arga.
Arga berfikir kalau David masih marah, karena mengatahui hubungannya dengan Zia, tapi nyatanya dia menyapa Arga, dan itu membuat Arga sedikit senang.
"Hai vid"
"Loe ngapain disini, siapa yang sakit?" tanya David yang melihat Arga malam-malam dirumah sakit.
"Ayah Zia" jelas Arga.
__ADS_1
David hanya mengangguk, dan berpamitan sesaat setelahnya.
**
Arga yang kembali kerumah sakit, sudah membawakan makanan untuk Zia.
Zia dan Arga pun makan di sofa yang tersedia di kamar rawat.
"Bagaimana bisa kamu tahu ayah di rumah sakit ar?" tanya Zia yang bingung, saat melihat Arga sudah di rumah sakit, dan dialah yang mengabari Zia.
Arga yang mendapat pertanyaan itu langsung tersentak kaget. Dirinya bingung menjawab apa pada Zia.
Flasback
Siang tadi Arga mengubah jadwal bertemu dengan mantannya, di jam pulang kerja. Karena perkerjaan Arga begitu banyak, dia tidak punya pilihan selain mengubah jadwalnya.
Setelah jam kantor berakhir, Arga melajukan mobilnya menuju restoran yang sudah di sepakati tadi di telepon.
Saat tiba di restoran, Arga melihat kesekeliling untuk mencari wanita yang sudah membuat janji dengannya. Setelah mendapati, Arga melangkahkan kakinya menghampirinya.
"Ar" ucapnya saat melihat Arga datang.
Arga pun tak mengidahkan panggilan, dan memilih langsung menarik kursi dan mendudukkan tubuhnya di kursi restoran.
"Aku pikir kamu tidak akan datang ar"
"Baiklah, kalau kamu tidak suka berbasa-basi. Kita akan langsung pada intinya saja" ucapnya dengan senyuman.
"Apa maksudnya"
"Kebetulan aku sudah mengundang orang tuaku, jadi kita bisa membicarakan pernikahan kita" lanjutnya pada Arga.
"Apa?" Arga begitu kaget dengan apa yang di dengarnya. Niatnya untuk menemui wanita yang di hadapannya adalah bukanlah untuk membahas pernikahan.
"Aku kesini bukan..." belum sempat Arga mengatakan ucapannya, tiba-tiba ada yang menghampirinya.
"Jesica" panggil Lidia pada sang putri, dari kejauhan seraya melangkahkan kaki menghampiri putrinya.
"Mama, papa" sapa jesica pada sang mama, dan berdiri menyambut kedua orang tuanya.
Arga tercengang saat melihat siapa yang menghampiri dirinya, dan wanita di hadapannya. Arga yang melihat Adhi bersama seorang wanita menghampirinya di buat begitu kaget.
"Ayah Adhi "
Belum habis ke kagetannya karena kehadiran Adhi, Arga di buat kaget dengan panggilan wanita di depannya, yang memanggil dengan mama dan papa.
"Arga" ucap Adhi saat sampai di meja Arga dan Jesica.
__ADS_1
"Oh papa udah kenal sama Arga?" tanya Jesica pada Adhi.
Adhi menautkan alisnya bingung, dirinya yang di ajak Lidia untuk menemui kekasih anak Lidia, di buat kaget dengan kehadiran Arga, bersama Jesica.
"Maksudnya apa semua ini?" tanya Adhi yang bingung.
"Arga adalah calon suami aku pa" jawab Jesica pada Adhi.
Adhi yang mendengar ucapan Jesica membulatkan matanya, "Apa maksudmu dengan calon suami?, Apa kamu tidak tahu kalau Arga sudah menikah" bentak Adhi yang kesal pada Jesica, yang menyebut Arga adalah calon suaminya.
"Dari mana Adhi tahu Arga sudah menikah" batin Lidia.
"Jesica tau pa, dan Arga akan menjadikan Jesica istri kedua" ucap Jesica santai pada Adhi.
Adhi sudah tidak bisa menahan emosinya, saat mendegar ucapan Jesica, bahwa Arga akan menjadikannya yang kedua. Adhi langsung menatap tajam pada Arga.
Arga yang melihat Adhi menatapnya tajam berusaha menjelaskan, "Ayah, dengarkan Arga yah, ini bukan seperti yang ayah pikir"
Jesica dan Lidia di buat bingung dengan panggilan yang di sematkan Arga pada Adhi.
"Menjelaskan apa maksudmu?, Menjelaskan bahwa kamu akan menduakan Zia begitu" ucap Adhi.
"Zia" gumam Jesica, yang bingung kenapa nama Zia di bawa dalam hal ini.
"Arga mencintai Zia yah, Arga tidak akan menikah lagi, yang di ucapkan Jesica semua tidak benar" Arga memengang lengan Adhi memohon untuk adhi mengerti yang dia jelaskan.
"Jadi istri Arga adalah Zia" batin Jesica kaget
"Ar, jangan macam-macam ya, kamu harus menikahiku" pekik Jesica pada Arga.
"Dengarkan, aku tidak akan menikahimu, karena aku tidak mencintaimu" ucap Arga tegas.
Adhi yang sedari tadi menahan emosinya hanya memegangi dadanya. Kekagetan yang bertubi-tubi membuat dadanya begitu sesak. Dan Saat melihat dua orang di depannya berdebat, dadanya terasa lebih menekan, dan Adhi langsung tersungkur karena tidak dapat menahannya.
Arga yang melihat Adhi pingsan langsung panik, dan membawa Adhi ke rumah sakit.
Flasback
"Aku bertemu dengan ayah, saat ayah makan malam bersama keluarganya" bohong Arga.
Arga benar-benae bingung harus menjelaskan apa, dirinya belum siap menjelaskan bahwa mantan kekeasihnya adalah Jesica adik tirinya. Dirinya juga tidak berani mengatakan, kalau dirinyalah yang menyebabkan ayah Zia terkena serangan jantung.
"Oh.." ucap Zia, "Untung ada kamu ar, kalau tidak apa jadinya" lanjut Zia.
"Terimakasih ar" ucap Zia mengenggam tangan Arga.
"Maafkan aku zi" batin Arga menyesali, harus berbohong pada Zia.
__ADS_1