
Arga menarik tangan Zia lembut membawanya menuju kamar. Zia membuka pintu kamar, dan mendapati tempat tidur dengan ukuran king size dengan hiasan bunga di atasnya. Zia melangkahkan kakinya, dan melihat ke dalam kamar, di dalam kamar terdapat privat pool juga.
"Wah rasanya senang sekali aku bisa ke Bali" ucap dengan binar bahagia terpancar dari matanya.
"Apa kamu tidak pernah jalan-jalan?" tanya Arga yang heran istrinya begitu senang.
"Terakhir aku jalan-jalan saat masih ada bunda, dan setelahnya aku tidak pernah pergi kemana-mana" Zia mengingat kapan terakhir kali pergi jalan-jalan.
"Kenapa setelahnya tidak jalan-jalan?"
"Aku sibuk berkerja, membangun dan membesarkan boutique, hingga tak pernah bisa meninggalkan boutique" Zia benar-benar di sibukan hinga tak bisa kemanapun. Setelah memutuskan untuk keluar dari rumah ayahnya, dia berusaha keras untuk dirinya sendiri.
Arga melihat Zia lekat, dia bangga dengan Zia, walaupun ayahnya seorang pengusaha sukses tapi dirinya dia membangun usahanya sendiri.
"Aku akan sering mengajakmu jalan-jalan" ucap Arga seraya memeluk erat Zia dari belakang.
"Jangan sering-sering, kita punya tanggung jawab dengan perkerjaan" ucapnya dengan memeluk tangan Arga yang berada di perutnya.
"Lupakan pekerjaan kali ini" Arga membalikan badannya, dan membenamkan bibirnya pada bibir pink Zia. Arga melingkarkan tangannya di pinggang ramping Zia, dan Zia membalas dengan mengalungkan tangannya di leher Arga. Setelah beberapa saat Arga melepas ciumannya.
Arga menatap lekat wanita yang sekarang jadi istrinya, "Aku berharap kamu tidak akan meninggalkanku"
__ADS_1
"Apa kita akan langsung jalan-jalan" tanya Zia sesaat setelah ciuman mereka berakhir.
Zia sudah sangat membayangkan keseruan saat jalan-jalan nanti di Bali.
"Apa kamu tidak lelah?" tanya Arga.
"Tidak" ucapnya menggeleng kepala..
"Aku lelah setelah penerbangan tadi, lagi pula tadi pagi kita berangkat pagi-pagi sekali, dan aku mengantuk" ucap Arga seraya duduk di tempat tidur
"Bukannya tadi di pesawat dia tidur" Zia hanya mencebikan bibirnya dan membatin kekesalannya.
"Sudah jangan ngambek, sini" ucapnya seraya menepuk tempat.
Arga merentangkan tangannya, meminta Zia untuk masuk ke dalam pelukannya. Zia berjalan mendekat, dan masuk ke dalam pelukan Arga.
"Bisakah kita jalan-jalan sekarang" Zia masih mencoba untuk merayu Arga.
"Nanti" ucap Arga seraya memasukkan tangannya ke dalam baju Zia. Mencoba meraba yang ada di dalamnya.
"Mau apa kamu?" tanya Zia yang melihat aksi Arga.
__ADS_1
"Menurutmu?" jawab Arga polos menatap lekat bola mata Zia, dengan menampilkan senyum sempurna di wajahnya.
"Aku tahu maksudnya" Zia sudah menduga apa maksud dari ucapan dan tatapan Arga.
"Bukannya kamu bilang Lelah?" Zia mengingatkan bahwa tadi Arga mengatakan bahwa dia sedang lelah, dan tak mau jalan-jalan.
"Lelahku hilang untuk yang satu ini" ucap Arga, dan langsung menindih tubuh Zia, membenamkan ciuman di bibir Zia.
Ciuman manis yang di berikan Arga, berubah penuh gairah, dan perlahan menuntunnya pada penyatuan antara mereka.
**
Setelah penyatuan mereka yang cukup lama. Arga memejamkan matanya sejenak. Sebenarnya dia benar-benar lelah tadi, tapi dia tidak bisa menolak pesona Zia yang ada di hadapannya, Zia sudah bagaikan candu baginya.
Zia yang sebenarnya ingin jalan-jalan tidak bisa memejamkan matanya. Dia memainkan jarinya di dada Arga yang polos, karena merasa bosan.
"Tidurlah, nanti kita akan jalan-jalan setelah tidur" ucap Arga yang merasa gerakan tangan Zia menganggu tidurnya.
"Aku tidak bisa tidur" ucap Zia mencebikan bibirnya.
Arga yang melihat Zia tidak bisa tidur pun membuka matanya, "Kamu ini, sebegitu inginnya jalan-jalan" ucapnya sedikit kesal pada Zia, "Ya sudah ayo" Arga akhirnya memilih menemani Zia jalan-jalan karena melihat Zia begitu inginnya.
__ADS_1
Zia langsung tersenyum, dan bangun melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri terlebih dahulu.