Jodoh Cinta Lama

Jodoh Cinta Lama
Tidak punya kakek nenek


__ADS_3

"Maksudnya apa menjaga dari mama?" tanyanya yang tidak mengerti ucapan anak kecil di depannya.


"Emm..." Kaisar mengetuk-ngetukan jarinya di pelipis, dan matanya seoalah menginggat sesuatu.


Arga benar-benar tidak menyangka anak kecil di depannya berlagak seperti orang dewasa saat memikirkan ucapannya. Seolah dia benar-benar berhati-hati mengeluarkan kata-kata.


Tapi belum selesai Kaisar menceritakan bagaiamana maksud dari ucapannya, tiba-tiba Zia datang menghampiri mereka. "Sedang apa kalian?"


Arga yang melihat Kaisar ingin menjawab pertanyaan Zia, Arga langsung memberikan kode untuk tidak mengatakan apa-apa. "Kita sedang merencanakan untuk main bersama." Arga mencoba tidak mengatakan apa yang di bicarakan dengan Kaisar, karena dia ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.


"Sudah lama juga kakak tidak dengan mu," Zia berjalan mendekat pada Kaisar, dan duduk di sampingnya seraya merangkul tubuh mungil adiknya.


"Iya, nanti kita main bersama ya kak, dan ceritakan aku dongeng," Kaisar menengadah memohon pada Zia.


"Iya kita akan main bersama, dengan kak Arga juga," Zia menjawab, dan menatap Arga sebentar.


Arga yang melihat Zia menatapnya hanya menjawab dengan anggukan. Arga memperhatikan Zia yang begitu dekat dengan Kaisar, dia merasa sangat senang melihat Zia begitu menyanyangi anak-anak. Dia berharap suatu saat dia akan bisa bahagia bersama anak-anak mereka.


"Ya sudah sekarang kamu main sendiri dulu, kakak akan antar kak Arga untuk ke kamar terlebih dahulu," Zia memberitahu dengan membelai rambut Kaisar, dan Kaisar mengangguk.


Zia pun berdiri, "Ayo," ajaknya pada Arga, untuk mengikuti dirinya.


Arga yang di minta untuk mengikuti Zia, langsung ikut berdiri. Dia mengikuti Zia, menaiki tangga dan menuju sebuah kamar disana.


Zia membuka kamarnya, melangkahkan kaki masuk ke dalam kamarnya. Rasanya Zia sudah lama sekali tidak masuk ke kamarnya. Dia melihat kamar yang nampak tak berubah, dan masih terlihat bersih, karena mungkin masih sering di bersihkan oleh pembantu di rumah ayahnya.


"Apa ini kamar mu," tanya Arga, yang masuk baru masuk ke dalam kamar bercat putih, dan nampak beberapa boneka terpajang rapi di sebuah rak.


"Iya." Zia hanya menjawab singkat. Zia melihat beberapa bonekannya yang terpajang rapi di rak.


Arga melihat Zia sibuk memperhatikan boneka di rak, berjalan dan menghampiri Zia. "Apa yang kamu pikirkan?"


"Tidak, aku tidak memikirkan apa-apa, hanya merindukan dengan semua mainan ku saja," ucapnya masih melihat bonekanya.


Arga melihat, Zia seolah sudah lama tidak kemari,"Kapan memang kamu terakhir kesini?" tanyanya pada Zia.

__ADS_1


Zia mengingat kapan terakhir dia ke rumah ini, "Sejak aku memutuskan untuk tinggal di apartemen."


Arga mendengar tidak percaya, bagaimana bisa selama itu dia tidak berkunjung ke rumah ayahnya, "Apa kamu tidak mengunjungi ayahmu?"


"Ayah yang sering mengunjungiku bersama Kaisar, atau terkadang aku yang ke kantor ayah?"


Arga merasa bingung dengan ucapan Zia. "Kenapa bukan kamu yang kemari, bukankah ini rumah ayahmu?"


"Tante Lidia tidak suka aku disini," jawabnya lirih.


Kedua alis Arga menaut, "Kenapa?"


"Entah aku juga tidak tahu, dia tiba-tiba saja berubah, dan aku tidak tahu kenapa," Zia mengingat dengan benar bagiamana Lidia berubah sikap dengannya.


Arga masih tidak habis pikir ada apa dengan mama tiri Zia itu, Arga juga mengingat Kaisar bilang ingin ada yang bisa menjaga Zia dari mamanya.


**


Setelah mereka selesai membersihkan diri, mereka berdua menuruni tangga dan menuju meja makan. Di meja makan sudah terdapat Adhi dan Kaisar.


"Kemarilah kita makan bersama," ajak Adhi pada Zia dan Arga yang baru saja datang ke meja makan.


"Apa mama akan lama tinggal di apatemen yah?" tanya Kaisar membelah keheningan di meja makan.


"Apartemen?" kening Zia langsung mengerut saat mendengar pertanyaan Kaisar yabg di tujukan untuk ayahnya.


Adhi juga tak kalah kaget mendengar Kaisar menanyakan itu, Adhi hafal betul istrinya lah mungkin yang mengatakan, bahwa dia akan tinggal di apartemen karena dirinya yang memintanya, "Ayah belum tahu,"ucapnya, "Sudah lanjutkan makanmu," Adhi menatap Kaisar dan memberi perintah.


Kaisar selalu saja menurut dengan sang ayah, dia pun melanjutkan makannya.


Zia ingin sekali menanyakan tentang Lidia pada ayahnya, tapi dia tidak mau menanyakan urusan orang dewasa di depan sang adik.


"Ar, setelah makan, ayah ingin bicara padamu," ucap Adhi pada Arga.


"Iya yah."

__ADS_1


Arga tahu apa yang akan di bicarakan oleh Adhi padanya, karena memang dari restoran dan menyebabkan Adhi masuk ke rumah sakit, dia tidak menanyakan apa-apa padanya.


Rasanya jantung Arga berdetak lebih kencang, dia benar-benar takut dengan apa yang akan di katakan Adhi padanya.


Setelah selesai makan, Zia mengantarkan Kaisar untuk ke kamar. Dan meninggalkan Arga dan ayahnya di ruang meja makan.


Sesampainya di kamar, Zia membantu Kaisar mengosok gigi dan mengantarkan ke tempat tidur.


"Apa kakak akan membacakan ku dongeng," ucap Kaisar seraya merangkak ke atas tempat tidur.


Sebenarnya Zia ingin sekali segera bertanya pada ayahnya tentang Lidia, dan dia juga ingin tahu apa yang akan di bicarkan oleh ayahnya pada Arga. Tapi mendengar Kaisar yang meminta untuk untuk membacakan dongeng, dia tidak bisa menolak.


"Baiklah."


Kaisar pun mengambil buku dongeng yang terletak di samping tempat tidurnya, dan memberikan pada Zia. Zia pun membacakan cerita dan Kaisar mendengarkannya.


"Apa kakak tahu kapan mama pulang dan tinggal disini lagi?" tanya Kaisar, dan membuat Zia berhenti membacakan cerita.


"Mama sedang merawat nenek jadi, mungkin akan menunggu sampai nenek sembuh," jelas Zia pada Kaisar.


"Nenek siapa?" tanya Kaisar polos.


"Ya nenek mu, siapa lagi," ucap Zia gemas dan mencubit pipi Kaisar.


"Kata mama aku sudah tidak punya kakek nenek." Kaisar menatap Zia dan menjawab.


Zia yang mendengar di buat kaget, dia bingung kenapa Kaisar bilang begitu, sedangkan ayahnya memberi tahu hal berbeda. Apa ayahnya sengaja berbohong, lalu kemana tante Lidia. Pertanyaan-pertanyaan itu muncul di dalam pikiran Zia.


"Sudah cepat tidur lah," Zia milih mengakhiri pertanyaannya dan merapikan selimut Kaisar, untuk menutupi tubuh Kaisar.


"Selamat malam," Zia mengecup kening Kaisar dan mematikan lampu.


Zia keluar kamar Kaisar berjalan menuju meja makan, tapi saat sampai disana di tidak menemukan Arga dan ayahnya.


"Apa bibi melihat ayah?" Zia bertanya pada Bibi Amel yang kebetulan sedang merapikan meja makan.

__ADS_1


"Pak Adhi sedang di ruang kerja."


Zia yang mendapatkan jawab ayahnya dan Arga di ruang kerja, akhirnya memutusakn menunggu Arga di kamar, dan menanyakan tentang Lidia, besok pada ayahnya.


__ADS_2