Jodoh Cinta Lama

Jodoh Cinta Lama
Aku hanya mengingatkan


__ADS_3

Semalam Zia dan Arga menikmati makan malamnya yang indah di pantai dengan pemandangan matahari terbenam.


Setelah kembali ke hotel, mereka melanjutkan menikmati keindahan yang mereka buat berdua di kamar hotel.


**


Drt..drt...


Suara dering ponsel menyambut pagi Zia dan Arga, saat mereka sedang di alam mimpi.


Arga yang semalam tak melepaskan Zia sedetikpun membuat tubuh sepasang suami istri ini lelah, karena mereka baru tidur menjelang pagi.


Drt..drt..


Suara ponsel terus berdering, hingga membuat Arga meraba nakas dengan mata tertutupnya.


"Halo" ucap Arga pertama kali mengangkat sambungan telepon.


"Halo ar" ucap sesorang dari sambungan telepon.


"Dari mana dia dapat nomer ponselku"


Arga yang mendengar suara dari sambungan telepon, langsung membuka matanya sempurna.


Arga langsung melihat Zia yang berada di sampingnya, dan membatin bahwa untung Zia masih tertidur pulas.


Arga perlahan-lahan menganggkat tangan Zia yang melingkar di dadanya, dan bergegas turun dari tempat tidur. Arga keluar dari kamar, berdiri di samping kolam renang, untuk menganggkat sambungan telepon, agar Zia tak mendengar.


"Ada apa kamu menghubungiku" ucap Arga dengan nada tajam seolah benar-benar tidak suka di hubungi.


"Aku hanya mengingatkan dirimu ar, kapan kamu akan menikahiku"


"Apa kamu belum bangun dari mimpimu" cibir Arga.


Suara tertawa menjadi balasan dari ucapan dari Arga, "Aku akan menjadikan mimpiku menjadi kenyataan ar, dan menjadikanmu berada dalam mimpi ku"

__ADS_1


Arga benar-benar geram mendengar ucapan dari sambungan telepon. Kemarin waktu di kantor, dia pikir wanita itu hanya main-main memintanya menikahinya.


"Aku akan menunggu mu besok, datang lah ke restoran di jalan wijaya jam makan siang ar, dan aku harap kamu datang"


Arga mendengar pemintaan yang penuh dengan ancaman, hanya memilih diam,.l dan dia tak menjawab lagi hingga sambungan telepon berakhir. Dia tak mau gegabah mengambil langkah.


Arga mengusap rambutnya kasar, rasanya dia bingung bagaimana cara menghadapi wanita iblis yang pernah menjadi kekasihnya itu.


"Ar" panggil Zia yang membuat Arga tersentak.


"Ya zi" ucap Arga berteriak dari luar kamar. Arga langsung melangkahkan kakinya saat mendengar Zia memanggilnya.


"Kamu dari mana?" tanya Zia dengan suara serak khas bangun tidur, saat melihat Arga masuk ke dalam kamar.


"Aku sedang manganggkat telepon dari Dave" ucap Arga memilih berbohong.


Arga melangkahkan kaki mendekat ke tempat tidur, dan merebahkan tubuhnya di samping Zia, menghadap ke wajah Zia dengan menopang kepalanya dengan tangannya.


"Apa ada perkerjaan yang penting ar, sampai Dave menghubungimu?" tanya Zia sedikit menengadah, karena Arga menyangga kepalanya dengan tangan, dan membuatnya lebih tinggi dari Zia.


"Tidak ar, kalau perkerjaanmu lebih penting aku tidak akan keberatan" ucap Zia tersenyum pada Arga.


"Maafkan aku zi"


"Baiklah, aku janji akan mengajakmu ke Bali lagi lain waktu" ucap Arga mengecup kening Zia.


**


Setelah rencananya untuk kembali ke jakarta pagi ini, Arga mengajak Zia untuk floating breaksfast di dalam kolam renang.


Mereka berdua menikmati sarapan yang di sediakan pihak villa di tray yang mengambang di atas air, yang sudah terdapat beberapa makanan untuk sarapan.


"Walaupun hanya dua hari, tapi aku senang ar berlibur kesini" ucap Zia seraya mengunyah makanannya.


"Makanlah dulu baru bicara" ucap Arga sinis melihat Zia yang sibuk berbicara disaat makan.

__ADS_1


Zia yang melihat Arga menegurnya hanya tersenyum.


"Lain kali aku akan membawamu kesini lagi" Arga sebenarnya merasa bersalah karena harus membawa Zia kembali ke Jakarta, tapi dia tak ada pilihan lain.


"Aku akan mengajak Nia, kalau lain kali kemari ar, pasti dia akan sangat senang"


"Kenapa kamu mengajaknya?, bukannya kita akan pergi berdua lagi" Arga menatap tajam Zia, sedikit kesal karena Zia berniat untuk mengajak temannya.


"Kenapa dia kembali menyebalkan"


"Apa salahnya aku mengajaknya ar, lagi pula kita sudah bulan madu, jadi lain kali kita kesini bukan berbulan madu lagi" Zia mencoba menjelaskan pada Zia.


"Kemana pun kita pergi, dan kapan pun kita jalan-jalan, itu termasuk bulan madu, jadi aku tidak mau di ganggu oleh siapapun" Arga berkata menegaskan pada Zia, bahwa dia hanya ingin pergi berdua.


"Sifatnya yang seenaknya saja, tetap tidak berubah" Zia langsung mencebik bibirnya, mulai kesal dengan Arga yang mulai seenaknya saja.


Arga yang melihat Zia kesal, mengerti dia begitu ingin mengajak temannya ke Bali.


"Baiklah, tapi hanya sekali saja, selebihnya kita hanya akan pergi berdua " Arga menekankan kata berdua di akhir kalimatnya yang dia ucapkan pada Zia.


"Baiklah, sekali saja aku akan mengajak Nia, dan aku juga akan mengaja Dave" ucap Zia yang senang mendengar Arga mengizinkan untuk mengajak Nia


"Kenapa Dave juga?" Arga mulai kesal kembali, saat Zia menambah satu orang lagi untuk di ajak.


"Kalau hanya Nia yang ikut, dia hanya akan sendiri saat kita berdua, apa kamu tidak kasihan"


Arga berfikir apa yang di katakan Zia ada benarnya, "Baiklah, kita akan ajak Dave juga"


Perdebatan mereka berakhir bersamaan dengan sarapan mereka pagi ini. Zia keluar dari dalam kolam renang dan membersihkan diri.


**


"Apa sudah selesai?" tanya Arga yang keluar dari kamar mandi, dan melihat Zia sedang mengemasi barang-barangnya.


"Sudah" ucap nya seraya berdiri.

__ADS_1


Akhirnya mereka kembali ke Jakarta setelah selesai bersiap, dan di antar oleh pihak villa menuju bandara.


__ADS_2