Jodoh Cinta Lama

Jodoh Cinta Lama
Ziga


__ADS_3

Selama beberapa hari ini, Arga di buat pusing mengingat bagaimana caranya dia menolak permintaan mantan kekasihnya. Arga yang menghubungi mantan asistennya di London, masih belum mendapatkan hasil yang maksimal.


Selama beberapa hari ini juga, Arga menyelesaikan perkerjaannya. Dia berniat menghabiskan akhir pekannya bersama Zia untuk ke Bali, sesuai janjinya seminggu yang lalu. Mengingat keadaan kaki Zia yang sudah kembali pulih, mereka memutuskan akan ke Bali akhir pekan ini.


Dia memilih untuk ke Bali untuk melupakan masalahnya yang sedang di hadapinya, sekaligus untuk menghabiskan waktu berdua dengan Zia.


Arga melajukan mobilnya untuk menjemput Zia. Sesampainya di boutique, Zia langsung masuk ke dalam mobil, karena Arga tadi menghubungi, dia tidak mau masuk ke dalam boutique.


"Kamu kenapa?" tanya Zia yang melihat wajah Arga terlihat kesal.


Flasback


"Dave gue mau ke bali, kalau nanti ada perkerjaan tolong loe tangani dulu" ucap Arga sebelum dia hendak melangkahkan kakinya untuk pulang.


"Loe bakal lama di bali?"


"Nggak sih, niatnya sabtu minggu aja, tapi kalau sampai nambah juga belum tahu" ucapnya dengan santai.


"Baiklah bos, silahkan nikmati bulan madunya, dan buatlah si Ziga" ucap Dave mengoda Arga.


Arga mengerutkan keningnya bingung dengan ucapan Dave, "Ziga siapa?" tanyanya bingung.


"Ziga, nama anak loe sama Zia" ucap Dave, "Zi untuk Zia dan ga untuk Arga jadilah Ziga" lanjut Dave dengan tertawa.


"Loe namaiin anak gue Ziga gitu?" tanya Arga tidak suka.

__ADS_1


"Bagus kan?" tanyanya dengan polos pada Arga.


"Bagus dari mana?" kesal Arga mendengar Dave memberikan nama untuk Anaknya.


"Cuma gue yang boleh kasih nama anak gue" tegas Arga pada Dave.


"Loe bagian bikin aja, gue sumbang nama"


"Kenapa harus sumbang nama?" tanya Arga yang masih tidak terima.


"Ya karena sumbang bikin nggak mungkin" ucap Dave mengoda Arga.


"Loe ya" ucap Arga yang kesal langsung ingin melayangkan tinju pada dave, saat mendengar ucapan Dave.


"Sory bro, becanda" Dave menangkis tangan Arga yang hendak melayang ke wajahnya.


"Awas ya loe berani-berani bilang begitu" ancam Arga.


"Gue mana berani sih deketin Zia, kalau yang punya macam loe yang super galak" ucap Dave masih tak takut mengoda Arga.


Arga yang mendengar Dave terus mengodanya, memilih untuk pergi menjemput Zia.


Flasback off


"Jadi Dave mau kasih anak kita nama Ziga?" tanya Zia memastikan saat Arga menceritakan pada Zia.

__ADS_1


"Iya" jawab Arga kesal.


"Namanya bagus kok" ucap Zia mengingat nama yang di berikan Dave, "Emang kamu nggak suka?" tanyanya lagi.


"Bagus apanya" ucap Arga sinis mengingat nama yang di berikan Dave, "Hanya aku yang boleh kasih nama"


"Emang kamu punya nama lain?" tanya Zia pada Arga yang tidak menyukai nama yang di berikan Dave.


"Ya nggak juga sih, aku belum ada nama" ucapnya pada Arga, "Udah nggak usah di pikir masalah nama" elak Arga sedikit kesal saat Zia menanyakan nama anak.


"Kenapa nggak usah di pikir?" Zia mulai kesal kenapa Arga tidak mau memikirkan nama anak mereka.


"Yang di pikir itu bagaimana caranya jadi anaknya dulu, bukan namanya dulu" ucap Arga datar dan masih fokus pada jalanan tanpa menoleh pada Zia.


Zia hanya memutar bola mata malas mendengar ucapan Arga.


"Bagaimana dia bisa mengatakan hal begitu dengan santai"


Sesampainya di apartemen, Zia menyiapkan baju untuk di bawa ke Bali, karena penerbangan mereka besok pagi-pagi sekali.


**


"Wah indah sekali pemandangan dari sini" ucap Zia saat melihat lautan yang terlihat dari villa yang dia tempati, saat dia baru saja datang, dan Arga yang melihat Zia hanya tersenyum kecil.


__ADS_1


"Jangan norak" ucap Arga, dan menarik lembut tangan Zia menuju kamarnya.


Setelah tadi pagi Zia dan Arga mengambil penerbangan pertama, pagi ini Zia dan Arga sudah sudah di Bali. Sesampainya di Bali, Zia dan Arga sudah di sambut oleh pihak villa yang menyambut dengan mengalungkannya dengan bunga di leher Zia dan Arga.


__ADS_2