Jodoh Cinta Lama

Jodoh Cinta Lama
Membujuk ayahmu


__ADS_3

Zia yang mengantar ayahnya ke rumah, akhirnya kembali ke butik sesaat kemudian. Sebenarnya dia bisa saja meminta tolong supir ayahnya, karena supir ayahnya sudah pulang setelah menjemput Kaisar. Tapi janjinya pada Arga untuk pulang dengan Dave membuatnya memilih pergi menaiki taxi.


Sesampainya di butik Zia langsung mengerjakan pesanan gaun milik pelanggannya. Saat sedang asik mengerjakan perkerjaanya Zia teringat dengan David, yang di mintanya untuk mencari informasi mengenai Jesica.


Akhirnya Zia mencari ponselnya di dalam tasnya. Setelah mendapatkan ponselnya, dia mengusap nomer David.


Cukup lama Zia menunggu David menganggkat panggilan teleponnya. Sampai akhirnya suara David dari seberang sana menyapa Zia. "Halo zi," sapa David pada Zia.


"Halo David," sapa Zia. "Em..aku mau mananyakan perihal Jesica yang tadi mengunjungi dokter kandungan?" Tanya Zia ragu-ragu.


Sejenak suara David menghilang. Tak ada jawaban dari David untuk Zia. Zia langsung menjauhkan teleponnya, melihat apa sambungan teleponnya terputus atau tidak. Dan dia mendapati sambungan telepon masih menyala. "Halo david." Zia mencoba memanggil David saat tak ada suara dari sambungan telepon.


"Iya zi, maaf aku tadi sedang mengambil sesuatu yang terjatuh." David mencoba mengelak. Padahal sebenarnya David sedang menimbang-nimbang apa yang di katakan pada Zia.


"Aku menanyakan, apa hasil pemeriksaan Jesica?, Apa kamu sudah mendapatkannya?" Tanyanya menjelaskan kembali.


"Oh soal itu. Aku sudah menanyakan dengan temanku yang menangani Jesica. Dia mengatakan bahwa Jesica hanya berkonstultasi mengenai datang bulannya saja zi." David akhirnya memilih berbohong. Dia merasa belum bisa mengatakan bahwa Jesica hamil.


Zia yang mendengar ucapan David menautkan kedua alisnya. "Tapi aku tadi melihat suster memberikan obat mual untuk ibu hamil." Zia tidak percaya dengan ucapan David, karena dia mendengar ucapan perawat pada Jesica.


"Itu bukan obat mual untuk hamil saja zi. Itu hanya obat mual yang bisa di konsumsi siapa saja. Kamu tahu bukan kalau wanita yang datang bulan kadang mengalami mual. Dan memang kadang dokter meresepkan obat itu juga. Jadi mungkin suster salah menyebut." David menjelaskan pada Zia.


Zia yang mendengan penjelasan David pun mengerti. "Baiklah, terimakasih untuk infonya."


"Sama-sama zi," ucap David.


Akhirnya Zia mengakhiri sambungan telepon dengan David, setelah mendapat informasi.


"Aku bersyukur jika Jesica tidak hamil. Jika ayah sampai tahu bahwa Jesica hamil, aku tidak bisa bayangkan bagaimana kecewanya ayah," gumam Zia setelah mendapatkan informasi dari David.

__ADS_1


Setelah Zia tenang, dia melanjutkan perkerjaanya. Tapi belum selesai Zia melanjutkan perkerjaanya, pintu ruanganya di ketuk. Zia langsung mempersilahkan untuk masuk. Dan ternyata Nia yang memberitahu bahwa ada Lidia yang datang untuk menemuinya.


Akhirnya Zia meminta Nia untuk mempersilahkan Lidia untuk masuk.


"Silahkan duduk tante." Zia yang melihat Lidia masuk ke dalam ruangannya mempersilahkan Lidia untuk duduk.


Lidia langsung menarik kursi di depan meja kerja Zia dan duduk tepat di depan Zia.


"Ada apa Tante kemari?" Tanya Zia. Zia sudah menebak. Pasti ada hal penting yang ini Lidia bicarakan padanya hingga membuat Lidia datang ke butiknya.


"Kamu sudah tahu bukan kalau ayahmu memintaku untuk pergi?" Tanya Lidia memastikan terlebih dahulu. Zia pun mengangguk menjawab pertanyaan Lidia. " Aku mau meminta tolong untuk meminta kamu membujuk ayahmu, agar aku bisa kembali tinggal di rumah. " Setelah melihat Zia mengangguk, Lidia langsung mengutarakan niatnya untuk datang.


"Zia sudah membujuk ayah. Dan Zia sedang menunggu ayah siap untuk menerima Tante di rumah kembali. Zia harap Tante bisa bersabar."


Lidia tidak menyangka bahwa Zia sudah membujuk suaminya sebelum dia meminta. Lidia berpikir, memang tidak ada sorot kebencian dari Zia untuknya. Padahal banyak hal yang sudah dirinya lakukan.


"Kalau Zia tahu, apa sebenarnya yang membuat ayah semarah itu?" Zia yang ingin tahu pu bertanya.


Akhirnya setelah Lidia mengetahui bahwa Zia sudah membujuk ayahnya, Lidia pun berpamitan.


**


Jesica yang menemani mamanya, memilih untuk menunggu mamanya di dalam mobil. Dirinya begitu malas sekali bertemu dengan Zia. Rasanya dia benar-benar merasa benci dengan Zia. Jesica merasa hidupnya hancur, dan semua itu berawal dari Zia. Jesica mengingat bagaimana mamanya meminta dirinya berkenalan dengan Arga.


Saat pesta ulang tahun Surya Pratama. Adhi dan Lidia di undang untuk menghadiri pesta tersebut. Lidia mengajak serta Jesica untuk menghadiri pesta.


Sesuai dugaan Lidia, bahwa Arga pulang dari London untuk menghadiri pesta.


Mengambil kesempatan di sela-sela pesta membawa Jesica menghampiri Arga.

__ADS_1


"Hai apa kamu Arga anak Pak Surya?" Tanya Lidia mengawali pertemuan mereka.


"Iya Tante." Arga yang mendapat pertanyaan dari seorang wanita paruh baya pun menjawab. Arga juga melihat wanita paruh baya di hadapannya tidak sendiri.


"Saya Lidia, istri Adhi teman ayah kamu." Lidia mencoba mengulurkan tangan, dan mengenalkan diri.


Arga yang melihat wanita paruh baya di hadapannya mengulurkan tangannya, langsung menerima uluran tangannya.


"Kenalkan, ini Jesica, anak saya." Lidia beralih pada Jesica. Dan mengenalnya pada Arga.


"Jesica," ucap Jesica seraya mengulurkan tangannya.


"Arga." Arga pun menerima uluran tanganya dan menyebut namanya.


"Kebetulan sekali saya bertemu kamu. Jesica ini mau kuliah di London. Tapi kami tidak mempunya sanak saudara di sana. Apa kamu keberatan untuk membantu kami." Lidia memulai aksinya membujuk Arga.


Arga yang mendengar ucapan Lidia menimbang-nimbang, untuk membantu. Tapi mengingat bahwa dia adalah teman ayahnya, akhinya dia menerima.


Jesica melihat dengan benar, sorot mata mamanya yang begitu bahagia. Padahal dia melihat Arga hanya melihat dirinya biasa saja.


Alhirnya setelah beberapa hari, seusai pesta. Jesica berangkat ke London. Dan saat berangkat, mamanya sudah mengingatkan Jesica untuk berusaha mendapatkan Arga.


Saat sedang mengingat pertemuan pertamanya dengan Arga. Lamunan Jesica harua berhenti, saat pintu mobil di buka. Jesica langsung menoleh, dan mendapati mamanya lah yang masuk ke dalam mobil.


Jesica langsung melajukan mobilnya menuju apartemen.


"Apa kamu tahu, ternyata Zia sudah membujuk ayahnya lebih dulu, sebelum aku memintanya." Lidia dengan semangat menjelaskan pada Jesica.


Jesica yang mendengar cerita dari mamanya, menarik garis senyum di wajahnya. Ternyata Zia terlalu baik hingga meminta mama dan adik tirinya kembali ke rumah ayahnya, sebelum di minta. "Lalu kapan kita akan kembali?" Tanya Jesica memastikan.

__ADS_1


"Kita bersabar saja, mama yakin sebentar lagi," ucap Lidia pada Jesica.


Rasanya Jesica sudah tidak sabar lagi untuk kembali ke rumah besar itu. Dirinya sudah merasa bosan tinggal di apartemen kecil milik mamanya.


__ADS_2