
Zia perlahan membuka matanya,melihat ke sekeliling kamar yang nampak kosong.
"Kamu sudah bangun nak,"ucap mama maria yang hendak masuk kedalam kamar Zia dan malah mendapati menantunya sudah bangun.
"Sudah ma,"
"Arga kemana ma,"tanya Zia saat melihat Arga tidak ada.
"Arga keluar untuk mengurus sesuatu,mungkin sebentar lagi dia pulang,"ucap mama maria seraya duduk di pinggir tempat tidur Zia.
Zia yang mendengar penjelasan mamanya hanya berfikir"Apa dia menemui David," batin Zia.
"Apa kamu ingin sesuatu,"tanya mama maria yang melihat menantunya menanyakan putranya.
"Tidak ma,"jawab Zia.
"Mama senang hubungan kalian sudah jauh lebih dekat,dulu mama takut kalau kalian tidak akan bisa menerima dengan perjodohan ini,"
"Iya ma,Zia juga senang Arga mau menerima Zia,"ucap Zia tersenyum.
"Apa sudah ada tanda-tanda,"tanya mama maria.
Zia yang sedikit bingung dengan ucapan mama maria,"Tanda apa ma?,"tanya Zia pada mertuanya.
"Tanda kehamilan"mama maria menjelaskan"Apa kamu sudah telat datang bulan,atau kamu sudah mual-mual?,"tanyanya lagi.
Zia yang mendapati mertuanya menanyakan tentang kehamilan sedikit malu.
"Belum ma"
"Ini pakai ini kalau sudah ada tanda-tandanya,"mama Maria memberikan testpack pada Zia.
__ADS_1
Sebenarnya Zia sungkan menerima pemberian mertuanya,tapi akhirnya Zia menerimanya.
"Terimakasih ma"Zia menerima pemberian mertuanya dan meletakkan di nakas.
"Mama harap kamu tidak menunda ya,karena mama ingin sekali menimang cucu,"
Zia menangkap raut wajah senang mertuannya saat membahas soal cucu.
"Zia tidak menunda ma,semoga Tuhan segera memberikan cucu untuk mama,"ucap Zia.
"Kamu nanti jangan hanya punya satu anak seperti mama,kamu harus punya banyak anak,"ucap mama Maria dan Zia hanya tersenyum.
"Saat Arga memilih kuliah di London,mama kesepian.Kalau nanti kamu punya anak lebih dari satu kamu tidak akan merakan yang mama rasakan,"
"Iya ma"
Saat tengah asik mengobrol,mereka mendengar pintu apartemen terbuka.
Dan benar saja,selang beberapa saat Arga sudah masuk kedalam kamar.
"Kalian disini?,"tanya Arga yang melihat mama dan istrinya di kamar.
"Iya,kamu sudah kembali?,"tanya Maria pada Arga.
"Iya"
"Karena kamu sudah datang mama akan pulang,"ucap mama Maria pada Arga.
Maria beralih pada Zia,"mama pulang dulu,kamu cepat sembuh biar cepat kasih cucu mama ,"ucap Maria sedikit berbisik.
Zia hanya mengiyakan dan tersenyum pada mertuanya.
__ADS_1
Setelah mama Maria memutuskan pulang,Arga mengantar mamanya sampai pintu apartemen.
"Kamu dari mana ar tadi?,"tanya Zia saat melihat Arga melangkahkan kakinya mendekat ke tempat tidur.
"Menemui David,"ucapnya seraya duduk di pinggir tempat tidur.
"Apa dia marah dengan mu?,"
"Aku rasa dia butuh waktu untuk menerima,"
"Aku harap persahabatan kalian tidak terganggu karena aku,"ucap Zia merasa bersalah.
"Bertengkar dengan teman adalah hal biasa,jangan di pikirkan,"Arga mencoba menenangkan istrinya.
Saat sedang asik berbicara mata Arga mendapati sesuatu di atas nakas.
"Apa ini,"tanya Arga seraya mengambil benda itu.
"Testpack,"serunya.
"Apa kamu hamil?,"tanya Arga menatap Zia.
"Tidak,"elaknya"Mama yang memberikannya tadi,"jelas Zia pada Arga.
"Mama memberiku ini,karena dia berharap aku hamil,"jelas Zia.
"Kalau gitu ayo wujudkan keinginan mama,"ucap Arga seraya mendekat.
"Ar,kakiku masih sakit,kamu jangan macam-macam,"ucap Zia sedikit mendorong tubuh Arga.
Arga langsung tergelak,"Aku tidak akan sekejam itu,aku akan menunggumu sembuh,"ucap Arga seraya mencium kening Zia.
__ADS_1