Jodoh Cinta Lama

Jodoh Cinta Lama
Berusaha mengenggam mu


__ADS_3

Setelah Arga memenuhi keinginan Zia untuk jalan-jalan, mereka memutuskan untuk ke pantai. Tapi sebelum mereka pergi, Arga meminta Zia untuk makan siang terlebih dahulu. Sesampainya di pantai Zia begitu senang sekali.


"Lihat pasir ini" ucap Zia menunjukan pasir yang di pijaknya. Rona bahagia begitu terpancar dari wajah zia. Kulit putih Zia, nampak merona di bawah sinar matahari di pantai. Senyum Zia terus terukir sepanjang perjalanan menyusuri bibir pantai.


Sejenak Zia berhenti, mandangi lekat pasir di hadapannya. Zia berjongkok, dan mencoba mengenggam erat pasir dengan tangannya.


"Dia tak bisa di genggam ar" ucapanya seraya berdiri menunjukan pada Arga, saat pasir-pasir yang berada di tangannya berhamburan keluar dari celah-celah jarinya.



Arga yang melihat aksi Zia mengenggam pasir, tersenyum, "Jangan mengenggamnya terlalu erat zi, semakin erat kamu mengenggamnya semakin dia akan terlepas dari genggaman mu, dan kamu akan kehilangan pasirnya" ucap Arga langsung ikut berjongkok.


"Genggamlah seperti ini" Arga menunjukan cara mengenggam pasir pada Zia, sehingga pasir tak berhamburan melewati jari-jarinya.


Zia pun ikut berjongkok kembali, dan mencoba mengikuti cara yang di berikan oleh Arga.


"Apa dirimu juga akan seperti pasir ar?, semakin erat aku menggenggam mu, kamu juga akan terlepas dari genggamanku, dan aku akan kehilangan dirimu" tanyanya pada Arga, dan fokus pada pasir yang di genggaman tangannya.


Arga langsung menatap Zia, dia merasa kata-kata Zia membuatnya takut akan kehilangan Zia.

__ADS_1


"Sebelum aku terlepas dari genggaman mu, aku akan berusaha mengenggam tanganmu agar kamu tidak terlalu erat" ucap Arga seraya mengenggam tangan Zia, dan sedikit melonggarkan genggaman tangan Zia, agar pasir di tangan Zia tidak terlepas dan berhamburan.


Zia seketika melihat tangannya, Zia melihat bagaimana Arga berusaha agar pasir di tangannya tidak berhamburan.


"Aku mohon, tetaplah selalu bersamaku, dan menjalani semua bersama, maka tidak akan pernah ada yang terlepas dan melepas" ucap Arga menatap kedua bola mata Zia. Mengungkapkan permintaan terdalam dari hatinya.


Zia yang melihat Arga menatapnya, mencari kebenaran dari kata-katanya, dan Zia mengangguk-anggukan kepalanya mengiyakan permintaan Arga, setelah tidak menemukan keraguan di mata Arga. Zia pun memberikan Arga sebuah senyuman sebagai tambahan jawabanya.


"Aku tidak akan pernah melepaskan mu "


"Ayo kita jalan-jalan" Arga berdiri, dan mengulurkan tangannya pada Zia.


Zia yang mendapat uluran tangan Arga, berdiri dan sedikit membersihan pasir-pasir yang menempel di tangannya, dia pun menerima uluran tangan Arga.


Udara pantai memang memberikan ketenangan tersendiri, bau pasir bercampur air laut menguap menciptakan aroma khasnya.


Arga berjalan mengajak Zia ke suatu tempat. Sepanjang jalan Zia terus bertanya, tapi Arga tak menjawab kemana akan membawa Zia.


Arga berhenti saat tujuannya sudah sampai. Dan Zia melihat dua kursi dan meja makan tersusun rapi dengan hiasan mengelilinginya.

__ADS_1



"Kamu yang menyiapkannya" tanya Zia.


"Apa kamu pikir aku akan bersusah payah menyiapkan semua ini" ucapnya pada Zia,


Zia mencebikan bibirnya mendengar bukan Arga yang menyiapkanya.


"Apa kamu tidak ingat, kalau bunda yang menyiapkan semua" Arga mengingatkan Zia, kalau acara bulan madu ini adalah ide bundanya.


Zia hanya mengangguk mengingat semua yang di ucapkan Arga.


"Aku memang tidak menyiapkannya, tapi aku menyempurnakanya" Arga menyombongkan dirinya.


"Ya, kamu benar, kamu yang menyempurnakannya, kalau kamu nggak ada, aku akan makan sendiri disini" ucap Zia menyindir Arga seraya tertawa.


Arga menatap tajam pada Zia, "Kamu sudah berani meledekku" ucapnya gemas dan mencium rambut Zia. Zia yang melihat Arga gemas, hanya tersenyum memperlihatkan susunan gigi putihnya.


Akhirnya mereka berdua menikmati matahari terbenam dengan menikmati sajian makanan. Suasana begitu indah, mereka bisa melihat langit yang memberikan warna jingga yang begitu indah.

__ADS_1


Zia begitu menikmati pemandangan indah di hadapannya, pemandangan itu begitu memanjakan mata indahnya. Arga yang melihat kebahagian yang tak berhenti dari Zia pun, ikut merasakan kebahagiaan Zia, dan tersenyum kecil.



__ADS_2