Jodoh Cinta Lama

Jodoh Cinta Lama
Rahasia


__ADS_3

Setelah Zia pergi, David mencoba menghampiri dokter kandungan yang merupakan teman David.


David menanyakan jadwal praktek pada perawat. Saat perawat mengatakan bahwa dokter sudah selesai praktek. Akhirnya David mengetuk pintu di ruang praktek dokter kandungan, seraya mendorong pintu.


"Pagi dokter Elisa," sapa David saat membuka pintu.


"Dokter David," ucap Elisa yang melihat David masuk. Elisa begitu terkejut melihat David mengujungi dirinya ke ruangannya.


David melangkahkan kakinya menghampiri Elisa. Dia menarik kursi yang berada tepat di depan meja praktek Elisa, dan duduk menghadap pada Elisa.


"Ada apa kamu kemari?" Tanya Elisa yang heran. Elisa yang sudah cukup lama mengenal David, bisa menebak kalau kedatangan David pasti ada hal yang penting.


"Aku ingin menanyakan pasienmu yang tadi datang menemuimu." Dengan ragu-ragu David mengatakan keinginannya.


Elisa sedikit bingung untuk apa David menanyakan pasiennya. " Pasien yang mana?" Tanya Elisa penasaran.


"Pasien atas nama Jesica," ucap David. "Tadi aku melihatnya datang ke tempatmu, apa dia sedang hamil?"


Elisa yang mendengar ucapan David terperagah. Mata Elisa menatap sejenak wajah David. Rasanya tiba-tiba dadanya terasa sesak, saat pria yang di cintainya itu, menanyakan wanita lain padanya. Dan yang lebih menyesakkan lagi adalah, wanita itu sedang hamil. "Kenapa kamu menanyakan wanita itu?" Elisa yang begitu ingin tahu pun mencoba menanyakan.


"Aku hanya ingin tahu, apa dia hamil atau tidak?" Tanyanya dengan tenang.


Elisa hanya bisa menerka-nerka, ada hubungan apa David dengan pasiennya. "Iya dia sedang hamil." Elisa menjawab apa yang dia tahu.


David yang mendengar dari Elisa jika Jesica hamil, langsung membulatkan matanya. Dia benar-benar tidak percaya apa yang di dengarnya.


Elisa yang memperhatikan David, bisa membaca raut wajah terkejut dari David. Rasanya seperti terkejut mendengar kekasihnya sedang hamil. "Apa dia kekasihmu?" Elisa mencoba memberanikan diri menanyakan hal itu pada David.


David mengerjap saat mendapatkan pertanyaan dari Elisa. Lamunannya akan Jesica membuatnya terdiam. " Bukan, dia kekasih temanku," elak David pada Elisa.


Ada terselip rasa lega di hati Elisa, saat mendengar bahwa wanita yang menjadi pasiennya, adalah kekasih teman David.


"Terimakasih informasinya Elisa." David berucap seraya tersenyum.

__ADS_1


"Sama-sama," ucap Elisa.


David berdiri dan mendorong kursinya ke belakang. David berbalik hendak melangkah menuju pintu ruang praktek Elisa, untuk keluar. Tapi dia berbalik kembali menatap Elisa. "Jika kamu ada waktu, aku ingin mengajakmu besok, untuk makan siang." David yang merasa tidak enak, hanya mencari keuntungan saat mendapat infomasi. Akhirnya memilih untuk mengajak Elisa untuk makan bersama.


Pipi Elisa langsung merona mendapat tawaran dari David. Ingin rasanya dia berteriak, karena merasa sangat bahagia mendoat tawaran pria yang dia sukai. Tapi dia berusaha tidak membuat dirinya malu di depan David. "Iya."


David langsung melangkahkan kakinya setelah mendapat jawaban dari Elisa. Dia keluar dari ruangan Elisa dan menuju ruangannya.


Di dalam ruangannya, dia memikirkan informasi yang di berikan Elisa. Tapi sejenak terlintas foto hubungan intim Arga dan Jesica. "Kalau Jesica hamil, apa jangan-jangan itu anak Arga?" David menerka -nerka setelah mengabungkan informasi, dan foto yang pernah di lihatnya.


David langsung memikirkan Zia, saat dia menebak itu adalah anak Arga. "Bagaimana nasib Zia kalau di tahu, Jesica hamil anak dari Arga." Rasanya, David benar-benar tidak tega untuk mengatakan hal itu pada Zia. Akhirnya David memilih untuk tidak mengatakan pada Zia untuk waktu ini.


***


"Dari mana kamu?" Tanya Lidia pada Jesica yang baru saja masuk ke dalam apartemen.


Jesica hanya memutar bola mata malas, mendengar pertanyaan mamanya. "Mencari udara segar." Jesica yang malas memilih berbohong.


"Bisa-bisanya kamu menikmati udara segar di waktu seperti ini. Apa kamu tidak sadar, bahwa kita bisa saja kehilangan segalanya." Lidia yang kesal meluapkan pada Jesica.


Lidia sendiri tidak tahu, apa yang harus di perbuatnya. Suaminya yang tidak mengizinkan untuk pulang, membuatnya benar-benar kebingungan. Rasanya dia masih benar-benar kesal dengan ulah Jesica yang sampai melepas Arga begitu saja.


Lidia mengingat bagaimana perjuangannya bertahun-tahun, untuk mendekatkan Jesica dengan Arga.


Lidia yang menikah dengan Adhi merasa sangat senang. Saat pernikahan mereka, Lidia sudah memiliki anak perempuan dari suami terdahulu, yang sedang duduk di bangku SMA kelas satu. Dan Adhi juga memiliki anak perempuan yang baru saja lulus SMA, dari mendiang istrinya. Adhi dan Lidia sepakat menjadikan keluarga mereka menjadi satu.


Satu bulan pernikahan mereka, semua sangat bahagia. Lidia menyanyangi Zia, sama dengan bagaimana Lidia menyanyangi Jesica.


Tapi semua berubah saat teman Adhi, yaitu Surya datang ke rumah, untuk mengingatkan perjodohan, yang mereka sudah rencanakan dari dulu. Rasa tidak terima saat mendengar bahwa Zia, akan di nikahkan dengan anak orang terkaya di kota mereka, membuat Lidia berubah sikap pada Zia.


Dia sangat berharap Jesica lah yang di nikahkan dengan Arga. Sampai pada saat Lidia hamil, dia meminta Zia untuk meninggalkan rumah, dengan alasan Lidia yang sedang hamil tidak menyukai Zia di rumah.


Lidia tahu, bahwa Zia begitu kaget. Tapi Lidia tidak perduli. Dengan keluarnya Zia dari rumah, dia berpikir bisa mengambil kesempatan untuk mendekatkan Jesica dengan Arga.

__ADS_1


Akhirnya Zia memberi alasan pada ayahnya, kalau dia ingin mandiri, dan meminta Izin untuk tinggal sendiri. Awalnya Adhi tidak merestui Zia untuk tinggal sendiri. Tapi Zia berusah meyakinkan Adhi bahwa dia bisa tinggal sendiri. Akhirnya Adhi memberikan izin pada Zia, untuk tinggal sendiri.


Kebagaiaan begitu melingkupi hati Lidia. Satu krikil kecil sudah dia bisa singkirkan. Tinggal dia memikirkan langkah selanjutnya. Tapi nampaknya keberuntungan belum berpihak padanya. Lidia mendengar bahwa Arga melanjutkan kuliah ke London. Lidia begitu geram, kehilangan kesempatan untuk mendekatkan Jesica dan Arga.


Sampai pada saat ulang tahun Surya. Akhirnya Lidia bisa bertemu dengan Arga. Di situlah Lidia meminta Arga, untuk membantu Jesica yang sedang ingin kuliah ke London. Arga yang merasa Lidia adalah istri teman ayahnya, akhirnya bersedia membantu. Dan Lidia pun mengirim Jesica ke London untuk kuliah, dan mendekati Arga.


"Ma," panggil Jesica yang melihat mamanya melamun.


Jesica yang sedang mengingat rahasia yang di tutup rapat olehnya, merasa kaget saat Jesica memanggilnya.


"Kita harus kembali ke rumah itu, " ucap Lidia pada Jesica.


"Bagaimana caranya ma. Mama tahu bukan, papa Adhi begitu marah pada kita." Jesica yang ingat betul bagaimana papa tirinya itu memintanya pergi.


"Zia." Satu nama yang di pikir Lidia untuk membantunya kembali ke rumah suaminya.


Jesica menautkan kedua alisnya, mendengar nama Zia di sebut oleh mamanya. "Maksud mama, kita minta tolong Zia begitu?" Tanya Jesica memastikan.


"Iya."


Setelah mengiyakan pertanyaan Jesica. Lidia langsung terpikir untuk datang ke butik Zia. Dia akan membuat Zia bisa membantunya kembali ke rumah.


.


.


.


.


Terimakasih sudah setia membaca


Jodoh Cinta Lama.

__ADS_1


Maaf jika masih suka terlambat untuk update.


Yuk jangan lupa like dan Vote biar author terus semangat. Terimakasih sebelumnya


__ADS_2