Jodoh Kakak Ku

Jodoh Kakak Ku
Bab 28 Di mobil


__ADS_3

Makan malam dirumah andra dan bella sudah selesai dimas mengajak erina untuk pulang karena sudah cukup malam. Erina yang masih asik mengobrol dengan bella terpaksa mengiyakan keinginan suaminya untuk segera pulang.


Bella mengatakan pada erina lain waktu bella akan main kerumahnya, erina dan bella sama-sama saling cocok. Dan erina pun mendapatkan tekan baru di negri orang. Bellapun juga begitu selama 3 tahun tinggal disini dia tidak cukup banuak memiliki teman. Dengan adanya erina sangat membuat bella senang.


Bella dan andra mengatarkan erina dan dimas sampai ke depan pintu rumah. Setelah mobil dimas pergi bella dam andra pun segera masuk ke dalam rumah.


" sayang.....kamu merada ada yang aneh gak sih dengan erina dan dimas"


" aneh sih gak cum biasa aja gitu"


" biasa aja gimana sih sayang...."


" gak kayak pengentin baru......kita aka yang udah 3 tahun menikah aku maunya nempel terus sama kamu sayang" sambil mencium bibir bella dengan mesra.


" iyaa....sih aku ngerasanya mereka to sama- sama menjauh gitu kayak ada jarak"


Andra terus saja bergelayutan mesra pada bella mencium pipinya sampai lehernya yang membuat bella merasa geli......tak berhenti disitu andra mulai memainkan tanganya nakalnya merajahi tubuh bella yang paling ia sukali...rupanya setelah bella keguguran andra belum pernah bercinta lagi dengan bella.


" stop......sayang......." keduanya sudah kehabisan nafas setelah berciuman cukup lama.


" whay.......sayang....kenapa......aku kangen sekali sayang.......is ok semua akan aman aku janji....." rayu andra sambil menciumi pipi dan bibir istrinya tiada henti.


" sayang.....tapi aku masih takut.......takut jika aku hamil lagi dan aku harus kehilangan lagi......" bella juga tidak bisa menolak ciuman dan belaian andra.........


" is...ok...sayang semua akan baik-baik saja"


Keduanya semakin hanyut dalam bergulatan yang panas itu sampai andra mengendong dan memindahkan bella ke tempat tidur yanf ada dikamarnya.

__ADS_1


Di dalam mobil


Erina dan dimas sejak tadi hanya diam saja mulut mereka sama-sama terkunci rapat tak sepatah katapun terucap dari mereka. Erina yang ganya memandangi keluar cendela merasa dia haru memulai berbicara.


"mas erina mau bicara bisa kita menepi sebentar"


" kalau mau biacara bicara saja gak masalahkan kuk kalau sambil jalan "


" oohh....maksud erina supaya lebih nyaman tapi ya sudah, mas dimas erina mau ambil sekolah 1 musim, saya gak bisa hanya berdiam diri dirumah terus jadi saya sudah memdaftar untuk musim ini dan akan dimulai pekan depan" erina menjelaskan panjang lebar pada dimas


" ok kalau itu menurut kamu baik" dimas menjawab dengan singkat.


Erina sedikit merasa kesal dengan dimas dia sudah bicara panjang lebar dan suaminya hanya menjawab dengan nada datar aja.


" jadi mas dimas tidak keberatan"


" gak kenapa harus keberatan itu lebih baik dari pada kamu terus berdiam diri dikamar"


" Oohh mana saya tau dijika kamu berkerja di dalam kamar karena saya tidak pernah melihatnya jadi saya kira kamu tidak mengerjakan apapun"


Erina sudah malas me jawab komentar dimas. Dia memilih memandang keluar dan berharap segera sampai ke rumah. Dimas juga fokus menyetir dan tidak berkomentar apapun lagi.


Tak berapa lama mereka sudah samapai dirumah erina segera masuk ke dalam kamarnya. Dimas sebenarnya cukup penasaran dengan kamar erina dia belum pernah masuk dan melihatnya. ketika erina membuka pintu kamarnya dimas sedikit mengintip tapi ya tidak tdrlihat apapun karena erina mematikan lampunga.


Ya sudahlah mereka sama - sala lelah dan masuk ke kamar masing-masing


Tapi keduanya tidak bisa tidur karena pertengkaran di mobil tadi. Erina hanya membolak balikan badanya ke kanan dan kekiri dia memejamkan matanya tapi tidak bisa tidur juga. Akhirnya erina memilih menyalakan lampu dan duduk di meja kerjanya.

__ADS_1


Ya erina memilik meja kerja untuk menggambar semua disain-disain baju-bajunya. Ini sudah kertas ke 10 yang baru menggambar garis lalu dia membuangnya ke tempat sampah. Rupanya malam ini erina benar-benar tidak mute untuk melakukan apapun. Hatinya kacau dan tak tau harus berbuat apa lagi.


Dimas hatinya memang beku mungkin kakaku beruntung tidak jadi menikah dengan pria seperti dimas. Dan erinalah yang menikah dengan jodoh kakak nya.......erina menangis ingat kakaknya ketika ada kakaknya ada tempat erina mengadu bahkan ketika tidak bisa tidur erina selalu pergi kekamar kakaknya.


Kini harus kemana erina pergi tidak mungkin kekamar suaminya yang dingin itu. Erina teringat kata -kata kakaknya ketika kamu resah ambil air wudhu lalu sholat 2 rokaat dan adukan semua gelisahmu takut mu kepada Allah saja.


Erina buru-buru pergi mengambil air wudhu benarnya saja setelah itu hatinya mulai tenang dan erina melaksanakan 2 rokaat di malam itu.


Sementara dimas yang juga tidak bisa tidur memilih keluar kamarnya dan pergi ke dapur dan membuka pintu kulkas. Begitu membuka kulkas dimas kaget banyak sekali tulisan nama erina disetiap makanan yang ada di dalam kulkas.


Dia tertawa kecut apa artinya yang diberi nama erina tidak boleh dia ambil. Hhhhhmmm batinya. Padahal kalau dipikir erin belanja juga menggunakan uang yang ia berikan lantas apa dimas juga harus berbelanja sendiri untuk kebutuhanya. Dimas membuka pintu kulkas yang sebelah lagi nah tambah kaget lagi disana tertulis maaf karena erina tidak tau apa yang mas dimas butuhkan jadi stok makanan untuk mas dimas belum erina belikan.


Sontak dimas merasa heran dengan tingkah erina yang aneh-aneh ini. Kerena sibuk dimas juga sudah beberapa hari tidak membuka kulkas. Baiklah untuk sementara ambil saja punya erina toh....itu dibeli dengan uangnya juga


Pagi-pagi sekali dimas sudah bangun dan berangkat lari keliking komplek seperti biasanya dan pintu kamar erina masih tertutup rapat tandanya yang punya kamar masih terlelap dalam tidurnya.


Di depan rumah dimas sudah ada susu langganan dimas. Dimas yang biasa mengambilnya dan membawa masuk. Dilihat kamar erina masih tertutup rapat dimas masuk ke dapur dan memanaskan susu kemudia dia mencari serial untuk sarapan. Karena ini hari minggu dimas lebih santai hari ini. Dan dia berencana untuk mengajak erina pergi kesuatu tempat.


Dimas ragu apa dia harus membangunkan erina dan mengetuj pintu kamarnya. Sudah beberapa kali mondar mandir didepan kamar erina tapi tidak kunjung ia ketuk. Tapi jika tidak dibangunkan jam berapa dia mau bangun.


Tokkk.....tok.......tok....


Dimas mengetuk pintu kamar erina 3 kali dan belum ada jawaban dari dalam sana.


Dimas mencoba lagi sambil memanggil nama erina.


" Erina......erina.......bangun....."

__ADS_1


Samar-samar erina mendengar suara dari luar kamarnya.....erina baru tertidur selepas sholat subuh tadi. Jadi wajar saja jika dia masih sangat mengantuk.......


Dengan berat erina bangun dari tempat tidurnya yang hangat dengan membawa semutnya. Dengan mata yang masih setengah merem melek erina membuka pintu.


__ADS_2