
Di pemakaman elit di pinggir kota tampak semua berpakain hitam sambil menengadahkan tangan ketas mengamini doa yang sedang dipanjatkan salah satu ustad yang dengan khusuk membacakan doa.
Bunga mawar putih menutupi seluruh makan yang baru ditutup. Dimas ditemani bagas dan juga om adi sendiri yang menurunkan jenazah ibu kandungnya ke liang lahat.
Dimas terlihat sangat tegar selama proses pemakaman berlangsung. Walau sesekali dia meneteskan air mata tapi dengan cepat juga segera dihapusnya.
Erina dengan setia ada disampingnya terus memegang tanganya untuk menguatkan suaminya, sesekali erina juga menghapus air mata suaminya yang menetes.
Walau erina juga tak kuasa menahan air matanya disaat prosesi berlangsung.
Pak prabu juga terlihat sangat tegar didampingi bu asri. Tak ada penyesalan lagi dihatinya. Pak prabu juga telah melepas kepergian istri keduanya itu dengan penuh keiklasan dan diiringi dengan Asma Allah dan juga lantunan ayat - ayat Al quran.
Flasback on
Setelah mereka semua masuk ke ruangan itu semua orang berkumpul berganti an membisikan asma Allah dikedua telingan bu bunga dimas disebelah kiri dan pak prabu dikanan dan yang lain ada disamping tempat tidur.
Setelah kurang lebih 1 jam kemduian bu bunga pergi dengan tenang dan dengan sangat indah dan halus. Tampak semua orang menangis setelah dokter menyatakan jika bu bunga telah pergi.
Tapi semua telah iklas dan pasrah pada Allah pasti rencaNya adalah yang terbaik.
Flasback off
Pak prabu bersimpuh di samping makam istrinya dan berdoa cukup lama. Setelah itu dia bangkit dan mengucapkan terima kasih kepada semuanya yang sudah datang dan mendoakan.
Satu persatu para pelayat mulai pergi dan tinggalah dimas disana ditemani erina juga adik - adik dimas.
" bu....dimas.....pamit ya......insyallah dimas akan sering datang nanti....juga bersama cucu ibu nanti dia pasti akan tetap mengenal neneknya walau hanya dari cerita doa dimas selalu untuk ibu " sambil mencium nisan yang bertuliskan nama ibu kandung dimas.
" erina juga pamit ya bu.....insyallah bersama mas dimas dan nanti cucu ibu erina akan sering kesini dan doa erina tidak akan pernah erina lupakan "
Dimas dan erina kemudia beranjak pergi sambil bergandengan tangan.
1 minggu kemudian.
__ADS_1
Satu minggu sudah berlalu hampir setiap hari dimas erina bapak dan ibu selalu pergi kemakam selama 7 hari ini.
Ruang tengah ibu tengah bersama erina mereka bedua sedang asik mengobrol disaat dimas datang.
" hey.....sayang kamu disini.....saya cariin....."
" maaf mas tadi mas tidur nya enak banget jadi erina gak bangunin "
" mas.....kamu mau makan sekarang mbok darmi sudah masak makanan kesukaan kamu biar ibu suruh siapkan "
" nanti saja bu dimas masih kenyang tadi dimas makan buah sebelum tidur, bapak kemana bu..."
" ada diruang kerjanya......biarlah bapak mu mungkin masih butuh waktu untuk sendiri maklum saja mas.....seperti separuh jiwanya yang pergi "
" hhhmmmmm.......ibu salah....bukan separuh jika asri......saya memang kehilangan bunga tapi saya tau pasti adalah ada kamu yang selalu setia menunggu saya disini....."
" bapak.........."
Bapak duduk mendekati istrinya.......
" hhhmmm.....iya mas......lagi pulang erina juga sudah hamil besar apa kalian akan kembali ke Amerika....mau melahirkan disana ?? "
" soal melahirkan dimana dimas serahkan sepenuhnya pada erina bu nyamanya dimana dimas mengikuti saja, untuk perusahaan dimas sudah pikirkan baik - baik.....dimas akan kembali secepatnya tapi bairkan dimas kembali ke Amerika barang 1 minggu saja untuk mengurus semua dan yang tidak sempat kami bawa kemaren karena terburu - buru "
" Alhamdulillah........bapak menantikan kamu kembali setelah ini bapak dan ibu lebih memilih tinggal di bali berkebun memelihara ikan berolah raga tanpa harus memikirkan perkerjaan "
" iyaa pak tapi setelah cucu kita lahir , gimana erina sekarang kamu mau melahirkan dimana "
" erina.....sih maunya disini saja bu dekat dengan orang tua karena erina pasti butuh bimbingan dan bantuan ibu dan mama "
" Alhamdulillah erina.....kita juga harus siap - siap untuk acara 7 bulan kehamilan kamu yaa ibu harus segera bicara sama mama kamu ini "
" iyaa betul kapan kira - kira hari baiknya dimas kalau kamu harus segera kembali kesana lakukan dengan cepat dan segera kembali serahkan semua urusan pada andra "
__ADS_1
" iyaa pak ini dimas sudah menyuruh asiten dimas beli tiketnya mungkin lusa dimas berangkat "
Kehangatan keluarga kembali terjalin berlanjut sampai makan malam. Makan malam formasi lengkap bapak ibu dimas erina bagas dan juga gendis.
Dengan menu special masakan mbok darmi membuat semua makan dengan lahapnya.
setekah makan malam pun mereka masih bercengkrama di ruang tengah sambil menonton tv dan melihat hasil lukisan gendis.
Gendis yang sebentar lagi akan berangkat keluar negri melanjutkan sekolah seninya.
" mas sesuai janji mas setelah mas kembali berikan bagas cuti untuk jalan - jalan mencari foto bagus gak lupa kan "
" iya iya gak lupa tapi nanti setelah keponKan kamu lahir kalau kamu pergi siapa yang akan fotoin keponakan kamu pas lahir nanti "
" mas....bagas itu bukan specialis foto baby bagas gak bisalah masuk keruang bersalain bisa - bisa pingsan "
" kan mas bilang foto baby bukan foto pas bersalin klau itu juga mas gak bakal ngijinin gas...."
Malam sudah cukup larut semua sudah masuk kemar masing - masing. Dimas yang sedang sibuk mengelus perut erina sambil tiduran dan juga sambil mengajak bicara baby didalam perut dan berulang - ulang mencium perut erina.
" baik banget sih anak papa ini.....anak papa....gak pernah minta aneh - aneh gak rewel juga gemes....papa nak...."
" mas.....dia to masih didalam perut lhoo kuk kamu gemesin sih... Gimana besok kalau udah lahir pipinya habis diciumin terus."
" habis gemes banget sih sayang....oiyaa besok pas mas keamerika kamu kerumah mama aja biar lebih nyaman terus kasian mama dan papa pasti juga masih kangen sama kamu sayang "
" erina sih disini disana sama aja mas semua rumah erina juga kan.....tapi gak papa ya erina kerumah papa sama mama kangen juga erina "
" mas janji cepet selesain semua urusam disana biar copet bobok bertiga lagi sama anak papa....yang gemesin ini.....gemes....."
" aduh.....aduh...mas geli ihhh........pelan pelan ya....papa......"
" maaf ya sayang........"
__ADS_1
" is ok............"