
Pria itu tak lain tak bukan adalah dimas....waktu sudah menunjukan jam 11 malam dan acara masih berjalan. Masih banyak yang menikmati pesta yang sangat meriah itu.
Tapi berbeda dengan dimas yang dari tadi sudah tidak nyaman ada dipesta. Dari tadi ia hanya memandangi istrinya saja dari kejauhan. Karena harus menyapa para tamu undangan.
Dimas membawa kabur istrinya dari hiruk pikuk pesta itu. Apalagi dimas terus saja terbayang kecantikan istrinya yang paripurna.
Masuk kedalam lift tak ada seorang pun dimas langsung mendaratkan ciuman mesra dibibir erina. Bak gayung bersambut erina juga langsung membalas ciuman dimas tak kalah mesranya.
Tak berapa lama lift terbuka erina dan dimas segera menghentikan aktifitasnya dan langsung berjalan menuju kamar mereka sambil sedikit berlari dan saling melempar senyuman.
" sayang anak - anak sudah aman kan "
" sesuai perintah anak - anak sudah aman "
Masuk kamar hotel dimas melepas sepatunya dan juga jas dan dasinya, erina juga langsung melepas sepatu dan meletakan tasnya disembarang tempat.
Tanpa aba - aba kedua langsung melanjutkan ciuman yang tadi terjeda. Ciuman yang sangat mesra dan semakin dalam. Dimas kemudian membawa erina duduk dipangkuanya tanpa melepaskan ciumanya.
Tangan dimas mulai bermain menjelajahi erina begitu juga sebaliknya. Kini sudah tak ada lagi rasa malu atau sungkan antara dimas dan erina.
Keduanya semakin terlena dengan gairan malam ini yang sangat panas dikamar dimas dan erina. Erina melepaskan ciuman itu dia pandang mata suaminya dia belai rambutnya sambil sesekali memberikan kecupan.
Erina melepaskan kancing kemeja dimaa satu persatu. Setelah itu giliran dimas beraksi karena erina menggunakan gaun panjang, erina berdiri diharapan dimas. Dimas mulai melepaskan perhiasan erina satu persatu, setelah itu dimas menarik kancing belakang erina dan menurunkanya pelan pelan sambil mberikan kecupan kecupan kecil.
Dimas membawa erina ke tempat tidur dan aktifitas panas itu berlanjut ditempat tidur dengan penuh gairan. Dimas dan erina saling bekerja sama memberikan kepuasan batin.
Kini tak ada lagi batasan antara dimas dan erina keduanya menyatu dengan sempurna. Seperti biasa setelah bercinta dimas selalu berterima kasih kepada erina dan selalu mengucapkan cintanya kepada istrinya itu.
__ADS_1
Setelah beberapa waktu dimas membawa erina untuk berendam dengan air hangat dan kembali dimas melancarkan seranganya kepada erina, karena sudah terbiasa dengan dimas tentunya erina juga langsung menyambut serangan dimas dengan senang hati.
Malam panas itu sepertinya menjadi malam yang panjang bagi dimas dan erina.
3 hari kemudian dirumah dimas.
Erina tengah sibuk menyiapkan makan siang untuk anak dan suaminya tentunya. Kebetulan hari ini adalah hari libur jadi erina dan bagas lebih suka menghabiskan waktu dirumah.
Sementara itu dimas tengah menemani anak - anak bermain diruang bermain yang disiapkan khusus untuk anak - anak. Setelah semua siap erina memanggil suami dan anaknya untuk makan bersama.
" mas......yuk makan sudah siap....".
" ok mama.......anak - anak ayo kita mamam dulu mama sudah memanggil setelah makan kakak lita dan dedek arsya terus bobok siang ok...."
Dimas segera membawa mereka ke meja makan dengan hidangan yang sudah tersaji. Lita dan arya duduk dikursi khusus anak dan mereka sudah terbiasa makan sendiri walau masih didampingi erina.
Erina jika hari libur selalu menyempatkan diri untuk masak untuk suami dan anaknya.
" sup buntut sayang.....eeemmm ini pasti enak dan pasti kamu makanya lahap "
" hhhhhmmmmm enak banget baunya sayanh nasinya mau agak banyakan ya."
" iya mas ini boleh kuk dihabiskan, suster anak - anak taruk aja di kursinya suster kebelakang saja makan juga sama - sama yang lain biar anak - anak sama saya."
" baik....bu...."
Mereka menikmati makan siang dengan penuh kehangatan. Sejak tinggal di jalarta dimas juga menjadi lebih berisi badanya kini tak lagi atletis karena erina selalu meladeni makan dimas dengan sangat baik.
__ADS_1
" sayang ini enak banget sup nya mau tambah nasi lagi ya "
" mas makanya pelan - pelan aja gak usah buru - buru " disela - sela dimas makan pasti selalu menyuapi erina yang sibuk dengan makanan anak - anak.
Dimas memperharikan istrinya dan anak anaknya senyum lebar mengembang dibibir dimas yang sangat bersyukur dengan apa yang ia miliki sekarang istri dan anak - anak yang manis dan juga lucu.
Walau tak mudah juga untuk mencapai titik ini diperlukam perjuangan. Walau dimas semakin sibuk berkerja di hari biasa tapi dimas sengaja tidak berkerja di hari sabtu dan minggu khusus untuk keluarga.
Terkadang juga mereka menghabiskan waktu dirumah gondo kusumo atau dirumah atma jaya.
" sudah selesai makan ayo kita ganti baju dan cuci tangan dan kaki lalu kita bobok siang ya anak - anak "
" papa nya diajak gak ma......."
" hhhmmmmm diajak dong pa......"
" yey......kita bobok dikamar kakak aja kalau gitu ma....."
" ok papa....."
Kegiatan mereka dilanjutkam dengan tidur siang berempat dikamar kakak lita.....
Bersambung........
Jangan lupa ya
Like...like.....
__ADS_1
Terima kasih semua