
Siang hari erina tengah sibuk mempersiapan makanan sebenarnya erina dan dimas bangum cukup siang karena memang mereka tertidur cukup larut malam. Sementara itu dimas tengah sibuk dengan ponselnya rupanya dia meminta sesorang untuk mengambil paspor dirumah dan membawakan beberapa barang tanpa sepengetahuan erina dimas juga sudah membeli tiket pesawat untuk lusa kembali ke amerika.
Dimas memang sengaja ingin segera kembali dan meninggalkan negara ini untuk waktu yang cukup lama mungkin. Di dalam hati dimas masih belum bisa menerima kenyataan jika dirinya bukan anak kandung dari seorang ibu yang begitu ia cintai dan hormati selama ini.
" mas.....makan yuk........"
" iya......sayang kira - kira kamu mau ada barang yang diambil gak dirumah mama "
" Kenapa mas, sepertinya iyaa hari ini saya boleh pergi sebentar "
" Iyaa boleh nanti saya antar ada yang mau saya urus nanti sekalian pamit papa dan mama kita berangkat lusa ke amerika "
" Mas.......lusa......tapi mas apa tidak sebaiknya......mas selesaikan dulu soal.....soal....."
" Soal apa.....gak ada yang harus diselesaikan jadi lebih baik kita pergi secepatnya "
" Tapi mas pergi dari sini saya rasa juga bukan jalan keluar yang baik, maaf mas erina lancang mungkin tapi mas erina mohonas mau bertemu ibu satu kali saja dan dengarkan ibu setelah itu erina janji tidak akan bertanya dan apapun keputusan mas dimas erina akan menurut tanpa bertanya "
Erina sambil terus memohon pada sumainya dan membujuk untuk mau menemui ibu nya sekali saja karena dengan itu ada setitik harapan yang mungkin hanya satu titik bisa menjadi cahaya terang untuk hubungan dimas dengan ibu kandungnya.
Setelah perdebatan yang cukup alot akhirnya erina bisa membujuk dimas untuk pulang kerumah ibu nya hari ini. Tapi dengan syarat hanya akan ada dimas dan ibu nya tidak ada orang lain dirumah.
__ADS_1
Erina segera memberitahu ibu asri dan erina juga sudah memberitahu syarat yang dimas inginkan tanpa pikir panjang bu asri pun menyetujuinya. Sebenarnya Pak prabu keberagan dengan hal ini karena ini adalah tanggung jawab nya juga tidak semata - mata hanya istrinya saja. Tapi bu asri menyakinkan suaminya agar menyerahkan semuanya kepadanya biarlah dimas mendengar semua dari mulutnya bukan dari orang lain.
Dan Pak prabu memilih untuk pergi dan sengaja beberapa pelayan juga diberi pekerjaan diluar rumah agar suasan rumah lebih sepi.
Dan setelah mengantar erina kerumah orang tuanya dimas segera pergi menuju rumah keluarganya. Begitu datang mobil dimas langsung diparkir tepat didepan pintu masuk rumah besar bergaya joglo itu. Hanya ada satu asisten rumah tangga yang membukakan pintu untuk dimas dan juga pengasuhnya sejak bayi mbok darmi yang juga mengetahui kebenarnya.
" Monggo mas.......dimas cah bagus.......ibu sudah menunggu di ruang belajar "
" Makasih mbok........simbok ijinkan saya bertanya apakah simbok juga salah satu dari orang yang mengetahui suatu kebenaran "
" Simbok ini hanyalah abdi dirumah ini den bagus......apapun baik buruk dalam rumah ini simbok yang paling tau dan yang paling akan menutup rapat, cah bagus jika kamu masih menggap simbok ini adalah orang yang dulu juga ikut membesarkan kamu tolong mas........tolong di pahami kondisi saat itu nggeh........mas.......apapun itu kamu adalah lambang keluarga ini anak laki - laki tertua keluarga ini kelak kamulah yang akan menjadi panutan adik - adik "
" Baik mbok cuma itu yang perlu dimas tau......mathur nuwun mbok sudah merawat dimas "
" dimas ketemu ibu dulu mbok "
" monggo mas......ibu sudah menunggu dari tadi "
Perlahan dimas masuk keruang belajar yang terletak diantara taman tengah dan belakang. Dimas mengetuk pintu yang tertutup tidak begitu rapat itu.
" Masuk mas........."
__ADS_1
Dimas langsung menghampiri ibu dan mencium tanganya seperti biasa.
" Duduk mas......dulu kamu paling senang berada diruang ini kan banyak hal yang kamu pelajari dari sini, mas.....terima kasih nak kamu mau bertemu ibu disini, ibu hanya ingin menceritakan semua nya sendiri dan sebenarya ada sifat ibu yang sangat egois sebenarnya ibu tidak ingin pernah menceritakan ini kepada kamu mas....tapi Tuhan berkata lain bahwa kebenaran itu harus di ungkapkan sebelum semuanya terlambat "
" Dimas akan mendengarkan apa yang ibu katakan walaupun hati kecil dimas sebenarnya tidak ingin mengetahuinya tapi karena semua sudah terjadi lebih baik ibu ceritakan semua dari awal dan sebelumnya dimas mohon maaf jika setelah mendengar apapun itu nanti pilihan dimas tidak sesuai yang ibu harapkan "
" Iya mas.....yang penting kamu tau apa yang sebenarnya terjadi dari ibu sendiri , sesunggunya mendapatkan kamu dipelukan ibu adalah suatu anugrah yang luar biasa besar dan indah menjadi ibu kamu adalah suatu kebanggaan yang luar biasa tak ternilai harganya tapi ibu lupa jauh disana ada seorang ibu yang melahirkan kamu dengan penuh perjuangan dan menyusui kamu hingga 6 bulan , yang perlu kamu tau adalah kamu terlahir dalam pernikahan yang syah dimata agama dan juga atas dasar cinta kasih antara bapak kamu dan bunga, sebenarnya ibulah yang masuk dalam kisah cinta bapak dan bunga. Mereka sejak duduk dibangku kuliah sudah saling mencintai satu sama lain dan cukup lama tidak hanya satu dua bulan saja, tapi karena perjodohan keluarga kamu tau sendirikan mas dan akhirnya ibu menikah dengan bapak kamu tanpa cinta saat itu kami butuh waktu cukup lama untuk bisa saling menerima satu sama lain. Setelah pernikan kami berjalan cukup lama kami juga belum dikarunia keturunan meskipun bapak kamu tidak pernah menuntut ibu tapi tanggung jawab ibu sebagai menantu rasanya sangat berat mas bahkan setelah vonis dokter menyatakan ibu memang sulit memilik keturunan, dari situlah awalnya bunga bisa kembeli kekehidupan bapak kamu dengan syarat setelah melahirkan nanti anaknya akan diserahkan kepada ibu dan bapak akan menceraikanya saat itu keluarga bunga sedang dalam kesuliyan keuanga dengan bantuan nenek dan kakek kamu semua bisa diatasi "
" Jadi semua ada pamrihnya dibalik semuanya "
" Hanyak untuk keluarga bunga saja mas....tidak untuk dirinya sendiri perhiasan yang bunga berikan kepada erina adalah perhiasan yang khusus dipesan oleh bapak kamu untuk bunga sebagai hadiah saat dia mengandung kamu , selama pernikahan bapak dan bunga hidup berdua dikota kecil disebuah negara dan ibu memilih melakukan pengobatan diluar negri sesekali bapak juga mengunjungi ibu dan saat kamu akan lahir baru ibu menyusul bapak kamu kamu, kamu tau nak betapa bagaianya ibu, ibulah orang yang pertama mengendong kamu, kami benar - benar merawat kamu hanya berdua saja saat itu .................."
Bu asri terus menceritakan kejadian dimasa lalu kepada dimas berharap dimas memahami posisi mereka pada saat itu, besar harapan bu asri agar dimas bisa menerima bunga sebagai ibunya.
" Lalu kenapa bapak tidak mempertahankan istri dan juga cintanya kenapa bapak memilih meninggalkanya "
" Mas......awalnya ibu meminta bapak untuk tidak menceraikan bunga tapi bunga sendiri yang meminta bapak menceraikanya karena dia tidak ingin kamu memiliki 2 ibu kamu harus mendapatkan keluarga yang normal dan utuh "
" Normal dan utuh lalu apa sekarang bedanya bu.........tidak ada "
" Bunga kembali hanya ingin melihat kamu satu kali saja mas......tidak untuk memberitahu kamu yang sebenarnya ibu yang mau kamu tau setelah mengetahui kebenaran jika dia sakit waktunya tidak lama mas......"
__ADS_1
Bersambung.....