
Asri membawa bayi itu memasuki mobil lebih dulu yang akan membawanya kebandara. Sementara prabu masih ada didalam apartemen bunga.
" Maafkan saya mawar ( prabu memang memanggil bunga dengan sebutan mawar ) saya harus pergi tapi bisakah saya sesekali kembali kesini......saya tidak ingin kita bercerai dan asri pun tidak keberatan "
" Mas sugguh bahagianya saya bisa menjadi istri kamu bahkan saya bisa melahirkan anak kamu, tapi mas saya ini wanita yang menepati janji ceraikan saya sekarang mas dan jangan kembali kesini lagi karena saya tidak ingin ayah dari anak saya memilik 2 istri tolong jangan lakukan itu saya ingin anak saya bahagia memiliki keluarga yang utuh jangan jadikan saya orang ketiga diantara kalian.......titip dimas ya mas......."
Bunga mencium tangan prabu untuk terakhir lalinya dan prabu mencium kening bunga keduanya saling berpelukan cukup lama dan ketika mereka melepaskan pelukanya dengan berlinang air mata prabu menceraikan bunga saat itu juga, bunga pun menerima dengan iklas dan tentu saja ia menangis melepas kepergian suami yang sangat ia cintai itu untuk selama - lamanya.
Prabu pun segera pergi dari hadapan bunga dan menyusul asri dan bayinya. Bunga hanya bisa menangis melit kepergian mobil yang membawa anak dan juga lelaki yang sangat ia cintai itu.
flas back off
Prabu dan asri masih duduk ditempat yang sama ketika mereka mengingat kejadian beberapa puluh tahun lalu. Mereka bahkan sama - sama meneteskan air mata.
" Mas besok saya akan cari bunga pasti ada sesuatu yang membuat dia kembali "
" Iya sebaiknya begitu segera temukan dia jangan sampai dia bertemu dengan dimas "
" Mas tapi dia.....dia itu adalah ibu kandung dimas "
" Bukankah dia sendiri yang mengatakan jika kamu adalah ibu dimas, bahkan kamu menyayangi dimas melebihi anak kandung kamu sendiri kamu juga merawat dimas dengan penuh cinta kamu ibu nya dimas "
" Bapak........saya hanya mengikuti naluri saya sebagai seorang ibu sebagai wanita yang sudah sangat lama menanti seorang anak dimas bagi saya adalah keajaiban dia benar - benar membawa kebagian didalam hidup saya tidak hanya hidup saya keluarga ini juga bahkan saya juga tidak menyangka saya hamil setelah usia dimas 3 tahun bahkan tidak hanya 1 kali 2 kali saya bisa melahirkan "
" Mungkin itu adalah buah kesabaran dan ketulusan kamu membesarkan dimas "
" Mungkin juga begitu, dimas hidup saya pak.....permata hati saya "
Pak prabu memegang tangan istrinya yang sudah 30 tahun lebih menemaninya dalam suka maupun duka.
Pagi hari.
Setelah sarapan dan semua orang sudah berangkat segera bu asri mencadi tau keberadaan bunga, dia sudah menyuruh orang untuk melacak keberadaanya dan pagi ini sudah diperoleh kabar jika buang berada disebuah hotel.
Bergegas bu asri pergi untuk menemuinya secepatnya. Sampai dihotel ia langsung menuju kamar yang didalamnya ada bunga. Bu asri menekan didepan pintu kamar itu.
Dan pintunya pun terbuka bukan bunga tapi ada seorang pria yang membukakan pintu, bu asri sempat mengira ia salah informasi tapi begitu bu asri menyebut nama bunga pria itu mengatakan ini adalah kamarnya. Dan nampaknya pri itu tau siapa bu asri dan mempersilahkan ai masuk.
__ADS_1
Kamar hotel itu cukup luas terdapat ruang tamu disana dengan kamar terpisah didalamnya.
" Silahkan duduk bu asri gondo kusumo, perkenalkan saya adi saya adik dari mb bunga "
" Oh....jadi kamu adiknya bunga....bisa saya bertemu dengan dia ? "
" Iya tentu saja tapi mb bunga baru saja minum obat jam 6 pagi tadi pasti dia sekarang masih tertidur jika anda tidak keberatan anda bisa menunggu mungkin sebentar lagi dia bangun "
" Iya.....saya akan tunggu disini kalau boleh "
" Iya tentu saja.....saya akan pesankan minum atau apa bu "
" Tidak terima kasih.....oh ya kamu selama ini tinggal bersama bunga atau dimana "
" Iya saya tinggal bersama mb bunga dengan anak dan istri saya juga tapi mereka baru saja turun "
" Hhhmmmmm iya bunga selama ini tinggal dimana kalau saya boleh tau "
" Ya kakak saya cukup lama menetap di negara itu baru 3 tahun ini dia kembali ketanah air ".
" Hai mb asri.....apa kabar......."
Terlihat wanita berdiri didepan pintu kamar, dia terlihat sedikit pucat masih memakai pakaian tidur dan tampak sedikit lemas. Bu asri segera berdiri dan menghampirinya.
" Bunga.....benar kamu bunga kan......"
" Iya mb ini saya........"
Bu asri memeluknya dan mereka pun menangis sambil berpelukan. Dan setelah itu mereka duduk bersama di sofa. Dan adik bunga adi pun meninggalkan kamar itu demi membuat mereka nyaman untuk mengobrol.
" Sudah lama sekali ya......kita tidak bertemu kamu baik - baik saja kan, kamu tidak pernah mengirim kabar "
" Maafkan saya mb kemarin saya menemui erina menantu mb pasti mb sangat terkejut melihat perhiasan itu kan "
" Iya.....saya terkejut kenapa tiba - tiba kamu muncul setelah sekian lama ada apa bunga pasti ada sesuatu yang harus kamu katakan "
" Hhhmmmm mb saya tidak punya keberanian menemui mb apa lagi mas prabu, saya melihat di berita jika....jika dimas sudah menikah, walau saya belum pernah bertemu dengan dimas tapi bolehkan saya bertemu istrinya saya tidak megatakan apapun mb saya cuma ingin memberikanya hadiah itu saja mb "
__ADS_1
" Bagaimana dia cantik kan "
" Iya mb cantik pasti dimas sangat bahagia kan mb "
" Iya mereka sangat bahagia "
Tiba - tiba saat mereka berbincang bunga mimisan cukup banyak. Dan membuat asri panik dan bingung bahkan asri memaksa bunga dibawa keruma sakit. Tapi bunga mengatakan dia baik baik saja karena ini sudah biasa terjadi.
" Bunga kamu sakit....kamu sakit apa saya sudah curiga waktu pertama melihat kamu tampak pucat "
" Gak papa mb saya cuma kecapekan saja "
" Mb bunga sakit parah.....dia kena leukimia "
Tiba - tiba adik bunga menyela pembicaraan mereka. Tentu saja asri sangat terkejut.
" adi.......diam.....kamu "
" Maaf tapi sampai kapan mb akan menahan ini sendirian sudah cukup pengorbaan mb selama ini untuk keluarga mereka apa yang mb dapat dari semua itu gak ada mb "
" Astafirllah bunga apa itu benar kenapa kamu gak bilang kenapa kamu gak mencari saya, waktu itu saya berpesan jika kamu membutuhkan apapu cari saya"
" Gak papa mb saya bisa melalui ini sendiri saya gak mau merepotkan mb asri "
" Bunga kamu itu adalah malaikat yang dikirimkan untuk saya kebaikan kamu tidak bisa saya bayar walaupun dengan segunung emas "
" Sudahlah mb bilang saja jika mb ingin bertemu dimas tidak usah basa basi lagi "
" Bunga kamu ingin bertemu dimas "
" Maaf mb saya.....saya......hanya ingin sebelum saya pergi saya bisa memeluknya sekali saja mb tolong.......ijinkan saya bertemu dimas sekali saja setelah itu saya akan pergi dengan tenang "
" Bunga kamu tidak boleh berbicara seperti itu saya akan cari cara supaya kamu bisa bertemu dimas secepatnya "
" Mb terima kasih mb saya tidak tau lagi harus berkata apa "
Mereka berdua menangis dan berpelukan.
__ADS_1