
Setelah bertemu dengan bunga bu asri segera kembali rumah. Begitu sampai dirumah ia langsung masuk ke kamarnya. Hatinya cukup gelisah mengetahui semua yang terjadi pada bunga, harus melakukan apa dan harus bagaimana. Sembari menunggu suaminya pulang dari kantor. Bu asri teringat kata - kata dari adik bunga yang menceritakan semua hal tentang kakaknya itu.
Saat tadi turun ke bawah adi sengaja mengatarnya turun agar bisa menceritakan semuanya. Selama ini bunga memilih untuk hidup sendiri padahal cukup banyak laki - laki yang baik bersedia menikahinya tapi kata mb bunga menikah itu cukup satu kali dan dia sudah melakukanya dengan orang yang dia cintai.
Setelah bercerai bunga cukup lama bangkit dari keterpurukan sampai akhirnya dia menemukan yayasan sosial yang menampung anak - anak terlantar disanalah bunga menghabiskan waktunya selama ini dan juga mengajar disebuah sekolah juga untuk anak - anak tidak mampu.
Hampir semua uangnya ia habiskan untuk kegiatan amal dan sosialnya. Benar - benar terluka hati asri mendengar cerita dari adik bunga, selama ini dia merasa berbahagia diatas pengorbanan bunga.
Akhirnya pak prabu sampai dirumah lebih cepat karena permintaan asri. Begitu sampai asri menceritakan semua kejadian yang menimpa bunga selama ini. Begitu merasa bersalahnya pak prabu pada bunga selama ini dia tidak pernah berusaha mencari tau kabar mantan istrinya itu.
Bisa - bisanya selama ini dia melupakan wanita yang begitu tulus mencintainya dan mengorbankan kebahagianya sendiri demi dirinya dan keluarganya.
" Pak kita beritahu dimas yang sebenarnya mungkin ini sudah saatnya dia tau sekarang dia sudah dewasa panti dia bisa memahami posisi kita saat itu "
" Asri bolehkan saya bertemu bunga walau hanya 1 kali saja "
" Iya mas temui dia mas.......saya iklas bahkan kalau bisa saya mau dia menjadi istri mas prabu lagi "
" Tidak asri istrinya saya hanya ada 1 saja saya hanya ingin bertemu dan minta maaf atas semua kesalahan saya selama ini padanya "
" Iya mas temui dia secepatnya......"
" Terima kasih atas pengertian kamu "
Tiba - tiba ponsel bu asri berdering dan itu dari adi ia memberi tahu jika bunga dibawa ke ruma sakit karena kondisinya drop. Asri segera memberitahu suaminya dan mereka bergegas pergi keruma sakit secepatnya.
Sampai di ruma sakit.
__ADS_1
Terlihat adi dan istrinya yang menunggu diluar ruangan tunggu. Adi dan prabu berdiri berhadapan. Sebenarnya adi sangat kesal pada mantan kakak iparnya itu tapi karena ini berada diruma sakit adi berusaha menahan emosinya. Mereka saling berjaba tangan walau dengan pandangan agak sinis pada prabu.
" Adi bagaimana keadaan bunga "
" Sudah ditangani dokter 2 tahun ini memang mb bunga sering keluar masuk ruma sakit "
" Adi tolong ijinkan saya masuk "
Prabu meminta ijin pada adi untuk masuk ke dalam ruangan dimana bunga dirawat. Adi dan istrinya saling berpandangan dan istri adipun memberi isyarat untuk memberikan ijin.
" Silahkan........mas.....mungkin mb bunga juga sudah menunggu mas sekian lama "
" Baik terima kasih adi....."
Prabupun melangkahkan kakinya masuk keruangan itu pelan - pelan dia membuka pintu kamar itu. Terlihat disana seorang wanita dengan infus dan juga obat yang terpasang di tanganya terbaring lemas. Prabu tak kuasa menahan air matanya tapi dia segera menghapusnya dan menghampiri wanita yang terbaring lemah tak berdaya diatas tempat tidur.
" Maawarr........"
Tentu saja bunga terkejut karena hanya kekasihnya saja yang memanggilnya dengan nama itu. Perlahan bunga menolehkan wajahnya ke arah datangnya suara itu dan benar saja disampingnya sudah berdiri seorang laki - laki yang dicintainya dulu dan sampai sekarang masih sama.
" Mas.......prabu......" dengan suara yang sangat lirih.
" Iya....iya.....ini saya......."
Pak prabu pun mendekat dan memegang tanganya dan mencium tangnya. Lalu ia duduk disamping ranjang bunga. Bunga berusaha tersenyum dan menahan semua rasa sakitnya. Perlahan - lahan dia berbicara mengumpulkan semua kekuatanya yang tersisa.
" Mas.....gak berubah ya masih sama......tetap tampan dan gagah......pantas anak mas sangat gagah dan tampan "
__ADS_1
" Kamu juga masih cantik seperti pertama kita bertemu "
" Hanya mas yang berkata seperti itu saya sekarang sudah tua mas bahkan penyakit ini sudah mengerogoti tubuh saya tidak ada yang tersisa mas "
" Mawar kamu tidak boleh berkata seperti itu kamu tidak boleh putus asa saya akan membatu kamu pengobatan yang terbaik dimanapun itu kamu harus sembuh, apa kamu tidak ingin melihat dimas anak kita, apa kamu tidak ingin melihat cucu kita nanti yang mungkin sebentar lagi akan lahir "
" Mas lupa saya sudah kehilangan hak saya sebagai ibunya saat saya menyerahkan dimas pada mb asri dia lah ibunya bukan saya "
" Mawar sudah cukup kamu berkorban untik kami.....saya sungguh minta maaf seharusnya saya tidak meninggalkan kamu begitu saja saat itu seharusnya saya mencari kamu tidak membiarkan kamu sendiri dalam kesepian betapa buruknya saya telah membiarkan kamu menderita selama in, sungguh dalam kebahagian saya setiap malam saya selalu memikirkan kamu "
" Mas saya iklas menjalani semua ini yang penting mas bahagia dan dimas juga bahagian apa yang saya lalui selama ini adalah pilihan saya sendiri mas saya tau jika saat itu saya meminta mas kembali pasti mas akan kembali "
Pak prabu dan mawar saling berpegangan tangan dan keduanya pun tak kuasa menahan tangis.
Sementara diluar.
Asri berusaha iklas membiarkan suaminya bersama wanita yang dulu sangat dicintainya mungkin saat ini juga. Asri merasa perasaanya saat ini tidak ada apa - apa dibandingkan dengan perasaan bunga selama ini. Dan asri sudah memutuskan akan memcerikan semua pada dimas.
Dokter meminta keluar bunga untuk menemuinya diruangan dan asri ikut bersama adi menemui dokter. Berdasarkan penjelasan dokter kondisi bunga akan terus menurun dan sudah tidak bisa melakukan apapun dan meminta untuk banyak berdoa dan pasrah kepada Tuhan.
Mendengar itu tentunya adi sangat terpukul dan meminta asri untuk segera mengabulkan permintaan kakaknya. Asri pun segera mencari jalan bagai mana caranya bisa membawa dimas kehadapanya. Asri mengirimkan pesan pada prabu untuk tetap berada diruma sakit dan asri pamit untuk bertemu dimas.
Tapi sebelum pergi asri masuk kedalam ruangan bunga dan sempat menyapa bunga sebentar. Tak disangka bunga kembali mengingatkan asri jika dia hanya ingin bertemu dimas bukan sebagi ibunya karen ibu dimas hanya ada satu yaitu asri. Bahkan bunga meminta asri berjanji padanya untuk tetap menjaga rahasia ini.
Asri hanya menganggukan kepalanya saja sambil menahan tangis. Dan asri segera pergi mencari dimas tapi sebelumnya asri ingin bertemu dengan erina terlebih dahulu.
Ternyata erina tengah berada dibutiknya sebenarnya erina ingin agar erina yang datang ketempat ibu mertuanya tapi bu asri yang bersikeras datang ke butik. Dan menyuruh erina menunggu disana karena ada hal penting yang ingin dia katakan.
__ADS_1
Bersambung....