Jodoh Kakak Ku

Jodoh Kakak Ku
Bab 70 Tau kebenaran


__ADS_3

Kira - kira 45 menit ibu asri sudah sampai dibutik erina dan erina pun sudah menunggu dipintu depan. Melihat expresi ibu mertuanya erina sedikit takut dan tentu saja penasaran apa yang ingin dia bicarakan pada erina sampai - sampai datang kebutik dan tidak menunggu dirumah.


" Mari bu langsung keruangam erina.....ibu mau minum apa bair erina suruh siapan "


" Air putih saja....erina sudah cukup "


" baik bu......" Sambil berjalan erina menyuruh salah seorang pegawainya untuk mengantarkan minuman di ruangnya.


Masuk ke dalam ruangan ibu asri duduk setekah minum dan sudah merasa tenang dan bisa mengendalikam emosinya ibu asri mulai bercerita.


" Erina nak.....sebenarnya ibu sendiri bingung harus memulai dari mana tapi ibu merasa harus menceritakan ini pada kamu terlebih daluhu, ini adalah rahasia yang kami simpan begitu lama dan sangat rapat. Saking rapatnya kami pun tidak pernah berani mengingatnya"


" Tentang apa ini bu...sebenarnya erina siap kendengarkan dan erina insyallah siap menerima apapun itu baik atau buruk dann erina berterima kasih karena sudah percaya pada erina untuk mendengarkan semuanya "


" Ini soal dimas erina.......dimas....... ( sambil berusaha menahan tangis ) "


" Mas dimas kenapa bu........."


Erin semakin dibuat penasaran oleh ibu mertuanya itu , apalagi menyebut nama dimas hati erina jadi tidak tenang. Baru saja mereka menikmati indahnya cinta dan kehidupan baru.


" Bagaimana ini erina ibu harus menceritakan dari mana, ( menarik nafas berulang kali ) ini bermula ketika kami melihat perhiasan yang kamu bawa pulang, ingatan kami menjadi kembali ke masa beberapa tahun silam ( sambil menghela nafas panjang ) "


" Perhiasan yang diberikan wanita bernama mawar itu bu....lalu apa hubunganya dengan mas dimas "


" Perhiasan itu di buat khusus untuk perempuan bernama mawar itu alias bunga, dipesan khusus oleh pak prabu sebagai hadiah karena tengah mengandung "


" Astafirllah.........ibu apa maksudnya apa......apa......mas dimas itu anak......anak..."

__ADS_1


Erina tidak berani meneruskan kata - katanya lagi takut prasangkanya salah dan menyakiti hati ibu mertunya.


" Iya....erina dimas adalah bayi yang dikandung perempuan bernama mawar itu "


Erina sangat terkejut dengan fakta yang diuangkapkan ibu mertuanya itu. Erina tidak bisa berkata - kata. Dia hanya bisa terdiam seribu kata dan sambil terus mendengarkan cerita ibu mertuanya itu. Sesekali mereka meneteskan air mata.


Tak disangka tersimpan rahasia yang begitu besar yang tersimpan begitu rapat selama ini, bagaimana perasaan dimas jika dia mengetahui kebenaran ini. Ya Allah kuatkan hati mas dimas untuk bisa menerima kebenaran dan kenyataan ini lembutkan hatinya untuk bisa menerima ibu kandungnya yang melahirkanya.


" Bu.....lalu sekarang kita harus bagaimana......cara memberi tahu mas dimas "


" Erina saat ini yang terpenting adalah membawa dimas keruma sakit itu adalah keingin terakhir bunga bisa melihat dimas itu saja tapi ibu tetap akan memberi tahu dimas kebenaranya atau ibu sendiri akan menyesal jika terjadi sesuatu pada ibu bunga "


" Iyaa......bu erina mengerti dan paham "


" Yang ibu inginkan adalah apapun keadaan dan komdisi dimas kamu bersedia mendampinginya kan dalam keadaan apapun "


" Terima kasih erina....."


Mereka berdua saling berpelukan dan saling menguatkan.


" Bu....biar erina telepon mas dimas untuk mengajak mas dimas menjenguk bu bunga bilang saja jika bu bunga adalah sodara jauh dan saat ini sedang sakit yang penting mas dimas melihat langsung kondisinya dan selanjutnya ibu dan bapak bisa menceritakan kebenaranya "


" Iya....erina sekarang juga kamu hubungi dimas....ibu tunggu di ruma sakit "


" Iya.....ibu sekarang juga erina telepon mas dimas "


Setelah mengantar ibu pergi erina segera menghubungi dimas dengan berulang kali menenangkan diri erina akhirnya menghubungi dimas. Erina sebenarnya sedikit memaksa dimas padahal ini masih jam kerja. Akhirnya erina berhasil membujuk dimas untuk keruma sakit, untuk mempersiangkat waktu erina menyuruh dimas langsung keruma sakit dan bertemu disana saja.

__ADS_1


2 jam kemudia erina sudah membawa bunga mawar menunggu dimas di lobi ruma sakit. Dimas terlihat datang dan erina segera menghampirinya.


" Mas maaf yaa pasti mas sibuk tapi kan menjenguk orang sakit itu juga salah satu kebaikan yang mendapat pahala "


" Iya iya.....sudah ayo masuk dimana kamarnya "


Erina segera mengirimkan pesan kepada ibu mertuanya dan memberitahu jika mereka sudah ada dibawah.


Bu asri segera memberi tahu jika dimas akan segera datang bu bunga merasa sangat bahagia. Dia meminta tolong kepada adik iparnya untuk membatunya bersiap merapikan diri karena tidak ingin terlihat jelek didepan dimas.


Pemandangan ini semakin membuat terharu semua yang ada diruangan itu. Bahkan pak prabu sampai meneteskan air mata. Tapi buru - buru menyekanya karena tidak ingi ada yang melihatnya.


Tak lama berselang terdengar ketukan pintu dari luar sana. Dan salah seorang dari mereka membukakan pintu dan mempersilahkan masuk.


Dimas terlihat agak bingung begitu masuk ke ruangan itu ada bapak dan juga ibunya disana tapi ada dua orang yang baru dia lihat dan perhatinya terpusat pada sosok wanita yang terbaring ditempat tidur dan ibu asri tepat berada disampingnya.


Erina berusaha mencairkan suasana erina lebih dulu menyapa semuanya. Ibu asri juga berusaha membatu erina.


" Oh iyaa erina dimas kenalkan ini ibu bunga saudara jauh ibu ini adalah orang yang memberi kalian hadiah waktu itu, dan itu om adi dan istrinya adik ibu bunga "


" Perkenalkan saya erina om tante dan ibu bunga apakabar kita sudah bertemu waktu itu dan ini mas dimas suami erina "


Erina mencium tangan bu bunga dengan penuh kelembutan sebagai wujud tanda hormat untuk ibu mertuanya juga.


Dimas yang tidak tahu apa - apa mendekati bu bunga dan mencium tangan ibu bunga. Ingin rasanya bu bunga memeluk anak yang sangat dirindukanya itu air matanya tak bisa tertahankan. Tapi dia buru- buru menghapusnya. Bapak dan ibu asri juga tak kuasa meneteskan air mata dan diam diam menyekanya agar tidak dilihat orang lain.


Satu - satunya orang yang tidak tau kebenaranya hanyalah dimas hampir semua yang ada disana merasakan haru, pertemuan seorang ibu dan anaknya setelah sekian lama sejak berumur 6 bulan dan kini putranya sudah berusia 28 tahun.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2