
" sayang kamu baik - baik dirumah ya ingat jangam capek - capek makan yang banyak jangan lupa minum vitaminya "
" iya mas jangan khawatir disini ada mb sri dan juga bella dan mamanya juga andra, mas hati - hati ya lakukan yang terbaik semampu mas dimas berikan juga yang terbaik erina tunggu disini."
Dimas memeluk erina dan memcium kening dan bibir erina. Tak lupa juga dimas mencium perut erina dan berpamitan pada bayi kecil mereka. Erina mencium tangan dimas. Dimas diantar andra ke bandara. Disana juga ada bella dan mamanya yang ikut mengantar dimas dihalaman rumah dimas dan erina.
" dra aku titip istri sama anak aku ya mudah- mudahan urusan aku cepat selesai karena aku juga pengen cepat pulang "
" iyaa dim....tenan aja aku bakal jagain mereka yang penting selesaikan yang harus kamu selesaikan disana "
Pesawat yang membawa dimas sudah terbang menuju tanah air disaat transit dimas menghubungi ibunya.
Betapa bahagianya bu asri melihat ponselnya berdering dan tertulis dimas. Langsung buru diangkat.
Dimas : Assalamualikum bu......
Ibu : waalaikumsalam........ mas.......alhamdulillah penantian ibu dan doa ibu terjawab.
Dimas : bu dimas sekarang transit di dubai, dimas menuju jakarta dimas akan menemuinya!! kemana dimas harus pergi?.
Ibu : Alhamdulillah mas......kamu langsung kerumah bekasi ya nak ibu tunggu disini ya mas....hati - hati dijalan.
Dimas : baik bu.......
Ibu : terima kasih ya mas......ibu tau kamu anak yang sangat baik.
Dimas tidak membalas lagi pesan ibunya dan langsung kembali masuk kedalam pesawat. Ibu asri segera memberitahu pak prabu jika dimas sudah dalam perjalanan pulang.
Sementara itu kondisi ibu bunga semakin menurun, dia menolak dibawa ke ruma sakit dan pak prabu mendatangkan dokter kerumah dan juga perawat untuk merawatnya dirumah.
" maaf pak prabu dokter sudah selesai melakukan pemeriksaan dan ada diruang tamu ingin berbicara dengan bapak "
" baik suster , asri sebaiknya kamu ikut dengan saya "
Ibu pun mengikuti suaminya bertemu dengan dokter. Dokter hendra rutin memeriksa ibu bunga dirumah kali ini beliau datang 2 hari sekali.
__ADS_1
" dokter bagaimana kondisi istri saya "
" seperti yang sudah saya jelaskan pak sebaiknya memang ibu di bawa keruma sakit untuk mendapatkan perawatan intensif , dan juga alat - alat yang memadai, hari ini masih sama seperti kemaren tapi obat juga sama yang diberikan tapi tetap saran dari saya ssbagai seorang dokter tetap bawa ibu kerumah sakit "
" baiklah dok terima kasih kami akan berusaha membujuknya"
" Baiklah bapak ibu saya pamit jika ada sesuatu segera hubungi saya "
Pak prabu dan bu asri langsung menuju kamar bunga. Di ranjang klasik itu terbaring lemah ibu kandung dimas yang kondisinya sudah semakin lemas. Ditanganya terpazang selang infus dan juga ada tabung oksigen besar di samping ranjangnya.
Bu asri memengang tangan istri kedua suamimya itu. Bunga yang sedang tertidur membuka matanya perlahan - lahan.
" Mbak......sudah lama disini " dengan suara yang lemah.
" Sudah.......bunga, bunga apa tidak lebih baik kamu dirawat diruma sakit saja disana kamu pastinya akan mendapat perawatan lenih baik dari pada dirumah "
" Saya sudah membicarakan itu kepada mas prabu, saya bosan mb bolak balik ruma sakit saya lebih nyaman berada dirumah ini, terima kasih ya mb sudah mengijinkan saya tinggal disini "
" Siapa bilang ini rumah saya, ini adalah rumah kamu, mas prabu menyiapkan rumah ini untuk kamu walau beliau tidak pernah bilang kepada saya tapi saya tau itu, mungkin dia yakin suatu saat nanti kamu pasti kembali jika pun tidak rumah ini lah yang akan diberikan untuk dimas "
" sama - sama bunga apa yang saya lalukan tidaklah sebanding dengan pengorbanan kamu untuk saya dan dimas kamu barikan dimas untuk saya itu tidak bisa terhitung nilainya "
" Dimassss.........bisakah saya melihatnya lagi walau dari jauh rasanya sudah tidak mungkin "
" Siapa bilang tidak mungkin, kamu tau bunga kamu melahirkan putra yang sangat baik penyayang dan berhati lembut berdoalah dia pasti akan datang kepada kamu, mungkin ini saatnta saya juga membagi kasih sayang dimas dengan kamu "
Pak prabu memilih menjauh dari mereka dia tidak tega melihat kondisi bunga wanita yang dia cintai sejak bertahun - tahun lamanya. Dan dia hanya berharap dimas segera datang pada ibu kandungnya setidaknya hal itu yang dapat membahagiakannya sekarang ini.
Malam hari tiba pak parabu sholat disamping ranjang istrinya. Mereka sekalu sholat berjamaah walau sekarang istri keduanya hanya bisa melakukanya ditempat tidur saja.
Setelah selesai sholat pak prabu selalu mencium kening bunga. Dan setelahnya membantu bunga melepaskan mukenanya. Pak prabu juga selalu tidur disampingnya mengajaknya mengobrol dan bercerita.
Sementara itu bu asri memilih kembali kerumahnya karena ingin memberi kebebasan kepada suaminya dan istri keduanya. Bu asri tidak ingin jika kahadiranya membuat sungkan mereka berdua. Tepat jam 9 malam bu asri menerima pesan dari dimas jika pesatnya akan mendarat jam 10 besok, dimas meminta disiapkan mobil untuk menjemputnya.
Setidaknya bu asri lega dimas benar - benar akan datang dan semoga apa yang diharapkan semua orang benar terwujud.
__ADS_1
Esok harinya mobil yang menjemput dimas sudah bersiap dibandara sementara bu asri menunggu dirumah bersama pak prabu. Sembari menunggu dimas bu asri menemani sauminya sarapan. Bu asri juga sangat memperhatikan kesehatan suaminya dia tidak ingin suaminya tumbang dan jatuh sakit.
Siang hari terdengar klakson mobil didepan rumah bu asri segera keluar dan melihat siapa yang datang. Begitu membuka pintu terlihat dimas turun dari mobil alpart warna hitam yang menjemputnya.
Alhamdulillah dalam hati bu asri bersyukur dan meneteskan air mata. Ia langsung menghampiri dimas begitu juga sebaliknya. Dimas mencium tangan ibunya memeluknya dan melepas kerinduannya selama ini.
" maafkan dimas ya bu.....dimas baru pulang sekaranf maaf jika membuat ibu lama menunggu "
" tidak apa - apa mas ibu dengan sabar menunggu kamu pulang, masuk yuk bapak dan ibu bunga ada dikamar "
" iyaa bu dimas akan masuk dan menemuinya , bu harus memanggil apa dimas padanya "
" panggil dia sama seperti ibu mas...pasti dia akan bahagia, kondisinya melemah akhir - akhir ini dia juga menolak di rawat di ruma sakit "
" Sebelum masuk ada yang ingin dimas katakan pada ibu "
" iya mas....katakan saja "
" bolehkan dimas selalu menyayangi dan menghormati ibu seperti dulu tidak ada yanf akan berubah diantara kita "
" tentu saja mas......kamu adalah anak sulung ibu kasih sayang ibu tidak terbatas kepada kamu "
" terima kasih bu dan maafkan keegoisan dimas selama ini harusnya dimas lebih cepat memahami semua ini, dan satu lagi erina saat ini tengah hamil 2 bulan itu sebabnya dimas tidak membawanya pulang "
" alhamdulillah mas.....ibu sangat bahagia sebentar lagi kamu akan menjadi ayah selamat yaa mas...."
Mereka berdua berpelukan karena terharu ibu menangis sambil memeluk dimas.
Bersambung.....
Minta dukunganya untuk para pembaca setia
Jodoh kakak ku
Jangan lupa like dam coment ya
__ADS_1