Jodoh Kakak Ku

Jodoh Kakak Ku
Bab 95 kehidupan baru


__ADS_3

Erina melihat dirinya sendiri dikaca mendengar semua yang dikatan suaminya erina kini semakin percaya diri dengan dirinya saat ini, ini adalah proses yang harus ia lewati untuk menjadi seorang ibu dan itu memang tidak mudah.


Kini erina dan dimas saling berhadapan dan saling memandang keduanya semakin larut dalam cinta yang membara, ciuman yang lemut berubah menjadi ciuman yang sedikit nakal.


Dan tiba - tiba saja ada gerakan dari perut erina yang membuat dimas kaget karena saat ini perut erina menempel pada dimas.


Sontak keduanya menghentikan aktifitas mereka. Dan keduanya malah tertawa berasama - sama.


" upssss......apa itu tadi sayang......"


" anak papa......maaf yaa sayang papa cuma kangen sama mama.....papa janji akan pelan - pelan dan lembut.....ok sayang.....love you "


Dimas kembali bersimpuh dan berbicara diperut erina. Dimas membaw erina ke tempat tidur yang sukup luas itu. Dimas menumpahkan rasa kangen pada istrinya dengan sangat lembut dan hati - hati.


Karena kini usia kandungan erina yang sundah 7 bulan tentunya perut erina juga semakin besar. Dan kerinduan mereka berakhir dengan berendam air hangat berasama.


Di bawah.


Mama yang baru saja pulang berniat mencari erina, mama tidak tau jika dimas sudah kembali dan kini bersama erina dikamar.


Untung saja ada bibi yang memberitahu jika erina sedang bersama dimas sebelum mama mengetuk pintu kamarnya.


" iyakah bi....kenapa tidak bilang dari tadi apa mereka sudah lama didalam "


" sudah nyonya sudah cukup lama mungkin juga mas dimas kecapekan dan langsung istiragat "


" ya sudah bi kalau begitu mereka bairkan saja jangan di ganggu nanti juga kalau butuh sesuatu erina pasti akan minta "


" baik nyonya....."


Kembali kepada dimas dan erina .


Mereka masih asik berendam dalam air hangat. Dimas juga sambil memijat punggu erina dengan lebut.


" maap ya sayang kamu jadi capek ya "


" gak kuk mas....erina juga kangen dengan mas erina hari ini senang sekali mas "


" oh ya......"


Erina hanya menjawab dengan anggukan kepala dan tersenyum karena suaminya yang terus menggodanya itu.

__ADS_1


" sayang dirumah tadi gak ada orang mama juga gak ada "


" oh mama ada acara amal katanya sekalian arisan, mungkin malam pulangnya , mas mau makan dulu atau mau istirahat dulu "


" kita istirahat dulu aja ya sayang...baru nanti malam kita sapa papa dan mama "


" mas gak lapar....."


" lapar sih sebenarnya......".


" ya sudah erina suruh bibi bawa makanan kekamar saja mas mau makan apa atau kita pesan makanan aja "


" apa aja sayang "


" ok erina duluan ya mandinya terus erina suruh bibi bawa ke kamar "


" ok sayang hati - hati "


" iyaaaaaa"


Dimas menolong erina yang sudah kesulitan untuk langsung berdiri.


Begitu dimas selesai mandi makanan sudah terhidang dikamar dimas dan erina sholat berjamaah dulu baru mereka menyantap makanan mereka dengan lahapnya. Setelah itu malah mereka tertidur dengan pulas sampai malam.


Papa menanyakan keberadaan erina karena tidak terlihat biasanya sore - sore erina dan rani selalu berada diruang tengah sambil membahas sekolah rani dan juga menonton tv.


" itu pa...dari tadi siang erina belum keluar kamar bahkan makan siang saja minta diantar kemarnya "


" lho kenapa ma apa erina sakit apa bagaimana "


" dimas pulang pa tadi siang kata bibi sih mereka langsung kekamar mungkin capek jadi dimas istirahat "


" oh ya sudahlah ma kalau begitu biarkan saja mereka hari ini kita makan diluar saja bertiga bagaimana ma "


" lhaa erina bagaimana "


" suruh bibi siapkan makan dan antar saja kekamar "


" baiklah rani sana siap - siap kita makan diluar hari ini nak "


" iya ma.....kalau begitu rani kemar dulu ya "

__ADS_1


Sepertinya papa erina memang memahami menantunya itu yang masih ingin berduanya saja dengan istrinya.


Dan benar saja papa mama dan rani pergi makan malam dan menyuruh bibi membawakan makan malam ke kamar erina. Dan menyuruh bibi untuk mengatakan jika papa dan mama ada urusan bertemu dengan relasi untuk makan malam dan pulang cukup larut jadi erina disiruh tidak usah turun.


Acara 7 bulan


Akhirnya hari ini adalah acara 7 bulan dari kehamilan erina. Mitoni sering disebut begitu, dirumah keluar sugondo dihiasa dengan dekorasi bunga - bunga segar menambah cantik suasana.


Erina dan dimas menjalani prosesi demi prosesi dengan sangat hikmat. Tidak banyak juga tamu yang datang kurang dari 100 orang yang menyaksikan kebahagian kedua calon ayah dan ibu ini.


Dari prosesi siraman ganti baju sampai dodol dawet erina dan dimas sangat menikmati acara ini. Semua tamu undangan juga tak kalah menikmati acara yang dibuat khusus untuk menyambut kehadiran cucu pertama dari kedua keluarga.


3 hari setelah acara 7 bulanan.


Dimas mengajak erina pergi berjalan - jalan selain belanja keperluan bayi dan makan dimas membawa erina kesuatu tempat yang erina belum pernah kesana.


Dirumah besar begaya eropa moderen dengan taman yang cukup luas dimas memarkirkan mobilnya disana. Erina masih bingung dibawa kerumah siapa ini.


Dimas membukaan pintu mobil dan mengajak erina turun. Erina bertanya ini rumah siapa tapi dimas tak memjawabnya.


Begitu masuk kepintu utama yang cukup besar tiba - tiba sudah ada yang membukakan pintu untuk mereka. Dan mengucapan salam kepada erina dan dimas.


" selamat datang tua.....nyonya "


Erina malah jadi bingung.


" sayang....selamat datang dirumah kita "


" mas....ini serius gak bercanda kan....."


" iyaa sayang serius bahkan 7 rius....."


" ini beneran rumah kita bagus banget ini persis seperti rumah impian erina "


Bersambung.....


Hay...


semua......


Jangaan lupa like yaa

__ADS_1


Menjelang akhir cerita biar tetap semangat


__ADS_2