
Erina dan mamanya dijamu dengan special dirumah dimas, ibu dimas bayak sekali menyiapkan makanan khususnya makanan kesukaan dimas yang dimasak sendiri dirumah.
" Ayo erina ini dicicipi ini rendang kesukaan dimas sejak kecil dia suka sekali dan juga sup buntut dimas juga suka "
" Hhmmmm ibu apa erina boleh mengenal mas dimas lebih jauh tapi dari ibu apa yang mas dimas suka apa yang tidak suka "
" Bisa saja besok kalau kalian sudah punya rumah sendiri bisa bawa mbok darmi, ibu akan kasih pinjam mbok darmi ahli masak dirumah ini "
" boleh ya bu "
" Boleh hampir semua ini mbok darmi yang masak makanya waktu dimas memutuskan untuk kuliah diluar mbok darmi yang paling khawatir dengan dimas bagaimana siapa yang akan mengurus makanannya "
" Kalau erina lihat mas dimas masak kuk bu sering malah bikin nasi goreng terus masak ayam steak juga bisa erina pernah dimasakin"
" Itu pasti karena dimas kepepet gak ada yang masakin "
Sontak mereka bertiga tertawa bersama.
Selesai makan ibu dimas mengajak ke ruang tengah disana dia memperlihatkan foto-foto dimas dimasa kecilnya yang sangat menggemaskan.
" Erina gimana kalian sudah saling menghubungi atau belum "
" Hhmmm belum bu selama 3 bulan ini kami benar-benar tidak pernah berkirim pesan atau telphone juga tidak pernah, saya rasa kamu sama-sama sibuk dengan kegiatan masing-masing "
" Oiya jeng sebaiknya kita mulai merencanakan pesta resepsi yang kira rencankan"
" Iya jeng saya juga sudah bicara dengan papanya erina dan kami juga sudah menyusun jadwal untuk bertemu dengan pihak WO besok, ini sekalian saya memberitahu jeng murni untuk datang besok ke hotel"
Sementara kedua ibu sedang rapat berdua erina malah jalan-jalan kesekeliling rumah Gondo kusumo karena baru ini kali pertama erina menyambangi rumah mertuanya itu.
Ada gendis adik dimas yang sedang asik melukis di studio miliknga di belakang rumah besar itu. Erina menyapa genis begitu juga sebaliknya.
" Wow gendis ini semua kamu yang lukis indah sekali "
" Iya kak erina genis sudah melukis sejak umur 8 tahun"
" Kamu hebat yang usia 8 tahun sudah menemukan bakat dan minat kamu "
" Iya kak dan orang yang paling mendukung gendis adalah mas dimas "
" Benarkah....."
" Iya kak bahkan dengan hobi mas bagas juga dia suka foto dan sekarang lebih suka berpetualan dan mencari obyek fotonya"
" Kenapa mas dimas tidak memilikin bakat semi seperti kalian berdua"
" Nah itu karena mas dimas jadi korban kami kak hahahha "
__ADS_1
" Maksudnya apa "
" Mas dimas selalu mendahulukan kepentingan kami kak jadi dia mengalah meneruskan perusahaan bapak "
" oohh sementara kalian berdua bisa melakukan yang kalian inginkan, jadi sebenarnya apa cita-cita atau keinginan mas dimas"
" Hhhhmm itu tanya saja sendiri kak sama orangnya."
" Non erina dipanggil ibu ke ruang depan "
" Baik bii saya akan segera kesana, gendis terimakasih sekali ya obrolanya "
" Iya sama-sama kak, oh ya gedis akan menghadiahkan kakak lukisan yang special di hari ulang tahun pernikahan kalian nanti "
" Terimakasih gendis kamu baik sekali sampai jumpa "
Erina segera datang ke ruang tengah teelihat ibu dan mama tengah asik terhubung dengan vidio call. Erina tidak tau dengan siapa mereka berbicara tapi sepertinya sangat serius.
" Erina binara putri Atama jaya "
Terdengan suara dari sana menyebut nama panjang erina.Sepertinya erina tidak asing dengan suaranya. Dan benar saja itu mas dimas, mas dimas yang ia rindukan sejak erina kembali ke jakarta.
Erina tak sadar jika kamera ponsel sudah mengarah pada dirinya.
" Ini ada yang ingin bicara dengan kamu erina kalian berdua sama jaga gengsi atau apa ibu tidak pernah melarang kalian untuk berkomunikasi, tapi kalian memutuskanya sendiri , jeng mari kita tinggalkan mereka bedua kita jalan-jalan ke kebun belakang rumah ada buah jambu uang siap dipanen "
" baik jeng kita tinggalkan saja mereka berdua "
" Waalaikumsalam mas........gimana kabarnya? mas dimas sudah sehat kan? mas dimas sudah makan? mas dimas......"
" Erina.....hey......sayang stop kamu tanya gak berhanti berhenti gimana saya mau jawabnya"
Tiba - tiba erina malah menangis tersedu-sedu.
" Hey.........sayang kenapa malah menangis.....sabar yaa 2 bulan lagi kita bertemu saya janji akan menjadika kamu wanita paling bahagian hari itu , udah dong jangan nangis lagi erina sayang.....hey......."
Erina bukanya menjawab dimas malah terus menangis.
" hay.....sayang........nanti ketauan ibu dan mama lhoo gak malu nanti kalau nangis terus cerita dong selama ini kamu sibuk ngapain aja mas mau tau "
" Erina ......to kangen banget sama mas dimas 3 bulan ini kita sama sekali gak komunikasi tau kan perasaan erina gimana "
" Erina jika kamu tau betapa hancurnya hati mas jauh dari kamu itu lebih sakit dari pada tertusuk belati seperti kemarin "
" Mas stop jangan ungkit-ungkit malah itu lagi ya........"
" Hey sayang akan ada banyak kejutan buat kamu sabar ya tunggu saatnya kita bertemu, mulai hari ini kita akan sering telphone dan vidio call ya saoalnya mas kangen sama suara kamu sekalian kita bicarakan soal pesta resepsi pernikan kita sekaligus aniversery yang pertama"
__ADS_1
" Memang mas dimas mau konsep seperti apa "
" Kalau pesta yang udang banyak tamu itu mas sih terserah kamu saja tapi akan ad 1 pesta lagi privat party aja untuk keluarga dan teman dekat dipinggir pantai, kamu siapin aja bajunya untuk lainya biar mas yang urus semua ok "
" Oke mas kalau itu terserah mas berarti yang satunya semua serahin sama erina ya "
" Iya pasti kamu punya wedding dream kan apapun yang kamu mau sayang lakukan "
" hhhmmmmmm........." tiba-tiba ibu dan mama datang.
" Sudah ngobrolnya, erina ayo pulang sebentar lagi papa kamu pulang lho "
" Iya ma.....sebentar, mas dimas nanti erina telphone setelah sampai dirumah ya bey...bay......"
" Iyaa..........hati-hati ya salam buat mama dan papa "
" Oh......sekarang udah acara gak komunikasinya " celetuk ibu dimas.
Erina dan mama segera pamit pulang . Sampai dirumah erina sudah ditunggu rani yang sudah siap untuk pergi. Erina hanya mandi dan sholat sebentar saja lalu pergi bersama rani dan dewi kesalah saru mol terdekat dari rumahnya.
Erina membelikan rani baju, tas sekolah perlengkapan sekolah sepatu dan semua kebutuhan rani dari hal yang paling kecil sampai yang besar.
Rani terlihat sangat bahagian bisa mempunyai kakak seperti erina. Setelah selesai berbelanja rani dan erina juga sempat bermain di time zone, dulu erina dan lita juga sering bermain disini. Dewi yang melihatnya saja merasaha bahagia.
" Rani gimana kamu seneng kan "
" Iya kak rani senang sekali seru main disini dulu rani cuma bisa liat di tv saja, tapi coba teman- teman rani dipanti juga bisa main disini pasti seru "
" oh ya ada berapa anak di sana? kapan-kapan kita aja main ke dufan aja gimana"
" Wow dufan kak beneran rani bisa ajak teman-teman kesan "
" Bisa dong dewi coba kamu atur waktunya biar rani bisa main bersama anak-anak disana "
" Baik mb sekarang AJ Group juga sudah menjadi donatur tetap disana kuk mb atas perintah bapak "
" iya bagus lah kalau begitu, Rani kamu mau makan apa? "
" Apa saja kak rani mau "
" Selama ini tempat makan apa yang kamu pengen tapi belum pernah "
" Hhhmmm tapi kak erina apa gak papa jika rani minta makan di MacD "
" Iya gak papalah kita makan disana saja sekalian kirim buat teman-teman kamu di panti pasti mereka suka "
" Beneran kak teman-teman juga dikirim "
__ADS_1
" Iya.....yuk......"
Erina dan rani segera menuju restoran yang rani maksudkan dan benar saja erina juga mengirimkan untuk teman-teman rani di panti.