Jodoh Kakak Ku

Jodoh Kakak Ku
Bab 92 Yang terbaik untuk nya


__ADS_3

Sudah 3 hari dimas dengan setia merawat ibu kandungnya di ruma sakit bersama bapaknya dan juga ibu asri tentunya yang setia menemeni mereka berdua. Dan terkadang bagas dan gendis yang juga ada disana.


Karena erina sedang hamil jadi erina hanya diperbolehkan dimas berada di ruma sakit 3 sampai 4 jam saja dan setelah itu erina pulang kerumah kedua orang tuanya.


Erina hanya bisa menuruti perintah suaminya itu karena dia juga tidak ingin membuat dimas khawatir pada dirinya dan bayinya.


Selama 3 hari ini kondisi bu bunga juga tidak banyak perubahan, tapi sesekali dia membuka matanya tapi hanya sebentar saja lalu memejamkanya lagi, tampa sepatah katapun yang terucap.


Tapi dia sempat tersenyum melihat dimas sudah ada disampingnya saat ini, entah kenapa setelah kehadiran dimas bu bunga teelihat lebih tenang tanpa ada keluhan sama sekali ataupun kesakitan.


Dimas merawat ibu kandungnya dengan penuh kasih sayang yang mungkin selama ini tidak bisa dia berikan ingin dimas berikan semuanya saat itu juga.


Yang dimas harapkan hanyalah bisa berbakti kepada ibunya walau hanya sebentar saja.


Sore ini erina datang agak sore, erina seperti biasa membawakan beberapa makanan untuk suaminya dan keluarganya disana, setiap keruma sakit juga erina selalu ditemani mamanya atau juga dewi asisten pribadinya selama ini.


Terlihat dimas dan pak prabu masih melantunkan ayat - ayat suci disamping tempat tidur bu bunga yang masih terbaring.


Entah kenapa erina merasa suasa dikamar itu menjadi tenang dan entah perasaan apa ini yang ada dihatinya seperti ada sesuatu.


Erina langsung memberi salam kepada ibu asri dan pak prabu, dan tentunya dimas, erina mencium tangan dimas dan dimas mencium kening erina.

__ADS_1


Seperti biasa erina selalu mengajak bu bunga berbicara walau beliau tidak merespon sama sekali karena matanya terus terpejam.


Erina juga mengucapkan salam kepada bu bunga dan mencium tanganya.


" Bu.....bunga.....erina datang.....maaf ya hari ini erina sore - sore ......baru sempat kesini.....soalnya tadi erina pergi kebutik dan banyak pekerjaan yang harus erina kerjakan, oiyaa bu....ini cucu ibu hari ini aktif banget banyak geraknya........( erina sambil menempelkan tangan bu bunga ke perutnya )........iyaaa......kan.......bu....baby dimas dan erina aktif banget ( dan pas sekali saat itu bayi dalam kandungan erina memberi gerakan )........luar biasa sekali yaa bu erina sebentar lagi akan menjadi seorang ibu juga banyak hal yang erina pelajari dari ibu....bu asri dan tentunya mama......satu hal lagi yang ingin erina katanya bu.......Terima kasih sudah melahirkan lelaki yang luar biasa,mas dimas.......suami erina........." erina kemudian mencium tangan dan juga kening bu bunga.


Tak disangka air mata keluar dari mata bu bunga dan mungkin itu pertanda jika beliau mendengar semua perkataan erina. Dimaa yang melihatnya langsung bangkit dari tempat duduknya.


" sayang....ibu pasti mendengar semua lihat air mata ibu mengalir.......bapak lihat pak......ibu lihat bu......." dimas kemudia mencium tangan ibunya.


" bunga saya yakin kamu pasti mendengar kami semua yang ada disini semua orang yang sayang kepada kamu.....ada calon cucu kita juga disini yang juga memberi semangat kepada kamu...." pak prabu sambil membelai kepala istrinya.


Bu asri juga mendekat kepada bunga dan juga memegang tangan bunga dengan cukup erat.


Dokter meminta semuanya untuk keluar karena pasien akan diberi tindakan. Sontak semuanya keluar dari ruangan itu dan menunggu diluar sana. Dengan perasaan cemas. Dan henti - hentinya berdoa.


Beberapa menit kemudia dokter keluar dari rungan itu. Dokter menjelaskan jika kondisinya tidak baik dan sudah tidak ada yang bisa dilakukan lagi selain berdoa.


Deg......hati pak prabu bergetar kakinya serasa lemas dan hampir tumbang.....untuk ada bagas di belakangnya yang dengan sigap merangkul bapaknya.


Semua yang ada disana menjadi sedih terutama dimas yang juga tak kuasa menahan tangisnya. Tapi kemdian dia bangkit dan menghampiri bapaknya dengan tegar.

__ADS_1


" pak.....iklaskan ibu jika memang beliau harus pergi.......bapaklah orang yang paling tau dan mengerti seberapa besar perjuangan ibu bunga selama ini......bapak sudah memberikan yang terbaik kita semua juga sudah berusaha memberikan yang terbaik dimas......( sambil meneteskan air mata )...diimas walau hanya sebentar bersama bu bunga tapi dimas juga sudah memberikan yang terbaik dan tidak ada penyesalan di hati dimas.......pak......lepaskam bu bunga.....biarlah dia pergi dengan bahagia......"


Semua yang ada disana meneteskan air mata mendengar kata - kata dimas. Erina begitu kagum dengan suaminya yang begitu tegar menguatkan bapaknya walau erina tau dimas juga sangat terluka.


" iya.....mas.....kamu benar tidak seharusnya bapak egois....hanya memikirkan perasaan bapak.......mari mas.....kita masuk bersama..."


Dimas dan bapak masuk keruangan bu bunga dan disusul anggota keluarga yang lainya....


Bersambung.....


Maaf ya semua baru sempar update lagi


Tetap mohon dokunganya ya


Diepisode - episode akhir


Jodoh kakak ku


Terima kasih


Like....like jangan lupa

__ADS_1


Sempetin juga comen biar tambah semangat


__ADS_2