
Andra tentunya sangat bahagia dengan kejutan yang diberikan oleh bella walau sebenarnya andra juga sedikit kecewa karena bella menyembunyikan kabar bahagia ini darinya, tapi setelah mengetahui alasan bella adra menjadi mengerti dan memahami ketakutan dan trauma bella pada kehamilanya yang lalu.
Bella dan andra berapada di kamar mereka tak henti - hentinya andra mengelus perut bella sambil terus mengajak ngobrol bayi yang masih ada didalam rahim bella.
Disisi lain dimas dan erina berada ditempat tidur. Erina terus saja membicarakan soal anak - anak. Pertanyaan demi pertanyaan terus dia tujukan pada dimas tanpa henti.
" Mas......kira - kira nie mas dimas mau punya anak berapa "
" Berapa aja sayang......Allah percaya kepada kita dan tentunya kamu yang mengandungnya mas sih terserah kamu karena kamu yang nantinya akan mengandung calon anak kita "
" hhhhmmmmm kira - kira mas dimas mau anak perempuan atau laki - laki "
" hhhhmmm......apa saja yang penting dia sehat kamu sehat "
" terus....terus....terus.....kalau nanti kita pake baby sister atau gak ya mas atau kita rawat sendiri aja "
" Sayang......kenapa sih......kamu udah pengen punya baby ya....." pandangan dimas mulai nakal kepada erina.
" Melihat bella yang hamil kuk saya jadi pengen ngerasain hamil juga ya mas.....dengan perut yang besar dan didalamnya ada anak kamu mas mmmmmm......gemes banget, kalau anak bella dan adra dengan anak kita usianya gak beda jauh kan juga seru mas "
" ok.....ok.....terus.......apa kamu yakin sudah siap mengandung buah cinta kita " cup......dimas mencium kening erina.
" Insyallah erina siap mas mengandung anak mas dimas, apa boleh mulai hari ini erina tidak minum obat itu "
" Sayang kamu tau kan kesulitan yang saya hadapi saat ini, sampai sekarang juga saya masih tidak bisa berfikir jernih kalau kita tunggu 1 atau 2 bulan lagi gimana sayang apa kamu keberatan "
" erina paham mas......tapi bukanya dengan hadirnya seorang anak bisa menjadi penghibur kita lagi pulang mama terus saja bertanya pada erina setiap hari tapi erina belum cerita jika kita sengaja menundanya "
" Ya.....sudah jika memang kamu sudah siap dan mantap kamu boleh gak minum obat lagi sayang mulai malam ini tapi apapun hasilnya nanti kamu harus iklas ya jika memang kita sudah di beri rejeki alhamdulillaj tapi jika belum kamu tidak boleh kecewa "
Dimas memang tangan erina dan menciumnya dengan mesra.
" Iyaa......mas dimas erina janji....apapun hasilnya kapan pun itu erinsa yakin akan diberikan tepat pada waktunya"
__ADS_1
Erina memeluk dimas dengan manja, tangan erina berada di dada bidang suaminya itu. Dimas pun membalas pelukan istrinya itu dengan penuh cinta. Dicium kening dan pipi erina.
Mata mereka saling memandang satu sama lain dan akhirnya tanpa aba - aba mereka menciuman dengan penuh gairah. Seperti biasa hasrat mereka kembali membara dan kali ini tentunya dengan niat bisa segera memiliki keturunan.
Tempat tidur mereka sudah tidak beraturan sebagai saksi bisu indahnya bersatunya cinta dan juga hasrat. Entah bagai mana erina dan dimas kini tidak berada di ranjang lagi melainkan sudah pindah di sofa panjang yang ada dikamarnya.
Kesunyian malam ini diluar sana tapi tidak terasa sunyi dikamar erina dan dimas. Keduanya tengah memadu kasih dengat sangat panas dan menggairahkan. Dan malam ini berahir dengan tidur sambil berpelukan satu sama lain ditutupi dengan selimut tebal tapu didalamya polos.
Tak terasa kehamilan bella sudah menginjak bulan ke delapan. Perutnya juga sudah sangat besar. Bella juga rajin mengikuti senam hamil dan rutin cekup ke dokter kandunganya.
Bella begitu ingin melahirkan secara normal.Andra juga semakin sayang dan perhatian pada bella. Bahkan bella tidak diijinkan melaukan apa - apa. Adra hanya menyuruhnya istirhat dan konsentrasi untuk kelahiran bayinya nanti.
Bella keluar dari kamar mandi dengan bikini khusus ibu hamil. Perutnya terbuka dan terlihat sangat bulat dan besar. Adra yang melihat istrinya sangat seksi itu tiba tiba saja hasratnya kepada bella muncul. Karena sejak berpisah waktu itu dan juga sejak bella kembali andra takut untuk berhubungan suami istri karena takut menyakiti bella dan bayinya.
" Hey.....beb.....sejak kapan disitu, aku mau berenang mau ikutan kata dokter berenang juga bagus untuk ibu hamil"
Tapi andra malah melongo saja melihat bella yang tiba - tiba saja terlihat lebih cantik dan sangat seksi itu.
" beb kamu cantik banget sumpah hari ini kamu 1000 x lebih cantik " sambil mencium pundak bella dan juga membelai rambutnya.
Bella jadi mengerti kenapa suaminya bertingakh sangat aneh.
" hey.....beb.....kan aku sudah pernah bilang kalau aku sudah bertanya kepada dokter jika aman tidak apa - apa jika kita bercinta tapi selama ini kamu kan yang gak mau, is ok beb kita bisa melakukanya asal pelan - pelan saja hhhmmmmmm kamu pasti kangen banget kan sama aku " bella sambil membelai pipi dan rambut andra.
Andra mengelus - ngelus perut buncit bella dan kini mencium bibir bella. Dan melepaskanya ditengah - tengah.
" im so sorry ya beb......kita lakukan pelan - pelan Ok.....aku sudah tergila - gila sama kamu hari ini kamu cantik banget aku gak kuat beb......" andra kembali mencium bibir bella.
" IS OK BEB........."
Bella menyambut ciuman dimas dengan senang hati. Dan seterusnya begilah cinta bella dan dimas semakin membara.
Sementara itu pak prabu dan ibu bunga baru saja kembali dari perjalanan mereka. Dan komdisi ibu bunga juga tidak begitu baik walau begitu dia sangat bahagia karena disisa hidupnya yang mungkin tak lama lagi bisa bersama dengan orang yang cintainya sejak dulu.
__ADS_1
Kembali mejadi istri walaupun saat ini ibu bunga lebih banyak menghabiskan waktu dikursi rodanya. Tapi pak prabu dengan telaten mengurusnya. Sampai di jakarta mereka tiggal dirumah yang sengaja sudah disiapkan yang dekat dengan ruma sakit.
Istri pertama pak prabu sendiri yang menyambut mereka dirumah itu. Bahkan rumah ini disiapkan oleh bu asri sendiri. Sebenarnya pak prabu juga rutin memberitahu kondisi istri keduanya kepada istri pertamanya.
" Mas bagaimana "
" Bunga sudah tidur dia baru saja minum obat dan pasti cukup lelah perjalanan kami cukup lama "
" Mas saya sangat sedih melihat bunga, mas sebaiknya mas coba bicara pada dimas jika dia tidak angat teleponnya mas pergilah kesana sebentar dan saya yang akan menjaga bunga "
" Apa kamu sudah hubungi erina apa kata erina "
" Iya sudah dan kata erina dimas masih belum bisa membuka hati untuk ibu kandungnya masih sama saja tapi saya sudah menghubungi erina dan erina akan bicara pada dimas sekali lagi "
" mungkin kamu benar asri sepertinya saya harus bertemu dengan dimas sendiri sampai kapan dia akan bersikap seperti ini, saya begitu takut jika terjadi sesuatu pada ibunya nanti dia akan menyesal seumur hidupnya "
" pergilah pak.....ini juga demi dimas saya yang akan menjaga bunga "
Akhirnya pak prabu memutuskan untuk menemui dimas. Dia segera menyuruh asistenya untuk menyiapkan tiker ke new york.
Di rumah erina.
Erina tengah sibuk di ruang kerjanya dia mengambar bebera sketas yang akan segera dikirim ke butik milinya. Dan kini butik milik erina juga sudah dibuka disini walau tidak sebesar yang ada ditanah air tapi butik milik erina disini juga sudah memiliki banyak pelanggan.
Terdengar pesan masuk ternyata itu dari ibu asri. Beliau memberitahukan jika pak prabu akan berangkat kesana menenui dimas karena kondisi ibu kandung dimas yang semakin menurun.
Erin menjadi bingun harus bagai mana dia sungguh berharap jika dimas bisa segera membuka hatinya untuk ibu kandungnya.
Bersambung.....
Hay semua terus kasih semangat aku yang dengan like dan comen.....
Love you all....
__ADS_1