
Erina keluar dari ruangnya dan menemui wanita yang menunggunya diruang tamu dibutik erina.
Disana ada seorang wanita paruh baya yang terlihat dari belakang berambut setengah bahu sebagian berwarna putih karena uban diikat kebelakang dan terlihat sangat rapi.
Menggunakan stelan blezer dan rok bawah lutut berwarna senada dan juga menggunakan syal warna hitam.
Erina dengan sopan menyapa wanita itu yang masih berdiri membelakanginya.
" Selamat siang bu ada yang bisa saya bantu "
Wanita itu perlahan membalikan badanya dan saling berhadapan dengan erina. Begitu melihat wajahnya erina semakin bingung karena memang erina baru pertama kali bertemu denganya.
Wanita ini terlihat cantik meskipun usianya tak lagi muda. Erina semakin penasaran siapa wanita ini.
" Halo pasti kamu erina kan " sambil mengulurkan tanganya pada erina.
Erin pun menyambut tangan wanita itu meski erina tidak mengenalnya.
" Iya benar saya erina......ada yang bisa saya bantu......bu.....melati....silakan duduk....."
" Iya terima kasih......."
" Maaf bu sebelumnya ada yang bisa saya bantu karena maaf sebelumnya kita belum pernah bertemu "
" Iya.....kita memang belum pernah bertemu......maksud kedatangan saya kesini adalah ingin memberikan ini....."
Wanita ini menyodorkan kotal berwarna biru yang dihiasi dengan pita.
" Apa ini bu......."
" Ini adalah hadiah untuk pernikahan kamu dengan dimas "
" Oh....apakah ibu kenal mas dimas atau ibu sodara mas dimas kenapa waktu pernikahan kami saya sepertinya tidak melihat ibu eh tante saya harus panggil apa ya "
" Panggil ibu saya sepertinya lebih dekat dan akrap "
" Iya waktu itu kebetulan saya tidak bisa hadir jadi saya baru berkesempatan kesini dan bertemu dengan kamu, dan ternyata dimas memang tidak salah memilih istri kamu sangat cantik dan juga sopan "
Sambil mebelai rambut erina dengan lembut dan penuh dengan kehangatan.
" Terima kasih bu pujianya dan saya juga sangat beruntung bisa memiliki suami seperti mas dimas "
__ADS_1
" Iya......nak.....dimas anak yang sangat baik kalian berdua sama - sama beruntung semoga pernikahan kalian bahagian ya nak "
" Amin.....makasih bu......doanya oh iya mampir kerumah pasti mas dimas senang bertemu dengan ibu "
" Iya terima kasih ibu kesini karena ingin langsung mengenal kamu nak, kalau begitu ibu pamit dulu ya "
" Kuk buru - buru bu....erina beluk sempat nawarnkan minuman "
" lain kali kita bisa bertemu lagi "
" Tentu ibu dan terima kasih untuk kadonya "
" Sama - sama semoga kamu suka ya , boleh ibu peluk kamu nak "
" Iya....tentu saja bu.....kenapa tidak "
Erina dan ibu tadi saling berpelukan dengan erat. Ibu melati memelik erina dan membelai rambutnya dengan penuh kasih sayang dan tak terasa meneteskan air mata dan segera dia hapus karena tidak ingin ada seorang pun yang melihatnya.
Setelah itu erina mengantar ibu tadi sampai dipintu keluar butiknya dan sampai menaiki mobil dan meninggalkan butik erina.
Begitu mobil wanita tadi meninggalkan butik mobil dimas masuk dari arah yang berlawanan. Dimas langsung memarkir mobilnya didepan butik dan masuk ke dalam.
" Lho mas kuk udah jemput ini baru jam berapa, mas telat dech tadi ada sodara mas kesini lho kasih ini kado buat kita "
" Namanya ibu melati mas"
" Melati mas gak merasa ada sodara bernama ibu melati sih sayang "
" Masak sih mas orang katanya kemaren dia gak bisa datang dan kasih kado ini buat kita "
" Tapi mas gak tau sih beneran "
" Dia to cantik baik hangat gitu mas "
" Coba dech nanti tanya ibu siapa tau kenal ngomong - ngomong apa sisinya "
" belum saya buka mas....coba ya kita buka apa sisinya penasaran juga "
Erina segera membuka kotak berwarna biru itu. Dan ternyata setelah dibuka isinya mengejutkan. Satu set perhiasan bertahkan kan berlian berwarna biru.
" Mas lihat dech ini perhiasanya bagus banget ini bukan perhiasan sembarangan dech mas "
__ADS_1
" Mana - mana iya sih ini mahal sih sayang beruntung banget kamu dapet hadiahnya "
" Mas tapi kita gak tau siapa dia "
" Coba nanti dirumah kita tanya ibu ya "
" Mas saya masih ada kerjaan dikit lagi gak papa kan mas tunggu sebentar "
" Iyaa sayang lama juga gak papa tapi saya tunggu disini sambil lihat - lihat ya "
" Iya sebentar ya gak lama kuk "
Erina segera kembali keruang kerjanya dan menyelesaikan perkerjaan dengan cepat bersama rere dan nadia. Setelah itu erina segera menghampiri suaminya itu yang tampak asik memilih milih baju untuknya sendiri.
" Mas sedang apa sih...."
" Bagus gak sayang ini pas banget lhoo buat aku "
" Iya bagus pas baget bisa dipake kerja dan pake kondangan juga bisa "
" Mb saya ambil ini juga ya jadikan satu sama yang tadi "
" Lho mas udah banyak yang dipilih, ya udah dea tolong di bungkus semua ya nanti tagihanya masukan ke rekening saya ya "
" Eh gak usah saya bayar sekarang mb " sambil berjalan ke kasir.
" Mas gak usah ini kan butik aku "
" Iya sayang tapi kan baju - baju itu kan dijual kalau saya ambil geratis nanti kalian rugi itung - itung mendukung usaha istri, mb hitung semua totolnya dan jangan pake diskon ya "
Dimas sambil mengeluarkan kartu debitnya untuk membayar belanjaannya. Erina sambil tersenyum melihat tingkah suaminya itu betapa bahagianya erina memiliki dimas kenapa tidak dari dulu erina menyadari bahwa dimas adalah laki - laki yang sangat baik.
" Pak totalnya 5.455.000 "
" Iya mb saya bayar pake debit ya mb "
Setelah kasir menyelesaikan transaksintnya dimas dan erina segera meninggalkan butik. Dimas selalu membukakan pintu mobil untuk erina. Membuat erina semakin tersanjung dengan perlakuan suaminya itu.
Sebelum pulang erina dan dimas mampir kesebuah restoran untuk makan malam. Dimas dan erina juga sudah ijin tidak makan dirumah karena ingin makan diluar berdua saja.
Setelah selesai erina dan dimas segera pulang kerumah. Seperti biasa semua anggota keluarga sedang berkumpul diruang tengah. Erina bermaksud ingin menanyakan soal wanita yang menemuinya di butik tadi kepada ibu mertuanya.
__ADS_1
Bersambung.........