Jodoh Kakak Ku

Jodoh Kakak Ku
Bab 85 Bertengkar dengan dimas


__ADS_3

" mas erina sudah lama ingin membahas ini dengan mas dimas selama ini erina diam karena tidak ingin mas terluka lagi tapi mas sekarang ini bukan saatnya untuk memikirkan perasaan saja ini sudah menyangkut nyawa mas, erina tidak ingin mas menyesal ketika mas tidak bisa lagi bertemu dengan ibu kandung mas dimas "


" erina cukup kamu tidak tau perasaan saya kan apa yang saya rasakan kebohongan selama puluhan taun dan sekarang apa lagi bapak malah menikahi wanita itu lagi mereka mau mempermainkan perasaan saya, tadinya saya diserahkan kepada orang lain dan sekarang dia ingin pengakuan sebagai ibu "


" mas bukankah ibu dan bapak sudah menjelaskan alasan mereka kenapa sampai seperti itu, mas jika mereka bisa memilih tentunya tidak ingin mengambil jalan itu bapak ibu dan ibu bunga mereka semua berkorban diposisi mereka masing - masing, apa mas pikir jauh dari anak itu tidak terluka mas dan merelakan suami menikah lagi itu juga berat dan bapak memiliki beban yang lebih berat lagi tapi mas apakah mas tidak bisa melihat pengorbanan ibu bunga merubah semua....."


" Sudahlah erina saya tidak ingin mendengar apapun lagi mengenai ini "


" mas....sampai kapan mas mau melarikan diri dari semua ini "


" saya tidak lari erina saya hanya ingin sendiri itu saja "


" mas lalu apa....ini kita berada jauh di sini mas menutup kontak dengan mereka apa namanya jika buka lari , apa bedanya "


" Erina.......jangan pancing emosi saya bersikaplah seperti bisa penuh pengertian "


" Mas erina justru mengerti mas, erina tau betapa baiknya hati suami erina betapa penyangnya suami erina tapi saat ini dia tidak mau membuka pintu hatinya "


" Erina.....cukup......saya tidak mau bertengkar dengan kamu please......cukup erina "


" mas dimas ayolah dengarkan kata - kata erina, setidaknya pendapat erina jika erina salah kali ini erina akan diam tapi jika benar tolong mas pertimbangkan untuk pulang atau selamanya mas akan terus lari "


" erina.......hentikan......saya mohon "


Dimas malah meninggalkan erina begitu saja. Dan erina memanggil dan mengikuti dimas tapi tiba - tiba kepalanya kembali pusing dan brrrukkkkkkkk erina terjatuh pingsan dan tergeletak dilantai.


Mb sri yang melihatnya langsung berlari dan memanggil dimas jika erina pingsan. Dimas yang hendak pergi kemnali lagi dan segera meraih tubuh erina dan membawanya ke kamar.


Dimas panik karena erina pingsan dimas mencoba membangunkan erina mb sri juga mencoba membangunkan erina. Dimas dan mb sri mengoleskan minyak kayu putih di beberapa tempat. Dan beberapa menit kemudian erina sadar dan membuka matanya perlahan - lahan.


" sayang.....are you oke.......erina sayang......"

__ADS_1


" mas erina pusing erina mau muntah ".


Erina malah merasa sangat mual dia tidak tahan dan memuntahkan semua isi diperutnya. Dimas dengan sabar memijat leher erina yang tangah muntah - muntah.


Mb sri segera membuat teh manis hangat dan segera memberikan kepada erina.


" minum dulu sayang agar perutnya enak yaa "


" iya mas......"


" kita kedokter ya sayang mas gak mau kamu sakit sudah 3 hari ini kamu seperti ini maafkan mas ya gak seharusnya mas melampiaskan kekesalan mas ke kamu sayang "


" mas.....erina mau bicara.......melanjutkan tadi erina gak papa "


" erina kita ke dokter saja "


" gak erina gak mau ke dokter jika mas dimas gak mau dengarkan erina "


" setelah erina selesai bicara telepone dokternya "


" Baiklah mas dengarkan kamu "


" mas bapak ibu dan ibu bunga terjebak dalam hubungan yang cukup rumit, beban bapak yang harus adil dan mencintai 2 orang istri, ibu yang terluka dengan pernikahan kedua bapak dan bu bunga yang terluka harus jauh dari anaknya, tapi dengan keiklasan ibu bunga menyerahkan mas dimas kepada ibu dan bapak dan memilih untuk mundur, beban bapak menjadi berkurang, sakit ibu yang memiliki madu juga hilang tapi ibu bunga harus merelakan mas dimas dibesarkan orang lain bahkan beliau tidak berharap untuk diakai oleh mas dimas, kasih sayang dan doanya terus mengalir kepada mas dimas tanpa mas dimas tau dan sadari, jauh di sana ada seorang ibu yang tulus mendokan mas dimas dan apakah pengorbananya itu tidak begitu besar untuk keluar kita untuk mas dimas jika saja dia egois dia tidak akan mau menyerahkan mas dimas kepada ibu dan memilih untuk diceraikan, tapi jalan yang palig berat yang dia pilih mas, mas saat ini wanita yang melahirkan mas tengah sakit keras tolong mas lupan kesemua kemarahan mas dimas temui dia peluk dia selagi masih bisa dan masih ada waktu "


Tak terasa mendengarkan erina dimas meneteskan air matanya dan hatinya kini telah terbuka, dimas malah menangis di pelukan erina dan erina juga tak kuasa menahan tangisnya.


Mereka berpelukan erina terus mengutkan dimas. Meberi dimas semangat untuk menemui ibu kamdungnya walau hanya satu kali saja agar dimas tidak akan pernah menyesal.


" Mas....kita pulang ya......"


" kita pulang jika kamu sudah baikan "

__ADS_1


" Mas erina itu gak papa.....erina......kemaren iseng tespack dan hasilnya positif mas garis dua "


" Apa......erina sayang kamu serius......kamu hamil........sayang......."


" insyallah jika alat itu benar iam pregnen "


" Ya Allah Alhamdulillah sayang "


Dimas mencium erina dari dahi pipi mata bibir dan tanganya saking bahagianya.


" mas insyallah akan segera menajadi ayah, mas dimas bahagia "


" Iyaaa bahagia sangat bahagia "


" kita pulang ya mas besok "


" kita kedokter dulu cek kondisi kamu mas akan pulang tapi jika dokter tidak mengijinkan kamu terbang kamu tetap disini gak papa kan mas janji gak akan lama disana "


" oke mas.......erina nurut semua kata - kata mas dimas "


" sayang mulai sekarang kamu janji harus jaga kesehatan kamu dan anak kita "


Dimas menciumi perut erina yang masih rata itu.


Setelah konsultasi dengan dokter ternyata erina sedang hamil dan usia kandungnya masuk di 6 minggu karena kesibukan erina lupa jika dirinya telat datang bulan.


Dan setelah konsultasi dokter tidak menyarankan erina pergi dengan pesawat karena usia kehamilanya masih sangat kecil.


Dimas memutuskan untuk pulang sendiri dan erina tidak ikut dan menunggu disini. Dimas akan langsung menemui ibu kandungnya.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2