
Bapak ibu dan gendis seperti biasa setelah makan malam berapa diruang tengah sambil melihat lukisan gendis hari ini. Mereka tampak asik bercerita sambil bercanda. Keluarga ini memang sangat hangat sejak mereka masik anak - anak.
Dimas dan erina sampai dirumah dan langsung mengucapkan salam dan mencium tangan bapak dan ibu. Dan mereka berdua langsung bergabung dengan gendis bapak dan juga ibu.
" Wah yang baru makan malam diluar berdua aja sudah pulang nie mana titipan gendis dibelikan kan mas ? "
" Iya.... Ini cat air dan kertas pesanan kamu mas to heran sama gendis setiap pergi keluar pasti mintanya peralatan lukis gak pernah makanan padahal kan kita perginya makan "
" Biarin mas soalnya sudah mau habis kalau besok kehabisan kan gendis repot "
" Kayak cuma kamu aja dim.....yang setiap hari di titipin bapak nie lho setiap pulang kantor sudah di hadang didepan pintu mana titip kuas kertas cat dan lain - lain masih banyak "
" Namanya juga gendis kalian pasti sudah paham kan.......oh ya gimana erina dibutik rame hari ini "
" alhamdulillah bu....lancar rame malahan mas dimas to ngeborong baju - baju yang dibutik katanya mau dipakai sendiri buat ke kantor "
" Mana - mana aku dibeliin gak mas ? "
" Hhhmmmm kamu to yaa kesana aja sendiri mas gak tau selera kamu taunya kalau beliin kamu itu kuas sama cat air "
Sontak semua yang ada diruang tengah tertawa mendengar jawapan dimas.
" Gendis......besok tinggal kesana aja lalu pilih semua yang kamu mau besok kakak temenin atau kamu kakak rancangin dulu baju baut kamu seperti apa mau kamu "
" Beneran kak.......erina........"
" Iya.....beneran....."
" Sayang.....kakak............."
Dan tiba - tiba erina teringat soal wanita yang datang ke butik tadi. Erina bergegas mengambil kotak warna biru yang ada di paper bag yang erina bawa. Erina mencerikan kepada semua jika tadi ada wanita yang datang kebutiknya.
Dia mengaku saudara jauh dari keluarga Gondo Kusumo yang gak bisa datang waktu acara pernikahan . Dan erina menunjukan hadiah yang diberikan oleh wanita itu.
" Katanya namanya melati dan beliau memberikan hadiah ini untuk kami, waktu erina minta untuk mampir kerumah katanya lain waktu akan mampir "
" Siapa ya pak.....apa bapak tau melati itu siapa "
" Siapa ya bu....bapak tidak tau siapa itu melati " bapak menjawab dengan ragu - ragu.
__ADS_1
Erina menunjukan kotak berwarna biru itu kepada semuanya. Begitu melihat kotaknya mata bapak dan ibu saling memandang keduanya seperti terkejut melihat kotak itu.
Gendis yang ikut penasaran meminta erina untuk segera membuka isi kotak itu. Erina baru akan membuka kotak itu tapi tiba - tiba ibu merebutnya dari tangan erina.
Erina sedikit terkejut dengan tindakan ibuknya itu tapi bapak lalu memberi kode pada ibu agar dia lebih tenang.
" Maaf ya erina ibu jadi penasaran dengan isinya boleh ibu saja yang membukanya nak "
" oh.....iya bu silahkan ibu saja yang membukanya "
Dengan melihat kotaknya saja ibu dan bapak sebenarnya bisa mengenalinya tapi untuk menyakinkan mereka lebih baik melihat isinya. Dan......dan....begitu dibuka benar saja perhiasan itu perhiasan yang sudah lebih dari 28 tahun tidak pernah ia lihat.
Bapak juga cukup terkejut tapi berusaha untuk tetap tenang sementara itu dimas dan erina merasa bingung dengan sikap kedua orang tuanya. Gendis yang juga penasaran mencoba melihat isinya.
Tapi ibu segera menutupnya dengan rapat - rapat. Membuat gendis semakin penasaran saja. Tapi malah ibu menyuruh gendis masuk ke dalam kamarnya sekarang juga. Karena ibu ingin berbicara cukup serius dengan menantunya itu.
Dimas merasa ada sesuatu yang aneh dengan perhiasan itu kenapa kedua orang tuanya langsung bersikap aneh setelah melihat perhiasan itu.
" Ada apa sih bu.....pak.....kenapa dengan perhiasanya "
" Erina ayo ikut ibu......."
" Mau kemana bu......"
Dimas yang sebenarnya juga penasaran cuma mnurut saja dengan apa yang ibunya katakan sementara bapak memilih untuk masuk keruang kerjanya. Dan dimas masuk ke kamarnya karena semua orang sudah meninggalkan ruang tengah.
Diruang kerja
Bapak hanya bisa duduk lemas di kursi kerjanya sambil membuka laci di meja kerjanya. Membuka sebuah kotak yang ia simpan rapat - rapat selama ini yang sudah hampir ia lupakan dan sudah tidak pernah ia buka.
Bapak mengambil sebuah foto lama yang mungkin sudah agak terlihat usang itu. Ia memandangi foto itu dan tak terasa air matanya pu menetes. Entah apa yang ia rasakan saat ini teringat akan kenanganya dimasa lalu membuat hatinya terasa sakit.
Sementara itu dikamar ibu
Ibu mencoba bertanya banyak hal kepada erina. Sampai - sampai erina juga merasa ada yang aneh.
" erina wanita itu berkata apa saja kepada kamu, lalu apa dimas melihat wanita itu lalu wanita itu seperti apa erina apa dia mencurigakan apa dia bertanya sesuatu "
" ibu.....dia hanyak sebentar saja hanya mengatakan jika dirinya ingin memberikan hadiah pernikahan ini saja ibu tidak ada yang lain dan dia berdoa agar rumah tangga erina bahagia itu saja "
__ADS_1
" Apa kamu yakin.....erina dia tidak b melihat dimas.....atau bertemu "
" Tidak ibu......waktu mobilnya pergi mas dimas baru sampai erina sendiri yang mengantarnya kedepan "
" Syukurlah......."
" Kenapa ibu apa wanita itu jahat atau apa erina tidak mengerti "
" Ya sudah erina kamu kembali saja ke kamar tapi ini bair ibu yang simpan sementara ini ya nanti ibu akan kembalikan satu lagi jika orang itu datang lagi kamu segera beri tahu ibu dan jangan beri tahu dimas ibu mohon "
" Kenapa.......bu....."
" Erina ibu mohon jangan bertanya apapun dulu nanti ibu akan ceritakan tapi tidak sekarang kalau dimas bertanya bilang saja perhiasanya ternyata mirip dengan punya ibu...."
" Iya....baik ibu erina mengerti......"
Dengan penuh rasa penasaran erina segera kembali kekamarnya dan berusaha menurut kepada ibu mertuanya itu, dan bersikap tidak ada yang aneh ketika erina masuk kemar.
Erina masuk kekamarnya dan dimas disana sudah menunggu dengan gemasnya.
" Kuk lama sih ibu bilang apa sih sayang "
" Oh....gak mas cuma itu.....perhiasanya to mirip sama punya ibu....begitu....."
" Oh pantesan saja mereka kaget....sayang yuk kita mandi gerah nie dari tadi aku tungguin lhoo "
" Mas.....kan cuma mandi kenapa dari tadi mas gak mandi coba dari tadi mas mandi pasti sekarang sudah selesai kan "
" Hhhmmmm tapi pengen mandi berdua sama kamu sayang...."
" Mandi apa mandi mas.......yakin cuma mandi aja "
" Ya.....gak sih........ih gemes dech kayak gak tau aja sih sayang yuk......"
Erina tertawa melihat tingkah suaminya yang manja itu. Rasa erina gak percaya dimas yang ia kenal bisa seperti itu kepada dirinya begitu manja saat berdu.
Dan tanpa aba - aba dimas langsung mengendong erina masuk kekamar mandi.
" Mas.....mas......tunggu dulu dong sabar sebentar.......pintunya belum dikunci"
__ADS_1
Tapi dimas tidak menghiraukan dia langsung membawanya masuk kedalam kamar mandi.
Bersambung.......