
Dimas dan erina sampai didepan rumah mereka beberapa koper diturunkan dari taxi yang membawa mereka dari bandara. Erina tak menyangka dia kembali kerumah ini dan sekarang sudah bergandengan tangan dengan dimas.
" masuk yuk sayang......"
" Iya mas diluar dingin......"
Erina dan dimas masuk kerumah penuh dengan kenangan itu. Mereka melihat sekeliling rumah ya cukup rapi sih karena dimas sebelum pergi menyuruh seseorang untuk selalu membersihkan rumah itu.
" ok sekarang kita tidur dimana kamar aku atau kamar kamu "
" hhhmmm kalau dilihat sih kamar mas dimas itu lebih besar dan lebih bagus erina mau itu saja yang jadi kamar kita sekarang dan kamar erina akan erina ubah jadi ruang kerja erina seruju "
" oke.....setuju......"
" Tapi erina gak suka dengan kamar mas dimas boleh kita ganti disainya warna cat dan juga barang - barangnya "
" Hhhmmmm sudah dech itu terserah kamu tapi sebenarnya mas sudah ada rumah baru apa gak sebaiknya kita lihat rumahnya dulu, ya belum ada isinya sih mas pikir biar kamu aja disain dalamnya "
" yang benar mas tapi sayang lhoo rumah ini terus gimana "
" Ya rencanya sih mau jual saja, mas mau mulai hari ini gak akan pake fasilitas dari bapak jadi hasil jual rumah ini bisa buat beli perabot rumah gimana tapi kamu gak papa kan kalau kita hidup sederhana dulu mulai sekarang "
" Mas.....aku kan juga ada uang dan uang aku itu aku hasilkan sendiri lho dari kerja aku bukan minta uang papa, uang aku itu uang kita juga mas "
" terima kasih sayang tapi kalau untuk semua itu mas masih ada uang selama kerja disini kan uangnya mas tabung dan karena juga kerja diperusahaan bapak jadi ada dua tapi sekarang mas akan fokus ke satu kerjaan dan mas akan lepas dari perusahaan bapak "
" mas.....apa harus sampai seperti itu tapi supah erina gak masalah erina siap hidup seperti apapun disini asal kita bersama erina juga akan kerja bantuin mas "
__ADS_1
" Hutsss.....sayang akan saya sudah bilang gaji saya cukup buat hidupin kamu disini kamu kerja urusin butik saja atau kamu ambil sekolah lagi disini juga boleh nah insyallah mas juga mampu bayar sekolah tapi kalau kurang kamu bisa pake uang kamu sendiri, tapi buat kebutuhan kamu kita sehari.- hari kamu gak boleh pake uang kamu sendiri kartu yang mas kasih itu bisa dipake sayang tenang aja "
" oke siap pak suami......"
" ih....kamu gemesin banget sih mas jadi kangen liat kamu pake baju - baju itu "
" baju itu apa sih mas.....ih jangan godain dech siang - siang "
" sayang......dipesawat itu lama lhoo gak sebentar......masak sih kamu gak kangen "
" ihh.....mas dimas ah.........erina malu "
" malu tapi mau kan......"
Dimas terus mendekat pada erina sampai erina terpojok di dinding dekat pintu kamar. Dimas mencium erina mulai dari kening pipi leher dan bibir erina pun tak lepas dari sasaran dimas. Erina juga sudah terbawa oleh dimas ia ikuti permainan dimas. Erina mulai melepaskan pakaian dimas dan juga sebaliknya dimas juga mulai nakal melepaskan pakaian erina satu persatu.
Cinta yang tidak pernah mereka bayangkan dan cinta yang hadir begitu saja didalam hati mereka tanpa mereka sadari. Cinta yang awalnya untuk sang kakak kini berpindah kepada sang adik dan lebih dalam.
Erina dan dimas saat ini memang baru menikmati indahnya bulan madu dan kehidupan sebagi suami istri seutuhnya. Saat ini yang bisa membuat dimas terhubur hanyalah erina dan dimas tidak bisa lepas dari erina walau pikiranya begitu banyak tapi saat dia berada disisi erina semuanya berubah menjadi lebih tenang dan damai.
" Luar biasa sayang kamu semakin hari semakin hebat......love you terima kasih sayang muach....mucah.....muaah...."
" love to mas.......sama - sama suami "
Ini pertama kalinya erina dan dimas malakukanya dirumah mereka. Dulu mereka hanya sering bertengkar disini tapi saat ini mereka tangah dimabuk cinta sampai mereka lupa apa yang pernah teejadi dirumah ini sebelum mereka sama - sama jatuh cinta.
Kita tinggalkan erina dan dimas lalu bagai mana dengan andra yang sudah 2 bulan tidak bertemu dengan istrinya, bella juga sering menghindar jika di telepone tapi bella sering mengirim pesan. Sebenarnya andra sudah menyuruh bella segera menyusul tapi bella masih menolak karena masih ingin berasama mamanya sebentara andra terlalu sibuk dengan pekerjaanya
__ADS_1
Andra mendengar berita jika dimas mengundurkan diri dari perusahaan, menambah beban kerja andra semakin banyak dan adra juga tidak tau apa - apa soal masalah dimas saat ini.
Ada informasi jika dimas sudah sampai di rumahnya adra pun bergegas kesana dan menemui dimas. Tapi nampaknya kesibukan dimas dan erina membuat mereka tidak tau jika andra sudah 2 jam lebih menunggu di luar rumah didalam mobil.
Andra sudah menuga jika kedua sejoli itu pasti sedang dimabuk asmara dan dia pun pasrah menunggu mereka. Andra mencoba kesekian kalinya menghubungi ponsel dimas. Dan ahirnya dimas yang sudah selesai mandi memjawab telpone dari andra.
" hay.....bro......sudah bulan madunya gila aku sudah nunggu 2 jam lebih diluar kamu keluar atau aku masuk nie "
" ok ok....wait dra.......10 menit "
" siapa mas andra ya..."
" Iya sayang sepertinya aku harus keluar sama dia sebentar gak papa kan "
" iya mas tapi jangan pulamg malem malem ya "
" iya sayang love you muach...."
Dimas pergi sambil mencium kening istrinya. Terlihat adra diluar sama didalam mobil. Dimas masuk kedalam mobil andra dan menyuruhnya untuk pergi kesuatu tempat yang dimas tunjukan.
Awalnya andra bingung bukanya disuruh masuk malah diajak pergi dan anda menurut apa yang dikatakan dimas. Kerena dimas mengatakan akan menjelaskan semuanya disana bukan disini.
Karena penasaran tentunya andra menurut saja.
30 menit kemudia mereka sampai disebuah kafe yang tidak begitu ramai. Dimas mengajak andra turun dari mobil. Setelah memesan kopi dimas mulai menceritakan apa yang terjadi di jakarta. Dimas tidak pernau merahasiakan apapun pada adra dimulai ceritanya dengan muka yang cukup sedih dan seperti orang kehilangan arah dihidupnya.
Andra adalah tipe pendengar setia reaksinya kali ini cukup diluar dugaan dia juga sangat terkejut dengan kebenaran yang di ceritakan oleh dimas.
__ADS_1
Bersambung....