Jodoh Kakak Ku

Jodoh Kakak Ku
Bab 43 Pamit


__ADS_3

Dimas yang sudah dipindahkan keruang rawat biasa. Kesadaranya suduh pulih 100 persen tapi dimas bingung sejak ia sadar belum melihat erina. Hanya ada ibunya dan juga andra.


" ibu....dimana erina kuk dari kemaren dimas belum lihat "


" erina sedang pulang dim....biar dia istirahat dulu dia juga masih trauma dari kejadian itu "


Tiba - tiba ponsel ibu dimas berbunyi dan tertulis itu dari mama erina. Mama erina mberi tahu jika erina ingin bertemu dimas sebelum kembali kejakarta. Keduanya pun menyetujuinya.


Saat ini kondisi dimas sudah cukup stabil hanya saja dia heran kenapa sejak dia sadar tidak melihar istrinya ada disana.


Pintu kamar dimana dimas di rawat diketuk ibu dimas yakin jika ini pasti erina. Ibu dimas segera mempersilahkan masuk. Dan ternyata benar itu erina.


Erina langsung menatap dimas yang terbaring di ranjang masih sengan selang infus dan obat.


" Dimas liat siapa yang datang"


Dimas melihat kearah pintu dan ternyata itu adalah orang yang di nanti-nanti kedatangnya banyak hal yang ingin dimaa bicarakan banyak hal yang ingin dimas uangkapkan.


Tangan dimas memberi kode pada erina agar dirinya mendekat kepadanya. Erina menatap mama dan ibu mertunya. Dari isyaratnya sepertinya mereka mengijinkan erina mendekat pada dimas.


Ingin rasanya erina segera berlari menggenggam tanganya dan memeluknya tapi situasa saat ini membuat erina harus menepis keinginya itu. Membuangnya jauh-jauh. Erina berjalan perlahan mendekati dimas dengan senyuman dan tak terasa air matanya menetes begitu saja. Dia segera menghapusnya.


" Hai......." erina menyapa dimas


" Hai.......kamu kemana aja erina saya tunggu kamu lho disini "


" Maaf ya mas erina gak ada disini gak biasa merawat mas seperti waktu erina sakit mas dimas yang rawat erina"


Melihat situasi itu ibu dimas dan mama erina memutuskan untuk meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


" Gak papa pasti kamu takut waktu kejadian itu, yang saya mau pastikan kamu gak kenapa-kenapa kan er......"


" Gak mas erina baik erina sehat karena erina punya suami yang begitu melindungi erina "


" Hhhmmmm........aaaautttt...." karena tertawa dimas merasakan nyeri pada bekas oprasinya.


" Mas dimana yang sakit aku panggil dokter ya..."


" Gak usah dokter nya sudah ada disini kuk "


" Disini cuma ada saya mas gak ada dokter ".


" Iyaa kamu .......kamu dokternya.......kalau kamu ada disisi saya seperti ini terus pasti saya akan cepat sembuh "


" Maaf ya mas gara-gara saya mas dimas jadi terluka, mas erina mau bicara sekarang serius erina gak punya banyak waktu"


" Erina dulu yang bicara mas dimas dengarkan, mas rahasia kita sudah diketahui ibu dan mama dan mereka sudah memutuskan sesuatu untuk kita "


" Maksudnya apa er......."


" Iyaa mas soal surat perjanjian kita mas "


" Apa....kuk bisa gimana mereka berdua tau er.....tapi kamu gak kenapa-kenapa kan kamu sudah jelaskan semua dan soal kita yang sudah mulai saling menerima"


" Erina harus pulang ke jakarta hari ini pesawat erina berangkat 3 jam lagi makanya erina gak punya banyak waktu, maaf mas erina harus ninggalin mas dimas sebenarnya erina gak mau mas tapi erina sudah janji dengan mama dan ibu ini adalah hukuman untuk kita karena sudah mempermainkan pernikahan, sekarang kita harua pisah mas " erina sambil menangis tersedu - sedu.


" Erina kamu gak boleh pergi kalau kamu pergi tunggu aku keluar ruma sakit kita pulang sama- sama kita hadapi ini sama-sama sayanakan bicara pada ibu dan mama pasti mereka mengerti "


" Gak mas erina sudah bicara banyak pada mama dan memang jalan yang terbaik adalah erina pulang bersama mama "

__ADS_1


Dan ibu dimas dan mama erina masuk ke dalam.


" Dimas......erina benar lebih baik erina kembali bersama mamanya sekarang dan kamu disini sama ibu, kalian harus sama- sama merenung dengan pernikahan kalian walau awalnya memang terjadi karena keterpaksaan ibu harap kalian berjauhan sementara ini untuk memperbaiki diri masing-masing dan untuk memutuskan masa depan kalian untuk terus atau akan berhenti disini "


" Ini semua salah mama juga dimas mama tidak mengajari dan membimbing erina untuk menjadi seorang istri mama lupa jika mama punta 2 anak perempuan, biarkan erina bersama mama saat ini untuk belajar hal yang belum dia pelajari dari mama karena pernikahan kalian terjadi terlalu mendadak "


" Maksudnya ini apa ibu........mama......dimas tidak mengerti "


" Jadi dimas jika kalian berdua yakin ingin bertahan mari kita mulai semua dari awal anggap saja saat ini kalian baru akan menikah dan sementara berpisah untuk bertemu kembali nanti "


" Iya dimas harus segera pulih dan menyelesaikan semua urusan kamu disini setelah itu selesai pulanglah jemput istri mu dirumah mama, tarus terang kami merasa bersalah karena pernikahan kalian begitu sederhana kami ingin mempersiapkan pesta yang indah meriah untuk kalian "


" Tapi ma.......ibu......berapa lama kami harus berpisah "


" Tepat di satu tahun pernikan kalian "


" Ibu itu lama sekali 1 minggu lagi juga dimas akan sembuh "


" Nak banyak hal yang harus kamu selesaikan waktu 5 bulan itu gak akan lama "


" Mas dimas erina siap memulai semua dari awal erina tunggu mas di jakarta " Erina mencium tangan suaminya itu dengan lembut.


" Tapi.....er.......apa kamu yakin bisa "


" Insyallah bisa.....erina pamit ya mas cepet sehat yaa mas assalamualikum "


" Waalaikumsalam......." dimas perlahan melepaskan tangan erina.


Mama erina juga segera berpamitan pada ibu dimas. Erina dan mamanya berlalu keluar dari ruangan itu. Dan menuju bandara untuk segera berangkat ke jakarta.

__ADS_1


__ADS_2