Jodoh Kakak Ku

Jodoh Kakak Ku
Bab 76 Bagas dan gendis tau kebenaran


__ADS_3

Akhirnya tiba waktu erina dan dimas berpamitan kepada kedua orang tua erina dan juga rani yang sengaja menunggu mereka berangkat. Erina memeluk papa dan mama dan juga rani, sebenarnya erina cukup sedih karena merasa ia tidak akan kembali dalam waktu lama. Tapi ini harus menjadi semangat erina agar dia bisa membujuk dimas dan erina tau suaminya adalah orang yang sangat baik. Dimas juga berpamitan pada mama dan papa, papa memeluk dimas cukup lama sabil memberi nasehat. Papa mama dan rani mengantar erina dan dimas sampai di pintu depan. Dimas dan erina masuk ke dalam mobil dan melambaikan tangan mereka sambil mengucapkan salam dan mobil yang membawa keduanya berlalu pergi dari kediaman Atma jaya.


Papa mama dan rani melambaikan tangan sampai mobil yang membawa mereka tidak terlihat lagi.


" Rani ayo cepat siap - siap berangkat kesekolah kamu sudah terlambat nak "


" Iya ma....rani sudah siap rani berangkat dulu pa...ma...."


" Iya rani hati - hati dan belajar yang rajin ya "


" Iyaa pa....ma..... Assalamualaikuk...."


Waalaikumsalam...papa dan mama menjawab salam secara bersamaan. Dan rani segera masuk ke mobil dan bengkat kesekolahnya.


" Ma....apa sudah menghubungi ibu nya dimas "


" Iya sudah pa nanti jam makan siang kita kerumah keluarga gondo kusumo "


" Baiklah ma nanti kita ketemu disana saja ya papa sekarang kekantor dulu "


" Iya pa hati - hati "


Mama mencium tangan papa dan papa pergi sambil memberi salam.


Sementara itu mama bergegas masuk kedalam rumah dan melakukan rutinitas pagi seperti biasanya.


Sementara itu dibandara.


Erina dan dimas masih menunggu pesawat sambil minum kopi di salah satu kafe. Dimas terlihat sibuk dengan laptopnya dan erina mengambil kesempatan itu untuk mengirim pesan pada bella sahabatnya.


Dalam pesanya erina minta maaf karena harus pergi lebih dulu dan erina berharap bella dan bayinya sehat dan besok segera menyusul erina. Erina tidak menceritakan apapun pada bella karena memang erina sangat menjaga komdisi sahabatnya itu yang tengah hamil. Tak lama bella juga membalas pesan erina dan mengucapkan hati - hati dan bella titip andra untuk sementara ini dan semoga secepatnya bella bisa menyusul erina.


Erina juga mengirimkan pesan untuk ibu asri erina berpamitan pada ibu asri dan mengatakan jika saat ini mereka sudah ada dibandara dan bersiap untuk berangkat. Setelah semelam erina cukup lama bicara di telpone dengan ibu mertuanya itu.


Tak lama menunggu pesan erinapun dibalas bu asri minta erina untuk tetap bersabar mendampingi dimas dan ibu asri minta untuk erina sering mengirim kabar.


No penerbangan dimas dan erina sudah meminta mereka untuk masuk kedalam pesawat erina dan dimas segera bergegas masuk kedalam pesawat. Didalam pesawat kelas bisnis perjalan panjang akan dimulai yang akan membawa erina dan dimas kembali ke negara asing dimana mereka hanya akan hidup berdua.

__ADS_1


Kali ini mereka sudah benar - benar manjadi suami istri seutuhnya. Dan erina dan dimas sudah siap menjalani semuanya kembali dari awal disana. Dimas memegang tangan erina dan mengecup tanganya.


" Bismillah ya sayang......insyallah kita sama - sama selamanya "


" Iya mas love you "


" Love you more sayang "


Dan pesawat itu membawa mereka terbang ke benua amerika.


Dirumah gondo kusumo siang hari.


Mama erina sampai lebih dulu dirumah keluarga gondo kusumo disusul papa erina tidak begitu lama mereka masuk bersamaan ke rumah besar dan megah itu.


Disambut bu asri dan tentunya pak prabu diruang tamu. Mereka berempat saling jaba tangan dan berpelukan untuk saling menguatkan.


Setelah duduk dan teh pun sudah disajikan mereka berbincang bincang dan pak prabu sendiri yang menceritalan kejadian yang sebenarnya


Terlihat sangat jelas jika pak prabu dan bu asri cukup sedih dengan masalah ini apalagi melihat reaksi dimas yang saat ini seperti ini.


" Mas saya rasa biarlah dimas untuk sementara ini tenang dulu dengan waktu saya yakin dimas pasti akan bisa menerima semua ini dan pasti dia akan kembali dan insyallah dengan erina disampingnya erina pasti akan terus mengingatkan dimas dan menghiburnya , kami berdua tentunya juga akan tarus memantau mereka "


" Mas prabu mb asri kami berdua juga sebenarnya ingin bertemu dengan ibu kandung dimas bagaimanapun dia adalah ibu dimas dan kami ini adalah orang tua dimas juga kami mohon ijin untuk menemuinya jika diperbolehkan "


" Ya....tentu saja silhakan tapi saat ini bunga sudah kemnali ke semarang baegitu kan bu "


" Iya begitu mas tapi kami berdua juga ada maksud kesana dalam waktu dekat ini apa sebaiknya kita pergi berasama saja "


" Iya mb asri kami rasa begitu lebih baik iya kan pa....."


" Iya...kami minta tolong untuk dikabari kapan berangkat kesana "


" Iya tentu saja kami akan meberi kabar setelah semua jelas, sebenarnya bagas hari ini juga sampai di indonesia jadi kami masih menunggu bagas"


Mereka sudah cukup lama disana dan papa dan mama erina memohon pamit kepada orang tua dimas. Orang tua dimas sangat berterima kasih atas kedatangan orang tua erina dan mereka berharap ikatan ini akan semakin erat. Mudah - mudahan bulan depan segera mendapat kabar baik dari erina dan dimas yang jauh disana.


Malam hari dirumah gondo kusumo.

__ADS_1


Bagas sudah tiba sore tadi dirumah, tapi bapak dan ibu belum menceritakan masalah yang sebenarnya. Sebenarnya bagas curiga ada sesuatu dan dia sempat bertanya pada mbok darmi dan gendis tapi mereka menjawab tidak tau apa - apa. Dan tumben sekali ibu sendiri yang memintanya untuk cepat kembali.


Diruang tengah ada bapak ibu bagas dan gendis. Bapak mulai membuka pembicaraan dengan sangar serius dan ibu menyambungnya.


" Kalian berdua sudah bapak anggap cukup dewasa untuk mengetahui rahasia keluarga ini yang sudah pukuhan tahun tersimpan rapi dan rasanya saat ini adalah yang paling tepat "


Bagas dan gendis tentunya menjadi sedikit takut dan penasaran dan mereka saling berpandangan.


Akhirnya ibu mulai menceritakan kisah mereka dari awal bertemu bapak sampai kasih lahirnya dimas ditengah keluarga ini.


Bagas dan gendis sangat terkejut dengan cerita ini bahkan bagas sampai mengira jika ibunya berbohong dan mengarang cerita saja.


" ibu dan bapak bohong kan gak mungkin mas dimas bukan anak ibu kan ini gak lucu pak...bu....kalau mau menceritakan hal yang lain saja bagas tidak mau dengar lagi "


" Bagas bapak dan ibu sangat serius nak karena hal ini mas dimas sekarang memilih kembali ke amerika dan meninggalkan semua tanggung jawabnya diperusahaan "


" Gak...gak....mungkin gimana bisa kalian menyimpan rahasia ini begitu lama dan jika sudah dirahasiakan kenapa harus diceritakan bagas tidak membayangkan perasaan mas dimas saat ini , mungkin jika bagas ada diposisinya bagas tidak tau apa yang akan bagas lakukan "


Sementara gendis hanya diam saja dak sesekali meneteskan air mata karena merasa kasihan dengan kakaknya dimas.


" Bahkan ya pak buk....jika sampai ada yang bukan anak kandung itu yang lebih pantas bahas, bagas sema sekali tidak mirip bapak atau ibu lagi pula selama ini ibu begitu mencintai mas dimas apa yang mas dimas dapatkan itu lebih dari yang saya dan gendis dapatkan, bagas masih tidak bisa percaya ini "


" Bagas ini adalah kisah nyatanya dan apa yang kamu katakan benar karena ibu menganggap dimas adalah suatu kejaiban dan anugrah bagi itu dan bonusnya ibu mendapatkan kalian berdua"


" Bagas akan bicara pada mas dimas jika semua ini tidak ada artinya apa - apa bagi bagas dan gendis mas dimas tetap kakak tertua kami dan kami akan lebih menyayangi dan menghormatinya lebih dari sebelumnya, iya kan dis "


" Iya mas gendis kasian dengan mas dimas dan kenapa mas dimas malah pergi gendis juga mau bilang jika gendis sangat sayang mas dimas , mas kita susul saja mas dimas kita bicara langsung jangan lewat telpone "


" kamu benar dis.....secepatnya kuta susulas dimas "


" Ya....mungkin itu lebih baik tapi biiarkanlah mas mu sendiri dulu sementara ini kalian boleh kesana setelah 1 atau 2 minggu lagi "


" Tapi pak sebaiknya lebih cepat kan "


" Tidak selamanya apa yang lebih cepat itu lebih baik gas jangan ambil keputusan terburu - buru "


" Iya gas..kita tunggu kabar dari kakak ipar mu dulu "

__ADS_1


Akhirnya mereka menurut apa yang dikatanya bapak dan ibu.


Bersambung....


__ADS_2