Jodoh Kakak Ku

Jodoh Kakak Ku
Bab 91 Tidak tergantikan


__ADS_3

Erina yang tak menemukan dimas dimana - mana mencoba mencarinya disekitar rumah andra. Dan benarnya saja erina menemukanya jauh dari kerumana para tamu. Ditaman samping rumah dimas terlihat duduk dan memegang kepalanya seperti orang yang bingung.


Erina mendekatinya karena penasaran ada apa dengan suaminya itu.


" sayang.....kepana disini sendiri ada apa "


Erina mendekati suaminya itu dimas melihat erina dan mengulurkan tanganya, erina langsung memegang tangan dimas , erina duduk dipangkuan dimas sambil membelai kepala dimas.


" hey....ada apa sayang.....kuk mukanya sedih keliatan......hey ada apa sayang...."


Bukanya menjawab dimas malah memeluk erina dengan erat sambil menangis.


Erina semakin bingung dengan dimas ada apa dengan suaminya kenapa tiba - tiba begini.


" sayang..sayang....ada apa cerita doang sama erina......"


" sayang.......ibu.....aku.......barusan ibu telpone ibu bilang.......kalau bu bunga kondisinya semakin menurun....doker juga mengatakan apapun yang tejadi harua iklas dan siap, padahal baru kemaren kita vidio call sepertinya sehat tapi pagi ini beliau drop dan dilarikan ke ruma sakit, sayang aku bingung harus gimana sementar aku jauh dan kamu baru hamil "


" hey.....sayang.....kenapa harus bingung sekarang cepat beli tiket lalu kita pulang "


" tapi sayang kamu sedang hamil ini "


" sayang aku udah pernah tanya ke dokter kita jika naik pesawat diusia 6 bulan kehamilan aman kuk kita tinggal minta surat dokter aja, kamu bisa ambil cuti panjang atau lebih baik kamu keluar aja dari kantor kamu sekarang sayang, saya yakin pasti atasan kami bisa mengerti "


" kamu yakin aman.....aku agak mau ninggalin kamu disini sendiri dan aku mau ada disisi ibu aku apapu yang terjadi bagaimanapun saya ingin berbakti pada beliau "


" ya sudah sekarang kita keruma sakit dulu setelah itu beli tiket dan kamu urus kerjaan baru kita berangkat pulang, secepatnya lebih baik "


" baik lah bisamillah Allah beri kemudahan untuk kita pulang "


Dimas dan erina bergegas keruma sakit menemui dokter mereka setelah memeriksa erina dokter mengijinkan erina terbang surat sudah di tangan. Setelah itu dimas mencoba menghubungi atasan dimas dan dimanas menjelaskan masalah yang terjadi pada dirinya saat ini.

__ADS_1


Karena atasanya adalah temanya sendiri dia juga mengerti keadaan dimas, dia mengijinkan dimas pergi dan dengan syarat jika kondisi dimas sudah bisa bekerja lagi dia ingin berkerja sama dengan perusahaan dimas suatu saat nanti.


Dan dimaspun setuju dia segera membeli tiket dan pesawat paling cepat adalah besok dini hari. Dimas dan erina hanya membawa barang seperlunya saja, semua urusan yang terunda dimas serahkan pada andra.


Erina dan dimas terbang lebih dari 24 jam karena pesawat mereka harus transit. Dimas selalu menjaga erina, memperhatikan erina sepanjang perjalanan. Agar erina juga tetap merasa nyaman sepanjang perjalanan.


Sampai di tanah air waktu sudah sore dan akhirnya mereka sampai dengan selamat. Mobil jemputan sudah menunggu depan terminal kedatangan. Mereka segera menuju ke ruma sakit dimana ibu bunga dirawat.


Perasaan dimas mulia cemas erina terus mengenggam tangan dimas agar dimas merasa lebih tenang. Sampai didepan lobi ibu asri dan bagas sudah menunggu. Dimas dan erina bergantian memeluk bu asri.


" bu.....gimana keadaan ibu bunga........"


" Alhamdulillah mas....kalian sampai dengan selamat dan cepat, kita langsung naik keatas saja, bapak kamu ada disana bersama kedua orang tua erina juga, erina kamu gak capek kan.....sebaiknya setelah melihat bunga kamu langsung pulang istirahat dulu kasian baby yang ada diperut kamu "


" erina gak papa bu.....alhamdulillah penerbanganya nyaman dan mas dimas perhatian selalu pada erina "


" Mas.....sebenarnya ibu kamu semangat sekali akhir - akhir ini menjalani pengobatan apa lagi tau kalau kamu dan erina akan segera punya anak, tapi kemaren tiba - tiba dirumah kondisinya drob jadi bapak kamu membawa keruma sakit, dari kemarin kadang dia sadar kadang tidak tapi lebih sering dia memejamkan matanya mas........kita berdoa supaya di berikan yang terbaik untuk ibu kamu ya mas........."


Mereka berjalan beriringan naik ke kamar perawatan. Diluar kamar sudah ada kedua orang tua erina. Erina lalu memeluk papa dan mamanya karena sudah cukup lama juga mereka tidak bertemu. Dimas juga melakukan hal yang sama. Terlihat papa dan mama erina juga memberikan dukungan kepada dimas.


Dimas dan erina serta ibu asri masuk kedalam kamar, disamping tempat tidur terlihat pak prabu sambil membaca ayat - ayat suci memegang tangan istrinya yang berbaring lemah tak berdaya.


Ditemani gendis yang juga melakukan hal yang sama. Dimas perlahan - lahan mendekat, setelah sadar putranya sudah sampai pak prabu berhenti.


" bunga.....lihat diapa yang datang.....anak dan menantu kita yang kamu tunggu - tunggu, liat ini dimas dan istrinya datang jauh - jauh dari amerika, buka mata kamu "


Dimas memeluk bapaknya dari belakang dan menangis di pundaknya.


" bapak..........."


" dimas.......lihat.....lah ibu kamu tidak mau membuka matanya padahal bapak sudah mengatakan jika kamu akan pulang......"

__ADS_1


Dimas mendekat pada ibunya.....dia sambil menahan air matanya, sementara erina ada disisi sebelahnya lagi.


" bu.....dimas pulang......bersama menantu dan cucu ibu yang masih ada dalam kandungan.......lihat bu ini dimas.......maafkan dimas ya bu selama ini belum bisa berbakti kepada ibu maafkan dimas karena sedikit terlambat pulang mulai hari ini dimas yang akan jaga dan merawat ibu "


" Bu bunga ini erina.......maafkan erina juga karena baru bisa datang sekarang.......cucu ibu didalam kandungan erina sangat sehat dan sangat aktif sekali.......erina juga akan membatu mas dimas merawat ibu mulai sekarang "


Erina juga tidak bisa menahan air matanya yang menetes, pak prabu dan bu asri juga gak kuasa menahan tangisnya.


Dimas menyuruh erina untuk pulang lebih dulu dan kembali besok saja diruma sakit, sebenarnya erina tidak ingin meninggalkan suaminya diruma sakit sendiri tapi erina tidak mau egois karena dirinya kini harus juga memikirkan bayi dalam kandunganya.


Dimas menetipkan erina kepada mertunya untuk sementara dimas merawat ibunya diruma sakit. Dan akhirnya erina pulang bersama kedua orang tuanya.


" mas erina pamit pulang dulu ya.....baik - baik disini besok erina kesini, mas mau dibawakan apa "


" iyaa sayang kamu pulang terus istirahat yaa kamu harus jaga baby di perut, gak usah biar saya suruh bagas saja nanti cup......" sambil mengecup kening erina.


Erina lalu berlalu pergi, bagas kali menemani dimas diruma sakit juga bersama gendis bu asri dan pak prabu. Mereka bergantian menjaga bu bunga. Walau dimas dan pak prabu mereka selalu berada disampingnya.


Wanita yang begitu pak prabu cintai, melihat itu dimas mulai mengerti jika bapaknya benar - benar mencintai ibu kandungnya.


Bersambung.............


Halooo semua pembaca setia


Terus dukung jodoh kakaku ya biar lebih semangat Up


Dan sepertinya semakin mendekati akhir cerita ini


Terima kasih


Like...like.....

__ADS_1


__ADS_2