Jodoh Kakak Ku

Jodoh Kakak Ku
Bab 54 Mengunjungi Erlita


__ADS_3

Setelah makan siang bersama dirumah dimas dan erina segera bersiap untuk foto prewed dirumah. Erina sudah selesai makeup dan mengunakan kebawa pada waktu akad nikah tapi dengan makeup dan sanggul yang lebih sederhana.


Kedua sahabat erina kali ini ikut mendampingi erina karena semua baju yang akan dipakai adalah hasil karya mereka. Nadia membatun dimas memakai busana yang senada dengan dimas.


Sesi foto sudah dimulai dengan 7 tema baju. Karena dikerjae waktu foto dilakukan dihari itu juga. Sampai tengah malam mereka baru selesai. Tapi hasil jerih payah erina dan dimas juga semua tim yang membatu tidak mengecewakan mereka mendapatkan hasil foto yang bagus untuk acara resepsi pernikanan mereka.


Hari yang ditunggu - tunggu semakin dekat tentunga membuat semua orang yang terlibat diacara besar ini semakin sibuk. Terutama erina dan dimas. Atas permintaan eyang erina dan dimas memang tidak tinggal 1 rumah untuk sementara ini.


Tiga hari lagi acara itu akan digelar semua keluarga bersiap untuk ke hotel hari ini. Untuk mempermudah persiapan. Sebelum ke hotel erina papa dan mama serta rani juga ikut bersama mereka mampir kemakam erlita terlebih dahulu.


Sampai dimakan erina membacakan surat yasin untuk kakaknya. Setelah selesai memanjatkan doa erina menggantikan karangan bunga dengan bunga yang dia bawa bunga mawar putih dan bunga sedap malam.


Erina masih selalu meneteskan air mata ketika dia berkunjung ke makam kakaknya apalagi hari ini.


" Kak lita hari ini erina datang bersama papa, mama dan juga rani, kak 3 hari lagi erina dan mas dimas benar-benar akan memulai lagi semua dari awal erina yakin kakak juga akan bahagia melihat erina dan mas dimas bahagia dari atas sana, erina janji akan terus kirim doa untuk kakak karena kakak adalah kakak terbaik terhebat untuk erina "


" Lita papa mama erina juga sekarang ada rani pamit dulu pasti kita akan sering kesini melihat kamu " Papa sambil mengelus batu nisan erlita.


" Kak lita terimakasih telah menjadi penyelamat rani, rani janji akan menjadi anak baik adik yg baik "


Dan mereka segera meninggalkan area pemakaman umum itu dan menuju ke hotel.


Dirumah dimas.


Sementara itu dirumah dimas juga tak kalah sibuknya sudah banyak juga keluarga yang datang. Dimas dan keluarganya baru akan menyusul satu hari sebelum acara di gelar.


" Dimas apa rencan kamu setelah ini, kuliah kamu kan juga sudah selesai apa sebaiknya kamu gak pulang saja dan kembali ke perusahaan "


Dimas dan bapak serta ibu tengah mengobrol diruang tengah.


" Dimas belum membucarakanya dengan erina pak mungkin setelah acara semua selesai dimas akan bertanya pada erina kalau dimas sih masih ada sedikit perkerjaan disana jadi mungkin dimas tetap akan kembali kesana sebentar "


" Apa tidak sebaiknya kamu segera menyiapkan rumah disini untuk kalian tinggali "

__ADS_1


" Kalau soal itu saya sudah menyiapkan rumah tapi memang saat ini masih tahap renovasi pak "


" Ya baguslah kalau begitu setelah ini kita pikirkan adik kamu biar dia tidak pergi terus dia juga harus mulai belajar mengurus perusahaan, sudah cukup dia main - main dengan camera nya, kamu jangan belain bagas terus nanti dia jadi keterusan "


" Iya pak saya akan sedikit - sedikit mengajarkan bagas tapi pelan - pelan saja "


" Ya urusan bagas bapak serahkan saja ke kamu, dia juga lebih mendengarkan kata - kata kamu dibanding bapak dan ibuk "


" Iya dimas anak itu kalau pulang cuma sehari dua haru lalu pergi lagi ini saja dia belum sampai dirumah, apa maunya padahal bajunya belum juga di coba "


Tiba - tiba ditengah obrolan itu ada seseorang yang datang. Dan memeluk ibu dari belakang.


" Pasti baru membicarakan saya kan ini, ibu bagas lapar bisa kab beri makan bagas dulu marah - marahnya bisa nanti saja "


" Anak ini.......selalu bagitu " sambil memukul pundak dimas dengan pelan.


" Ayolah bu bagas benar-benar kangen masakan mbok darmi maksudnya hehehhe "


" Gas kamu itu sudah tau mau acara penting kenapa juga baru pulang sekarang bapak kira kamu pulang pas besok hari H "


" Maaf pak kemarn bagas gak dapat kapal soalnya ombaknya besar jd gak ada kapal "


" memangnya kamu itu pergi kemana sih gas sudah ibu bilang gak usah ke tempat yang aneh-aneh tapu kamu tetap saja ngeyel "


" Sudah lah buk....biarkan bagas makan dulu liat badanya jadi kurus kering karena gak makan " tambah dimas.


Dimas bergegas menarik tangan bagas dan membawanya ke ruang makan. Disana sudah siap berbagai menu makanan terutama kesukaan bagas.


" memang mbok darmi selalu dihati tau aja kalau saya hari ini pulang sih mbok, sayur sodeh kesukaan aku "


" Iya mas simbok siapkan khusus untuk mas bagas kalau - kalau pulang ini telur dadar cabe kesukaan mas bagas juga masih hangat dan ini es teh manis nya "


" mbok darmi to selalu keren love you mbok....."

__ADS_1


Bagas langsung menikmati hidangan yang disiapkan mbok darmi dengan lahapnya. Memang bagas lebih dekat dengan pengasuhnya itu dari pada dengan ibu nya sendiri.


" Mas gimana udah sehat betul kan luka tusuknya gak dalem kan mas bagas sebenarnya mau kesana tapi bagas masih ada dipulau mas harus liat foto-foto aku keren-keren "


" Mana - mana liat gendis mau liat ada gak yang bisa dijadikan lukisan "


" Hey.......anak kuas........ada dong nanti mas kasih liat hhhmmm.......sini duduk - duduk....."


Dimas, bagas dan gendis duduk bersama di meja makan sambil menyantap hidangan yang disiapkan mbok darmi.


Bapak dan ibu memperhatikan anak-anak sambil bersyukur anak-anak mereka berkumpul dan rukun.


" Alhamdulillah ya pak kalau lihat anak-anak begini rasanya ibu sudah bahagia sekali tidak bisa diukur dengan harta"


" Iya bu bapak juga bahagian Alhamdulillah kita bisa melalui semuanya sekarang juga dimas juga sudah menemukan jodohnya walau sempet terjadi tregedi tapi alhamdulillah dengan berjalanya waktu semuanya bisa dilalui dengan baik "


" Iya pak walaupun awalnya dimas harus melalui ujian berat tapi alhamdulillah dia bisa sampai dititik ini sekarang ibu sudah lega melepas dimas dan yakin akan bahagia berasama erina "


Kehangatan malam itu pun berlanjut sampai tengah malam, keluarga Gondo kusumo masih berkumpulan dan mengobrol sampai tengah malam, bagas menunjukan foto-fotonya selama pergi dan gendis juga memamerkan lukisan - lukisan hasil karya nya kepada kedua kakaknya yang jarang ada dirumah.


Tahun ini gendis ingin pergi sekolah seni lukis ke roma. Dan semuanya mendukung keinginan adiknya yang paling kecil itu. Walau dengab berat hati ibu juga menyetujuinya tapi dengan syarat gendis harus ditemani salah seorang pegawai kepercayaan mereka.


Walaupun awalnya gendis menolaknya tapi karena ibu nya bersikeras akhirnya gendis menerima syarat dari mereka walaupun sedikit terpaksa.


1 hari sebelum acara resepsi.


Keluarga Gondo kusoma hari ini menyusul keluarga Atma jaya ke hotel tempat acara. Hampir semua keluarga inti menginap dihotel agar memudahkan persiapan.


Hari ini semua berkumpul di restoran untuk makan malam bersama kedua keluarga, tapi erina tidak diperbolehkan ikut karena baru akan di pertemukan esok hari diacara resepsi.


Semua tampak berbaur dengan akrab dan hangat. Sementara dimas sibuk chating dengan erina yang ada didalam kamar.


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2