Jodoh Kakak Ku

Jodoh Kakak Ku
Bab 42 Terpaksa berpisah


__ADS_3

Ibu dimas dan mama erina sudah sampai di ruma sakit, mereka segera menuju ruang rawat dimana dimas dirawat secara intensif.


Andra sudah menunggu didepan ruangan dimas. Dan segera mengatar ibu dimas melihat dimas. Sebelum masuk ke dalam terlihat ada bella dan erina yang menunggu diluar kamar itu.


Mama erina segera memeluk erina yang terlihat sedih mama erina menguatkan erina


agar tetap tegar dan menyakinkanya untuk percaya jika dimas pasti akan baik-baik saja.


Andra menceritakan kejadian yang sebenarnya pada ibu dimas tentu saja ibu dimas juga cukup kaget mengetahui kejadian yang sebenarnya. Andra juga menceritakan semua penjelasan dokter.


Tanpa menunggu lagi andra lalu masuk keruang perawatan dimas. Dimas mas belum sadar karena masih dalam pengaruh obat bius. Jika dalam 2x24 jam ini kondisi dimas stabil maka dimas akan baik-baik saja.


Ibu dimas hanya membelai kepala putranya itu dengan lembut sambil mengatakan jika ibu ada disini bersama dimas dan tak kuasa menahan air matanya melihat putranya. Tak lama kemudian ibu dimas keluar dari ruangam dimas. Karena memang tidak bisa berlama-lama disana. Hanya bisa menunggu di ruangan yang dibatasi dengan kaca.


" Ibu maafkan erina ini semua salah erina jika saja erina tidak emosi dan lebih sabar lagi mungkin ini tidak akan terjadi "


" sudahalah erina semua ini memang sudah takdir harus terjadi, ibu juga ingin bicara pada kamu secara serius andra bella tolong kalian keluar dari sini "


Andra segera mengajak bella keluar dari ruangan itu menurut dengan instruksi yang di berikan ibu dimas. Walau bella sebenarnya tidak mau karena takut erina akan dimarahi. Bella juga merasa kejadian ini adalah kesalahanya juga bukan erina.


" Erina sebenarnya kami berdua ibu dan mama kamu sudah mengetahui hal yang sebenarnya mengenai hubungan kamu dengam dimas "


Dek.....erina langsung kaget mendengar ucapan ibu mertuanya itu. Apa yang mereka tau dari erina dan dimas apa mungkin......


" Iya erina mama sudah tau tapi hanya kami berdua yang tau mengenai masalah ini, ini semua salah mama selama ini mama belum mendidik kamu dengan baik, karema mama hanya fokus pada erlita kakak kamu dan ternyata apa yang terjadi adalah sebaliknya, anak yang mama persiapkan menuju pernikahan ternyata dipanggil Allah sebelum dia menikah mama lupa jika mama punya kamu anak perempuan mama yang sudah dewasa "


" sebentar ini maksudnya mama dan ibu apa erina tidak paham "


Erina semakin dibuat bingung oleh mama dan ibu mertunya.


" Ya erina kami sudah tau soal perjanjian pernikahan kalian kesepakatan yang akhirnya membuat kalian terluka bahkan kejadian ini mungkin salah satu akibatnya "


Ya Allah dari mana mereka tau soal itu batin erina. Dia hanya bisa tertunduk malu dan menyesal.

__ADS_1


" Jadi ibu sudah menyusuh andra untuk mengawasi kalian, iyaa andra yang menceritakan semua tentang hal itu termasuk saat kalian bertengkar, dan juga tentang kalian yang belum pernah melakukan hubungan suami istri dan yang lainya, maksud ibu adalah ingin memberi waktu untuk kalian berdua dan hanya mengawasi saja dari jauh, dan hal ini ibu ceritakan kepada mama kamu "


Mas dimas apa yang harus erina lakukan erina bingung erina hanya bisa menangis mendengar penjelasan dari ibu mertuanya.


" Dan erina demi kebaikan kalian untuk saat ini lebih baik kalian berpisah dulu saling menata hati dan pikiran kalian dan memutuskan apakah pernikahan ini akan dilanjutkan atau tidak, tidak harus menunggu 1 tahun "


" Tapi ibu ada hal yang tidak kalian tau jika.....kami...."


" Erina ini adalah keputusan terbaik untuk saat ini mama akan membawa kamu pulang secepatnya begitu dimas sadar dan dinyatakan stabil kita akan langsung pulang ke jakarta "


" tapi....tapi....tapiii ma ibu tunggu penjelasan erina dulu, erina dan mas dimas kami berdua "


Erina sama sekali tidak diberi kesempatan untuk menjelaskan jika dimas dan dirinya sudah mulai saling sayang dan mencoba untuk memperbaiki semuanya.


" Erina terus terang kami merasa sangat kecewa dingan apa yang kalian lakukan sama saja kalian mempermainkan pernikahan walau memang awalnya kalian terpaksa untuk menikah tapi semua sudah terjadi mau diapakan lagi jalan satu-satunya adalah untuk saat ini kalian tidak tinggal bersama "


" ibu tapi mas dimas sedang tidak sadar kita tunggu dia sadar dan sehat dulu ibu baru kita bicarakan masalah ini apapun hukumaya erina akan terima erina mohon ijinkan erina berada disamping mas dimas sampai dia sehat "


" Tapi bu....erina mohon ijinkan erina......"


" erina kamu bilang akan menerima hukuman apapun dari kesalahan kamu jadi ini hukuman yang kami putuskan untuk kamu"


" Tapi ma.....kasian mas dimas disana erina mau rawat mas dimas setidaknya sampai dia sadar" erina sambil menangis tersedu-sedu.


Di ruang rawat dimas perlahan dimas mulai membuka matanya dan menggerakan jari-jarinya. Matanya terasa begitu berat tubuhnya juga begitu lemas untuk digerakan.


Kebetulan salah seorang prawat ada di sana dia segera memanggil dokter untuk memeriksa dimas.


Melihat dokter yang masuk ke ruangan dimas mereka bertiga segera melihat karena takut terjadi apa-apa pada dimas. Setelah dokter selesai memeriksa keadaan dimas ia lalu memberi tahu keluarganya jika dimas sudah sadar dan bisa melalui masa kritisnya. Dan besok dimas bisa dipindahkan keruang rawat biasa.


Alhamdulillah ibu dimas mama erina dan erina bersyukur bersama. Erina kemudian mendekat kekaca dan melihat dimas sudah mulai membuka matanya dan mulai menggerkan jari-jarinya.


Maafkan erina mas kali ini erina harus pergi tanpa ijin mas dimas erina yang salah erina akan menerima hukuman erina, erina pulang bersama mama ya mas mas dimas baik-baik dan cepat pulih.

__ADS_1


Erina sambil menangia dan berpamitan pada ibu dimas dan tak lupa mencium tangan ibu mertunya itu.


" mama erina siap pulang ke jakarta saat ini juga segera cari tiket pesawatnya " erin berlalu dan keluar dari ruangan itu.


Mama erina berpamitan pada ibu dimas mereka saling berpelukan. Mama erina pun segera menyusul erina keluar.


Bella menghampiri erina dan bertanya pada eria.


" Erina kamu mau kemana kenapa kamu menangis "


" bella titip mas dimas ya tolong kasih tau aku perkembanganya sedetail mungkin aku harus pulang ke jakarta bersama mama "


" kenapa er.....kenapa kamu malah pergi "


" ini salah aku bell jadi aku harus pergi "


" kalau masalah salah ini juga dalah aku er.....harusnya aku gak bawa kamu kesana "


" ini bukan soal itu bella ini soal lain jadi ini bukan salah kamu "


Andra menghampiri erina dan mengucapkan permintaan maafnya pada erina karena telah membongkar rahasia merek. Andra tidak ada pilihan yang lainya karena perintah ibu dimas itu sama halnya dengan perintah orang tua sendiri bagi andra.


" Gak papa dra memang kita yang salah, titip mas dimas ya dra.....aku pamit"


Mama erina sudah terlihat dari belakang setelah menyapa bella dan andra mama dan erina langsung menuju hotel dan dan bersiap pulang dari sana.


Erina pulang kerumah sebentar untuk mengabil paspor dan surat- surat penting saja. Setalah keluar dari kamar erina melihat ke arah meja diruang tengah.


Ternyata disana ada kumopulan sketsa yang dimas tak sengaja membuangnya. Sontak erina menangis bagaimana ini bisa ada disini lagi apa mungkin mas dimas mencarinya ditempat sampah. Ya Allah begitu baiknya mas dimas. Jodoh kakak ku yang kau berikan pada ku Ya Allah dia begitu baik, begitu tulus kenapa selama ini aku tidak bisa melihatnya.


Erina memaksa mamanya untuk kembali ke ruma sakit sebentar saja sebelum mereka ke bandara. Bahkan erina sampai memohon - mohon pada mamanya. Dan akhirnya mama memberi ijin erina.


Erina berlari masuk ke ruma sakit dan segera menuju ruang rawat dimas......

__ADS_1


__ADS_2