
Didalam kamar kakaknya erina menangis sambil memandang semua isi kamar kakaknya itu. Dikamar yang penug kenangan penuh dengan tawa air mata suka cita duka semua erina ceritakan pada kakaknya. Saat ini erina begitu merindukan kakanya andai saja saat ini erlita ada disini ada disampingnya pasti erina akan tau harus bagaimana dan berbuat apa.
" Kak....lita.... erina kangen kakak erina tidak tau harus bagai mana, erina tau kakak sangat suka dengan anak - anak apalagi anak yatimpiatu yang banyak kakak urus, bahkan kakak tanpa berpikir apapun saat itu menyelamatkan anak itu, apa benar anak itu dikirim untuk hadir dikeluarga kita? apa mungkin itu kak? apa kakak juga mau anak itu ada dirumah ini? erina bingung harus apa kak ? "
Erina menjatuhkan dirinya ketempat tidur dan menangis sampai dia akhirnya pun tertidur dikamar kakaknya. Masih sama seperti yang dulu tidak ada yang berubah sama sekali kamar itu erina merasakan kehangatan sama seperti waktu bersama kakaknya dulu.
Setiap kali erina ada masalah selalu dia berlari kekamar kakaknya. Mengeluh dan mengadu pada kakaknya.
Tiba-tiba seperti ada yang membelai kepala erina dengan lembut. Dia begitu mirip dengan lita, erina membuka makatanya dan benar saja lita yang membelai rambut erina, alangkah senangnya erina bisa memilihat kakaknya.
" Kakak benar ini kakak kan sudah lama sekali erina tidak melihat kakak erina kangen kak lita "
Tapi lita hanya tersenyum dan terus membelai rambut erina dengan penuh kasih sayang.
" kak lita kenapa kakak diam saja bisanya kakak selalu banyak bicara "
Tapi lita juga hanya tersenyum dan terus membelai rambut erina.
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar. Erinapun terbangun dari tidurnya, erina melihat ke sekeliling kamar itu dan ternyata erina ada dikamar kakaknya.
" Astafirllah erina hanya mimpi "
" Erina.....sayang.....buka pintunya "
__ADS_1
" Iya ma sebentar......" erina buru-buru membuka pintu kamar itu.
" Erina sayang barusan ibu mertua kamu menghubungi mama katanya kita harus datang kerumah keluarga gondo kusumo hari ini jam 11, jadi kamu siap-siap ya "
" Iya ma.....erina siap-siap, ma......"
" Iya kenapa....."
" Suruh dewi bawa anak itu sarapan bersama kita ya ma "
" Kamu serius erina kalau kamu belum siap papa dan mama tidak memaksa "
" Gak ma erina mau ketemu dia "
Mama buru-buru menghubungi dewi dan menyuruh membawa rani pagi ini. Selama ini rani berada di villa keluarga.
Sarapan pagi sudah terhidang papa dan mama erina dan juga erina sudah siap dimeja makan. Akhirnya dewi tiba dirumah keluarga Atmajaya bersama rani tentunya. Dewi diminta untuk langsung membawa rani ke ruang makan.
Rani gadis berusia 12 tahun berambut panjang satu bahu bermata coklat berkulit putih. Begitu melihat anak itu erina kembali diingatkan dengan masa kecil nya dulu, kenapa anak ini begitu mirip dengan dirinya waktu kecil. Erina tak sadar meneteskan air matanya. Erina bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri anak itu.
" Assalamuaikum kakak " rani mengucapkan salam pada erina dan mencium tangan erina.
" Waalaikumsalam.......siapa nama kamu ? "
__ADS_1
" Rani kak......"
" Rani mulai sekarang kamu tinggal dirumah ini ya temani kakak "
Papa dan mama erina saling berpadangan dan mereka tersenyum dan mengucap syukur karena erina bersedia menerima rani.
Erinapun memeluk rani dan mengecup keningnya.
" Rani mulai sekarang duduk disamping kakak ya, ayo kita sarapan dewi kamu juga ikut dan mas toni pastinya, ayo mas "
Serentak dewi dan toni juga ikut bergabung sarapan bersama keluarga atmajaya. Akhirnya kecerian kembali kerumah ini setelah sekian lama hilang.
" Terima kasih erina papa tau kamu anak yang sangat baik "
" Sama - sama pa....erina sekarang tau dan mengerti kenapa kak lita tanpa pikir panjang menyelamatkan rani, pasti yang kak lita lihat adalah sosok erina, erina belajar banyak dari kak lita erina janji akan jadi kakak yang baik seperti kak lita lewat rani "
" Iya sayang papa dan mama sependapat dengan kamu "
" Pa.....rani juga janji akan menjadi anak dan adik yang baik "
" Iya sayang tentu saja mama percaya nanti kamu akan menjadi wanita yang sehat seperti kakak kakak kamu " .
Sarapan yang penuh dengan kehangatan dan tawa pun telah kembali kerumah Atmajaya perlahan-lahan.
__ADS_1