Jodoh Kakak Ku

Jodoh Kakak Ku
Bab 75 Cinta seorang ibu


__ADS_3

Sudah hampir 2 jam dimas dan ibu berada diruang belajar, ibu masih terus menceritakan kasih mereka dan memcoba membuat dimas mengerti dan memahami semua kejadian yang sudah terjadi. Walau hati dimas memang cukup keras untuk diluluhkan tapi ibu tidak putus asa memberi dimas pengertian.


Setiap pertanyaan yang dimas ajukan selalu dijawab ibu penuh dengan kesabaran.


" Lalu bagaimana dengan bagas dan gendis apa mereka akan ibu beritahu atau akan tetap menyembuyikan ini "


" Mas......kamu adalah kakak mereka anak tertua keluarga ini apapun yang terjadi tidak akan mengubah itu lagi pula ibu yakin mereka juga akan tetap menghormati kamu dan menyayangi kamu sama tidak akan ada yang berubah, ibu sendiri yang akan memberitahu mereka saat ini bagas sudah ibu suruh pulang mungkin besok dia sudah sampai "


" Baguslah bu jika bagas segera kembali dimas lebih senang dan bahagia anak itu harus mengambil tanggung jawab yang selama ini dimas pikul "


" Mas......sudah ibu katakan semua akan sama saja adik - adik kamu juga akan sama tidak akan ada yang berubah disini "


" Itu menurut pendapat ibu tapi menurut pendapat dimas berbeda bu dimas tidak seharusnya mendapatkan semua ini bagas lah yang pantas mendapatkan semuanya "


" Mas....dimas apa kamu meragukan kasih sayang ibu selama ini, ibu sungguh dengan hati yang tulus tanpa mengaharap apapun, dan sepertinya kasih sayang ibu yang bukan ibu kandung kamu ini tidak berharga buat kamu nak......."


Ibu sambil terisak menangis dan menghapus air matanya yang mulai membasahi pipinya. Dimas sebenarnya tidak tega melihat ibunya begitu dia sayangi hormati selama ini bahkan tidak pernah sedektik pun dimas berpikir dia adalah anak orang lain, dari curahan kasih sayang seorang ibu dimas tidak pernah merasa kekurangan.


Hanya dirinya masih begitu kecewa dengan kenyataan dan kenapa dia haruslah lahir dari ibu yang lain.


" Bu maafkan dimas tapi dimas benar - benar butuh waktu biarkan dimas saat ini pergi untuk sementara ini tolong sampaikan maaf pada gendis dan juga bagas, dimas pamit "


" Mas.....kamu mau pergi kemana ini rumah kamu "


" Sementara biarkan dimas berpikir bu saat ini dimas tidak bisa berpikir jernih "


" Baiklah jika itu keputusan kamu ibu akan menunggu kamu pulang kepelukan ibu dan kamu tau jalan pulang kerumah ini tidak berubah"


Dimas mencium tangan ibu nya dan segera pergi dari sana, sebelumnya dimas sudah menyuruh simbok untuk mengemas barang di kamarnya.


Dimas pun menyempatkan diri kekamarnya menggambil beberapa surat penting yang harus dia bawa. Dilaci dimas tak sengaka melihat kotak perhiasan yang diberikan untuk erina oleh seseorang yang dimas malas menyebut namanya. Buru - buru dimas menutup laci itu dan keluar dari kamarnya.


Didepan simbok dan ibu sudah menunggu dimas.


" Makasih mbok darmi sudah membereskan barang - barang dimas, dimas pamit ya mbok , dimas pamit ya bu maafkan dimas dimas belum tau bisa kembali kerumah ini kapan dimas harap ibu bisa mengerti "

__ADS_1


" Iyaa mas.....ibu akan selalu berdoa semoga Allah selalu menjaga kamu dan juga erina dimanapun kalian dan ibu juga akan berdoa semoga Allah membukan pintu hati kamu dan bisa menerima semua ini secepatnya "


Dimas kemudian mencium tangan ibu dan mbok darmi untuk berpamitan dan dimas pun segera menaiki mobilnya dan pergi dari rumah yang penuh dengan kenangan. Dimas melajukan mobilnya dan menuju kediaman mertuanya menjemput erina yang tadi ia tinggalkan disana.


Dirumah erina.


Erina menceritakan semua kejadian yang dialami suaminya kepada kedua orang tuanya. Mereka cukup terkejut dengan kebenaran itu tapi itu tidak menjadikan masalah apapun bagi orang tua erina. Bahkan keduanya mendukung erina sepenuhnya untuk saat ini erina harua berada disisi dimas bisa jadi saat ini hanya erinalah yang dia butuhkan.


" Lalu apa rencana dimas setelah ini "


" Mas dimas ingin secepatnya kembali ke Amerika pa......besok rencanya kami akan berangkat tapi mudah - mudahan setelah bicara dengan ibu dia bisa berubah pikiran dan bisa menerima bu bunga juga sebagai ibunya "


" Hhhhmmm sulit mungkin erina pasti memerlukan waktu cukup panjang kamu harus sabar mendampingi dimas mama rasa lebih baik jika kalian segera pergi mungkin hatinya akan terobati tapi mama juga khawatir akan kondiri ibu kandung dimas semoga saja mereka masih berjodoh sebelum semua terlambat "


" Iya maaa.....itu yang erina takutkan erina takut mas dimas juga akan menyesal nanti "


" Ma.....bagaimana kalau kita bertemu dengan mas prabu dan mb juga mb asri setelah mereka berangkat besok dan juga papa ingin minta ijin membesuk ibu kandung dimas kita ini kan juga orang tua dimas sekarang "


" Iya pa....mama setuju.......nanti saya akan coba menghubungi mb asri "


Ditengah - tengah mereka sedang sibuk mengobrol diruang tengah ada pelayan yang memberitahu jika mas dimas sudah sampai didepan rumah. Papa mama dan erina segera mengubah topik pembicaraan mereka agar dimas tidak tersinggung.


Dimas duduk dengan raut muka yang tidak baik baik saja, papa segera tanggap dengan itu.


" Dimas......erina sudah menceritakan semuanya kepada kami, papa dan mama tentunya juga merasa sangat prihatin tapi yang perlu kamu tau adalah papa dan mama akan mendukung sepenuhnya apapun keputusan yang akan kamu ambil dan erina, dan yang paling penting adalah hal itu tidak merubah apapun kamu tetap anak papa dan mama walau kami baru saja menjadi orang tua kamu, kami harap jika kamu membutuhkan apapuh itu jangan sungkan bicara kepada papa ya nak "


" Terima kasih pa....ma.....dimas hanya bisa mengucapkan terima kasih atas semuanya dan ijinkan dimas membawa erina kembali ke amerika alhamdulillah disana dimas sudah memiliki pekerjaan yang insyallah cukup untuk kami hidup disana dimas dan erina hanya membutuhkan doa dan restu dari papa dan mama "


" Baiklah dimas jika memang itu sudah menjadi keputusan kamu papa dan mama akan selalu mendoakan lalian dan ingit kamu punya papa dan mama ya....."


" Iya pa dimas mengertin"


" Dimas malam ini sebaiknya tidur disini saja tidak udah kembali ke apartemen banyak barang mungkin yang erina harus kemas dan kamu juga bisa istirahat ini juga rumah kamu kan sekarang dan nanti kita bisa makan bersama mama sudah siapkan masakan special "


" Dimas tidak keberatan ma lagi pula erina pasti akan meridukan kalian nanti jadi malam ini kami akan menginap disini "

__ADS_1


" Mas terima kasih ya dibalik kesedihan kamu saat ini masih begitu memikirkan erina, tapi erina bolehkah pamit kepada bapak dan ibu dirumah jika tidak boleh kesana bisakan erina pamit lewat telpone "


" Iyaaaa......boleh kamu nanti malam bisa telpone ibu "


" Terima kasih ya mas, sekarang mas naik keatas dulu erina sudah menyuruh bibik tadi menyiapkan air untuk mandi dan erina akan siapkan baju gantinya "


" Iya dimas kamu sebaiknya istirahat dulu naiklah ke atas "


" Iya pa....ma......dimas minta ijin ke atas dulu "


Dimas dan erina segera naik ketas dan dimas langsung masuk kekamar mandi. Air hangat dengan aroma terapi sudah disiapkan agar dimas bisa lebih rileks.


" Erina siapankan baju gantinya mas "


" Boleh tapi setelah itu temani mas mandi ya sayang "


" Iya sebentar erina susul "


Setelah dimas masuk ke dalam erina buru menyiapkan pakaian ganti dimas dan erina juga bersiap mengganti bajunya dengan bikini yang sangat seksi yang sudah ia siapkan. Berwarna hitam berenda dan hanya menutupi dada dan area sensetifnya saja.


Tak lupa erina memakai lipstik dan juga parfum kesukaan dimas. Setelah itu erina mengunci pintu dan masuk kedalam kamar mandi.


Tampak dimas sudah berendam di dalam bathtup yang dipenuhi dengan kelopak mawar dan aroma terapi yang menangkan pikiran.


Erina masuk dan masih menggunakan kimono dia berdiri tepat dihadapan dimas. Dimas menatap istrinya itu dari ujung kaki sampai ujung kepalanya. Perlahan erina melepaskan kimono yang dia pakai.


Dimas begitu terkesima dengan istrinya, begitu luar biasa erina sampai menyiapkan semua ini untuk menghibur hatinya saat ini, dimas juga sangat bersyukur memiliki erina disaat seperti ini. Tanpa bertanya apapun pada dimas erina sudah mengerti bahwa saat ini dimas hanya sejenak melupakan masalahnya dan erina tau cara mengatasinya.


Erina memberikan senyuman manis nya pada dimas, matanyapun tak lepas dari erina perlahan erina masuk kedalam bathtup, sampai erina duduk berhadapan dengan dimas. Erina perlahan membepai rambut dimas dengan sangat mesra dan perlahan kepipi hingga ke leher dan dada bidang dimas.


Dimas sangat menikmati belaian istrinya itu, erinapun memnerikan pijatan - pijatan lembut di kepala dimas dan juga pundaknya, kini posisinya dimas mebelakangi erina dan merebahkan kepalanya di pundak erina. Erina terus memberikan pijatan - pijatan lembut dibutuh dimas dan sesekali memberikan ciuman mesra pada dimas.


Dimas semakin larut menikmati sentuhan erina dan lama - lama dimas merasa sangat bergairah pada erina kini dimas yang bergantian memberikan sentuhan - sentuhan lembut dan menggoda pada erina, membuat erina terus berdesah menahan perlakuan lemnut nan romantis yang dimas lakukan dan kini keduanya semakin terbawa suasana didalam sana, semakin dalam dan semakin dalam hingga tanpa sadar keduanya sudah menjadi satu dalam kehangatan dan cinta yang begitu panas dan sensasional.


Kini erina sudah ada dalam pelukan hangat dimas ditenpat tidur. Mereka sudah mandi dan juga sudah mengeringkan rambut sambil menunggu mahgrib. Dimas menceritakan semua yang tadi ia bicarakan dengan ibunya, dan erina menjadi pendengar yang sangat setia tak sepatah katapun erina ucapkan sampai dimas selesai menceritakan semuanya.

__ADS_1


Begitu azan berkumandang erina segera mengajak dimas untuk sholat berjamaah. Dan dimas mejadi imam istrinya itu kedua sholat dengan sangat khusuk.


Berasambung.....


__ADS_2