
Erina yang tidak sabar ingin mendengar langsung ceritanya langsung menghubungi ibu mertuanya kewat vidio call. Tentu saja bu asri dan pak prabu langsung antusias menjawab panggilan erina.
Mereka berdua mengucapkan selamat atas kehamilan erina dan tentunya mendoakan untuk kesehatan erina dan bayi dalam kandunganya.
Erina bercerita jika dirinya juga tidak sadar jika tengah hamil karena cukup sibuk akhir - akhir ini. Dan begitu tau erina hamil sikap dimas langsung berubah, erina juga mengatakan jika dirinya ingin sekali ikut bersama dimas. Tapi karen dokter belum mengijinkan karena kehamilan erina yang masih sangat muda.
Bapak dan ibu juga berterima kasih karena selama ini setia dan mendukung dimas baik dalam keadaan susah maupun senang. Obrolan mereka cukup lama sekitar 30 menit. Banyak hal yang ibu nasehatkan kepada erina untuk menjaga kondisinya.
Setelah erina dan ibu selesai, bu asri melihat dimas dan ibunya dikamar dan ibu asri melihat pemandangan yang luar biasa. Dimas tertidur lelap di samping ibunya seperti ibu yang sedang membuat anaknya tertidur dan bu bunga juga tidur bersama dimas.
YA Allah terima kasih kau bukakan pintu hati dimas untuk menerima ibu kandungnya, sungguh tidak ada rasa cemburu dihati ini melihat dimas dan bunga, terus jaga kasih sayang mereka amin. Bu asri berdoa dalam hatinya.
Pak prabu membiarkan dimas tidur bersama ibunya, semalaman dimaslah yang menjaga ibunya sementara pak prabu menyempatkan pulang kerumah utama karena sudah beberapa hari ini beliau memang tidak sempat pulang kerumah.
Selain itu juga ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan. Bagas juga sudah bisa menghandle perusahaan, dia belajar sangat cepat sesuai janjinya pada kakaknya. Bagas mengetahui tentang dimas dari ibunya dia dia sepenuhnya mendukung apapun itu keputusan kakanya.
Bagas dan gendis juga akan menerima ibu kandung dimas seperti ibu mereka juga, karena kakaknya kini sudah menerima nya juga. Bagas dan gendis juga akan memperkenalkan diri dan juga menyapa ibu dimas jika diijinkan.
Dan ibu mengijinkan mereka untuk pergi siang ini. Sekalian bagas ingin bertemu dengan kakaknya.
Dimas tengah sibuk mengurus ibunya mulai dari membatunya mengelap tubuhnya dengan handuj kecil menyuapinya makan serta membawanya jalan - jalan di taman belakang rumah dengan kursi roda.
Ditaman belakang dimas sambil vidio call denga erina berama ibunya. Tak ada sedikitpun rasa canggung, erina juga terlihat akrab dengan ibu kandung dimas walau baru beberapa kali bertemu.
Bagas dan gendia tiba dirumah bekasi berasama bu asri. Mereka langsung menuju tanam belakang.
" mas dimas......." bagas memanggil ķakaknya.
Dimas lalu bangkit dari duduknya dan langsung menghampiri adiknya bagas dan gendis. Mereka berpelukan bergantian.
__ADS_1
Bu asri langsung menghampiri bu bunga yang duduk dikursi roda dan menanyakan kabarnya hari ini.
" baik mb saya merasa hari ini lebih sehat "
" mas prabu baru kekantor mungkin setelah makan siang baru beliau akan kesini "
" tadi mas prabu sudah mengirim pesan mb, sebaiknya mas prabu kembali bekerja seperti biasa jangan terus merawat saya"
" biarlah bunga mas prabu hanya melakukan tugasnya saja, oiya kenalkan ini adik - adik dimas, bagas dan gendis "
Bagas dan gendis pun menghampiri ibu bunga dan mencium tanganya sebagai tanda hormat.
" ibu perkenalkan saya adik mas dimas dan mohon maaf kami baru bisa menyapa hari ini, karena ibu adalah ibu mas dimas tolong anggap saya dan gendis juga putra dan putri ibu kalau ibu tidak keberatan tentunya "
Bagas sambil bersimpun di depan kursi roda bu asri disusul gendis juga.
" ibu jadi sekarang ibu tidak hanya memiliki mas dimas saja tapi 2 putra dan 1 putri yang sangat cantik seperti gendis, iyaa kan mas dimas "
" Ya Allah terima kasih ya bagas gendis kalian anak - anak yang baik bahagian rasanya tidak hanya dimas tapi satu lagi putra dan satu putri kecil yang cantik, mb asri sungguh luar biasa membesarkan mereka....."
" sekarang tidak ada istilah anak saya dan anak kamu bunga mereka bertiga adalah anak - anak kita "
" iyaaaa mb......terima kasih sekarang saya merasa hidup saya lengkap memiliki keluarga yang utuh"
Bu asri memeluk bu bunga dan gendis sementara dimas dan bagas juga sama saling mendukung.
Bu asri membawa bu bunga masuk ke kamar bersama gendis dan juga suster yang merawatnya.
Sementara itu bagas dan dimas masih berada di taman belakang untuk bicara.
__ADS_1
" mas ini laporan perusahaan selama mas dimas ada diluar negri tolong di baca "
" hhhhhhhh......baikalah.....mas periksa laporanya apa kamu bekerja dengan baik " sementara itu dimas membuka isi map warna biru itu sekilas saja.
" wow hebat kamu gas tidak sia - sia kamu menjadi adik saya, dan satu lagi mas minta tolong tetaplah bekerja sementara ini mas ingin merawat ibu bunga dan juga mas masih ada kontrak dengan tempat mas bekerja saat ini jadi mas tidak bisa kembeli dalam waktu cepat......"
" hhhmmmm baiklah tapi janji nanti jika mas dimas kembeli ke perusahaan saya harus diberi libur untuk menyalurkan hobi saya sudah lama saya tidak memegang kamera "
" iyaaa baiklah......mas janji......"
Kedua kakak beradik itu sepertinya sangat serius bicara sampai lupa waktu. Hari ini ibu asri memutuskan akan makan malam disini satu keluarga. Karen sudah cukup lama mereka tidak makan bersama.
Malam itu berbagai menu special disiapkan oleh bu asri dibantu mbok darmi. Mereka makan malam dengan begitu hangat, dimas berada tepat disamping ibu kandungnya dimas sendiri yang membatunya makan.
Betapa indahnya kebersamaan ini yang tak ternilai harganya dengan uang. Sambil makan mereka juga bercanda hanya satu yang kurang erina tidak ada disana.
Malam itu setelah makan malam bu bunga mengatakan jika dirikanya akan kembali rutin menjalani pengobatan diruma sakit, bu bunga meminta dimas untuk segera kembali ke pada istrinya karena kasihan jika erina ditinggal terlalu lama.
" saya akan menjalani pengobatan kembali apapun itu saya akan semangat 100x lipat dari sebelumnya atas dukuangan kalian semua, saya juga minta pada mas prabu untuk kembali bekerja seperti biasa saya sudah cukup di temani suster eni saja, dan sata juga minta agar saya tidak diperlakukan sebagai orang sakit , mas prabu harus bersikap adil kepada mas asri dan juga saya dan terima makasih karena keluarga ini sudah menerima saya dengan tangan terbuka itu sudah cukup untuk saya "
" Sebagai kepala rumah tangga Insyallah saya akan berlaku adil kepada kedua istri saya dan untuk anak - anak bapak minta maaf atas kesalahan bapak pada kalian dan terima kasih atas kasih sayang kalian kepada kami semua orang "
Keesokam harinya dimas sendiri yang mengantar ibunya keruma sakit untuk menjalani pengobatan. Baru esoknya dimas akan kembeli ke amerika karena juga dia tidak bisa meninggalkan pekerjaan terlalu lama.
Bersambung.......
Minta dukungan untuk Jodoh Kakak ku
Like dan comen ya......
__ADS_1
Para pembaca setia...
Terima kasih