
Ibu asri dan yang lainya mencoba memberi ruang untuk ibu bunga dan dimas walau sebenarnya dimas juga kurang merasa nyaman berada didalam ruangan itu. Memang terasa sangat asing karena dimas baru pertama kali bertemu.
Sekarang hanya ada erina dimas dan bu bunga disana. Erina mencoba memulai obrolan dengan ibu bunga dan untuk mencairkan suasana antara dimas dan bu bunga.
" erina panggil apa ya agar lebih akrab bolehkah erina memanggil bu bunga saja, iya kan mas karena bu bunga kan sebaya dengan ibu "
" Oh.....tentu saja erina dimas kalian bisa memanggil apa saja yang membuat kalian nyaman "
" Kami merasa prihatin dan mendokan agar tante bunga segera diberi kesembuhan dan kami juga mengucapkan terima kasih untuk hadiah pernikahan yang sangat indah "
" Iya bu saya sangat menyukainya iya kan mas "
" Saya merasa sangat senang jika kalian berdua menyukainya dan berharap bisa melihat kamu memakainya erina "
" Pasti akan erina pakai......bu bunga "
" Kemana bapak dan ibu tadi saya mau mencari mereka diluar"
" Lho mas......".
Tapi tangan bu bunga memegang tangan erina sebagai kode agar erina membiarkan dimas pergi.
Kini tinggal erina saja yang ada diruang itu bersama bu bunga. Tidak ada rasa benci sedikitpun dihati erina melainkan rasa simpati yang sangat dalam untuk bu bunga apa lagi saat ini ia tengah terbaring sakit.
" Terima kasih erina kamu sudah membawa dimas kemari saya sudah sangat bahagia bisa bertemu denganya walau sebenarnya saya tidak ingin bertemu dengan kondisi saya yang seperti ini "
" Sama - sama ibu erina yakin pasti mas dimas bisa menerima ibu nantinya, maaf erina sudah tau semua cerita dari ibu asri, sunggu luar biasa pengorbaan yang ibu lakukan mungkin jika erina ada diposisi yang sama erina akan bersikap egois mimikirkan diri sendiri "
" Terima kasih nak.....sebenarnya hanya kamu saja yang cukup tau kebenaranya ibu sudah sangat bahagia dan ini adalah ke yakinan seorang ibu yang melihat putranya akan sangat bahagia bersama wanita seperti kamu "
__ADS_1
" Amin........terima kasih untuk doa nya ibu karena itu adalah hal yang paling luar biasa "
Tiba - tiba bu asri mengetuk pintu dan masuk ke dalam kamar. Melihat yang ada hanya erina dan bunga, bu asri mulai mencari dimas. Dia sengaja meninggalkan dimas disana ahar bisa bersama asri malah dimas tidak ada didalam.
Erina memutuskan untuk mencari keberadaan suaminya itu yang katanua keluar hendak mencari bapak dan ibu. Erina menoleh kekanan dan kekiri tapi tidak melihat dimas. Erina mencoba menghubungi ponselnta tapi tidak ada jawaban.
Ternyata ponsel dimas tertinggal di dalam mobil jadi pantas saja jika tidak ada respon. Erina masih terus mencari dimas disekitar ruma sakit.
Di taman belakang ruma sakit.
Terlihat pak prabu dengan berbicara sangat serius dengan adi. Sebenarnya sudah lama sekali adi ingin mendatangi Prabu seno gondo kusumo tapi kakaknya selalu saja menghalang - halangi dia.
Adi kali ini merasa sangat emosi apalagi melihat kondisi kakaknya saat ini. Adi berdebat cukup dengan pak prabu dia menumpahkam kekesalanya delama ini pada lelaki yang pernah menjadi suami kakak nya itu. Walau semua itu keinginan kakaknya sendiri tapi kepana sebagai seorang lelaki tidak punya keberanian untuk mempertahankan cintanya. Dan adi menyalahkan jika semua yang terjadi pada kakaknya itu adalah salah prabu.
Prabu yang memang merasa bersalah hanya bisa pasrah ketika adi memaki maki dirinya sama sekali tidak ada pembelaan dari nya.
Dan ternyata dimas melihat mereka berdua dari kejauhan. Dimas merasa sangat penasaran kenapa orang yang bernama adi itu sepertinya sedang marah - marah kepada bapaknya. Dan kenapa bapaknya juga cuma diam saja.
" Kenapa anda bersikap sangat tidak sopan kepada bapak saya, sepertinya ada sudah cukup kelewatan "
Dimas berada diantara pak prabu dan om adi.
" Ya baguslah jika kamu ada disini, sekarang saya tantang anda mas untuk bersikap sebagai seorang laki - laki katakan semua kepada dimas kebenaranya "
" Ada apa ini sebenarnya kebenaran apa pak yang harus dimas tau "
" Tanyakan semua kepada pak prabu yang terhormat ini saya ingin melihat seberapa besar penyesalan anda pada kakak saya "
" Pak........siapa sibenarnya orang ini.........saya menghotmati anda sebagai orang yang lebih tua tapi jangan salahkan saya jika anda kelewat batas saya akan bertidak"
__ADS_1
" Dimas......hentikan nak.......biar bapak jelaskan semua dulu kepada kamu apa yang sebenarnya terjadi adalah salah bapak "
" Maksudnya apa pak.....dimas tidak mengerti "
" Baiklah mari kita pergi dari sini baru bapak akan menceritakan semuanya "
" Kenapa harus pergi dari sini mas......saya rasa ini adalah waktu dan tempat yang tepat"
" adi disini adalah ruma sakit bukan tempat untuk menyelesaikan masalah jika kamu bersedi kamu juga bisa ikut dengan kami "
" Sudahlah mas tidak usah menghindar lagi selama ini kami sudah diam begitu lama jika mas tidak memiliki keberanian biar saya yang katakan "
Disisi lain erina merlihat mereka dari kejauhan erina yakin sudah terjadi perdebatan diantara mereka. Erina bingung harus berbuat apa. Erina menghubungi bu asri dan memberitahu apa yang mereka lihat. Bu asri bergegas turun dan meminta istri ada menjaga bunga.
Erina takut jika sampai dimas tau yang sebenarnya disini sepertinya tempatnya kurang tempat. Erina bergegas meminta tolong pada satpam disana untik memberi peringatan jika tidak boleh ada keributan diruma sakit.
Dan satpam segera bertidak sebelum om adi mengungkapkan segalanya. Erina lega satpam datang tepat waktu.
Dan akhirnya mereka bertiga sepakat untuk tidak melanjutkan berdebatan di ruma sakit dan pak prabu mengajak untuk kesuatu tempat yang tidak jauh dari ruma sakit.
Erina kini sudah bersama bu asri dan mereka berdua pun bergabung bersama pak prabu dan yang lainya. Dimas semakin terlihat bingung. Erina berusaha bersikap tenang supaya suaminya tidak curiga padanya.
Mereka sampai di sebuah restoran yang memiliki ruang vip jadi mereka bisa berbicsra dengan leluasa disana.
Pak prabu duduk disamping dimas sementara bu asri duduk dekat erina sementara itu om adi berhadapan langsung dengan pak prabu.
" Dimas bapak sebelumnya minta maaf kepada kamu karena semua yang akan bapak katakan ini mungkin akan sangat menyakiti kamu dan bapak siap menerima semuanya dan yang perlu kamu yakini adalah yang paling bersalah ada bapak dalam hal ini, kedua ibu kamu tidak bersalah dalam hal ini "
" Apa.......pak kedua ibu dimas.......ini maksudnya apa ya pak dimas semakin tidak mengerti dengan apa yang bapak katakan "
__ADS_1
Expresi dimas sudah berubah tidak karuan perasaanya juga tidak tenang mendengar perkataan bapaknya itu.
Bersambung