
Tepat jam 10 bella sudah menunggu erina di sebuah kaffe, bella lalu memesan minum dan juga sarapan karena dari pagi memang belum makan apapun. Tak berapa lama erina datang.
" Bella maaf ya telat tadi harus nyiapin keperluan mas dimas dulu sebelum ke kantor "
" Gak papa erina oh yaa nie sudah aku pesenin minum atau kamu mau makan "
" Minum sama nyemil aja dech tadi aku sudau sarapan sama mas dimas, ada apa bella katanya kamu mau bicara sama aku kuk malah senyum - senyum sendiri "
" Liat kamu to aku seneng banget auranya sudah beda "
" Maksudnya apa sih bella, oh yaa gimana andra maaf yaa mas dimas malah kirim dia pergi jauh "
" Gak papa lagi pula aku juga kangen mama jadi biarin aja andra pergi lagi pula dia harus dampingin bagas kan, erina ginana yaa aku mau ngomong tapi aku takut "
" Why bell......kamu gak kenapa - kenapa kan kamu bisa ngomong apa aja sama aku "
" Erina aku to udah telat hampir 1 bulan ini "
" Alhamdulillah......beneran bella kamu udah cek kan "
" Aku takut er......aku belum cerita sama siapun aku takut juga ngecek kamu tau kan aku udah pernah keguguran 2 kali aku takut misalkan aku hamil lalu kejadian itu lagi "
Erina kemudian pindah duduk kesamping bella. Dan memegang tanganya.
" Bella kamu gak boleh seperti itu justru jika benar kamu harus segera ke dokter dan kamu harus benar - benar jaga yang kali ini insyallah gak kenapa - kenapa "
" Tapi er......2 kali aku merasa bahagian tapi cuma sebentar gak sampai 3 bulan aku harus menangis dengan kehilangan rasanya saat ini aku takut banget jika hal itu terjadi lagi apa sebaiknya aku gak usah tau jika hamil karena aku takut akan........"
" Bellaaa kamu gak boleh bicara seperti itu semua itu kan sudah menjadi ketentuan Allah dan kita juga harus berprasangka baik berpikir positif supaya ya......hay.....sekarang kamu gak sendiri disini ada mama ada sodara-sodara ada aku, kamu harus tes hari ini juga aku temenin sekarang kamu makan terus kita ke ruma sakit "
" Makasih ya bella aku to bingung mau kasih tau andra juga aku takut dia terlalu berharap bisa gak aku minta tolong ke dimas biar dia disana lebih lama lagi "
" Kenapa bella....bukanya jika kamu benar hamil lebih baik jika kamu didekat andra "
" Aku gak mau bikin dia sedih dan kecewa lagi erina kamu ngerti kan "
" Ya sudah itu kita bicarakan nanti aja ya sekarang kita ke ruma sakit periksa lalu pikirkan masalah itu nanti ok "
Erina dan bella bergegas pergi salah satu ruma sakit besar di jakarta. Kebetulan erina mempunyai teman seorang dokter dan erina mendapatjan recomendasi dari temanya.
Begitu sampai diruang tunggu bella semakin merasa takut dan gelisah. Erina berusaha menenangkan bella. Begitu namanya dipanggil masuk bella dan erinapun masuk ke dalam. Dokternya kali ini sangat ramah dan baik. Sebelum diperiksa bella menceritakan riwat kehamilanya kepada dokter.
__ADS_1
" Jadi ibu belum pernah sama sekali tes pake tespack dirumah "
" belum dong saya takut ".
" Ibu sebaiknya harus selalu berpikir positif dan lupakan kejadian yang sudah lalu, kalau begitu mari kita lihat tapi untuk meyakinkan langsung saja kita usg ya "
Bella memandang erina dan erina pun meyakinkan bella jika semua akan baik - baik saja.
Dokter pun mulai memeriksa bella dan benar saja sudah terlihat ada kantong kehamilan dirahim bella dan sudah terlihat janin yang berukuran sangat kecil dirahimnya.
" Wah selamat ya bu ini sudah berusia sekitar 6 minggu kalau saya lihat disini semua aman normal dan insyallah sehat baby nya"
" Alhamduloillah bella kamu beneran hamil lagi "
Erina dan bella malah meneteskan air mata karena terharu.
" Jadi ibu mulai sekarang harus extra hati - hati ya karena riwat kehamilan sebelummnya tapi ibu harus selalu berpikir positif insyallah 3 semester ini terlewati semua akan aman yang diperlukan sekarang makan - makanan bergizi dan vitamin juga penguat kandungan kita bertemu 1 minggu lagi ya ibu untuk lihat perkembanganya percaya ibu tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah "
" Terimakasih dokter..."
Bella dan erina segera meninggalkan ruma sakit dengan perasaan campur aduk bahagia haru dan perasaan yang tidak bisa digambarkan dengan kata - kata apapun.
" Erina aku akan kasih tau andra jika 3 bulan sudah terlewatkan kamu harus bantu aku supaya andra tetap ada disana selama itu tolong bilang ke dimas ya er......".
" Er jangan kasih tau siapa - siapa dulu selain dimas ya aku cuma mau ngomong sama mama aja "
" Iya bella rahasia kamu aman "
Erina kemudian mengantar bella pulang kerumahnya dan begitu sampai bella langsung memeluk mamanya dan me ceritakan bahwa dirinya kini telah hamil 6 minggu. Mama bella tentunya sangat bahgia setelah sekian lama penantinya akhirnya bella hamil lagi.
" Mama akan jaga kamu baik - baik nak disini sampai cucu mama lahir dengan selamat sebaiknya kamu disini saja dulu "
" Iya ma rencana bella juga begitu dan bella juga baru akan kasih tau andra nanti ma setelah 3 bulan "
" Iyaa begitu saja bella mama yang akan urus kamu "
" Wah senengnya sehat - sehat ya bella aku akan sering main sebelum berangkat ke amerika lagi "
" Hhhmmmm kapan kamu berangkat sekitar 1 - 2 minggu lagi selama itu aku akan sering kesini aku sendiri disana nanti gak ada teman "
" Erina...besok aku susul doain baby aku lahir dengan sehat selamat ya "
__ADS_1
" Pasti bella......."
" Sudah - sudah ini akan kabar bahagia sedih - sedihnya sudah nangis - nangisnya juga sudah " mama bella menyaut dan memeluk erina dan bella bersama.
Malam hari dikamar dimas dan erina.
Seperti biasa erina tengah membersihkan diri di depan cermin dan dimas masih sibuk dengan laptopnya memeriksa beberapa pekerjaan. Erina sudah selesai dengan ritual sebelum tidurnya.
" Mas erina mau bicara"
" hhhmmm iya sayang sebentar ya ini mas matiin dulu karena mas gak mau jika bicara dengan kamu tapi mas lihatnya bukan kamu"
" Iya.....sayang ku suami ku yang baik "
" Nah udah apa apa......udah siap....."
" Ih.....tunggu dong mas erina belim jadi bicara, mas bella.....bella...."
" Bella kenapa "
" Bella hamil mas tadi erina antar bella ke ruma sakit "
" Alhamdulillah beneran "
" Mas tapi mas jangan kasih tau siapa siapa termasuk andra "
" Lho kenapa kan dia suaminya "
Erina menceritakan keadaan bella dan keingin bella pada dimas secara lengkap dimas jadi mengerti sekarang kenapa bella ingin merahsiakan sementara kehamilnya dari orang terutama andra.
" Nah mas lalu gimana soal andra mas bisa gak buat dia gak pulang selama 2 bulanan "
" Hhhhmmmm kalau mas sih gak begitu bisa tapi nanti mas minta tolong bapak soalnya andra kalau sama bapak gak berani bantah dan banyak tanya - tanya "
" Tapi jangan cerita soal bella sama bapak ya mas "
" Iya sayang biar nanti mas yang atur sekarang kita juga harus berusaha supaya kamu cepat hamil...."
" Mas dimas to yaa........gak sabaran banget sih......"
Dimas langsung saja mendekati erina tak sedikitpun cela dimas berikan pada erina untuk menghindar. Dari ciuman yang hangat kini sudah berubah menjadi ciuman yang sangat panas.
__ADS_1
Keduanya juga sudah siap bersatu dengan penuh cinta erina juga sudah melepaskan semua pakaian dimas dan juga sebaliknya. Kini keduanya sudah tidak bisa menehan hasratnya lagi keduanya menyatu degan penuh gairah. Tak ada lagi malu erina pada suaminya itu bahkan erina kini mengambil alih kendali permainan. Membuat dimas semakin bahagia melihat tingkah istrinya itu.
Bersambung.......