
Tanpa sepengetahuan dimas bagas dan gendis terbang ke amerika bermaksud menyusul sang kakak. Sebenarnya erina sudah di beritahu ibu jika adik - adik dimas pergi kesana setelah hampir 2 minggu dimas dan erina meninggalkan tanah air.
Dimaspun sudah mulai kembali bekerja seperti biasa dan erina tengah sibuk mempersiapkan rumah baru mereka karena ingin segera pindah ke rumah yang lebih besar dan lebih nyaman. Bahkan erina sekarang lebih sering berada dirumah barunya sekedar menata barang - barang untung ada orang indonesia yang kebetulan sudah lama menetap disini dan sekarang bekerja sebagai asisten rumah tangga dirumah erina. Jadi erina cukup terbantu dengan adanya mb siti.
Erina juga selalu mengirimkan kabar kepada kedua orang tuanya dan juga orang tua dimas. Tak lupa juga dengan bella bahkan bella sering menanyakan suaminya apa erina. Sampai saat ini kondisi bella dan bayinya juga sangat baik dan sehat tapi bella harus bersabar sampai usia kandunganya 4 bulan baru akan memberi tahu andra.
Hari - hari erina dan dimas yang cukup sibuk membuat mereka hanya bertemu pagi dan malam hari saja. Tapi karena erina sudah terbiasa dan juga sibuk mendekorasi rumah jadi tidak menjadi masalah bagi mereka.
Sore hari tepat pukul 5 sore waktu setempat terdengar bel pintu berbunyi. Sebenarnya erina sudah tau siapa yang datang tapi dia sengaja meminta tolong pada dimas untuk membukakan pintu karena erina sedang sibuk di dapur.
Hari dimas libur karena hari minggu dan dimas lebih memilih berada dirumah saja hari ini. Dimas membukakan pintu depan dan ternyata ada bagas dan gendis disana. Dimas cukup terkejut melihat kedua adiknya itu. Gendis yang tidak bisa menahan dirinya langsung menghamburkan dirinya kedimas dan memeluk dimas sambil menangis. Sementara bagas juga menyusul memeluk kakaknya itu dengan raut muka yang cukup sedih.
" Mas.......dimas........"
Gendi dan bagas sama - sama memeluk kakaknya itu satu disisi kanan dan satu lagi disisi kiri.
Erina mengintip dari dalam diam - diam melihat itu erina juga tak kuasa meneteskan air matanya.
Erina kembali masuk ke dalam dam seolah- olah sibuk dan dapur padahal dia malah menangis disana.
" bagas gendis sudahlah........mas dimas gak papa oke......mas dimas baik - baik saja."
" mas.....kenapa pergi tanpa beritahu gendis apa mas sudah tidak sayang lagi dengan gendis " masih sambil menangis.
" tentu tidak gedis mas dimas sampai kapan pun akan tetap sayang gendis "
" mas kenapa sih harus begini mas dimas mau bagaimanapun tetaplah kakak kami apapun yang terjadi "
__ADS_1
" masuk dulu yuk diluar cukup dingin "
" mas dimas siapa yang datang sayang kuk lama diluar "
Erina pura - pura bertanya pada dimas.
" ini sayang ada bagas dan gendis "
Erina buru - buru keluar dan menghampiri mereka berdua.
" lho kuk gak disuruh masik sih mas "
Erina segera memeluk gendia dan bagas.
" masuk dulu yuk kenapa kalian gak kasih kabar kalau mau kesini ayo masuk tapi maaf yaa rumahnya berantakan "
Merekapun masuk keruang tengah dan erina segera menyajikan minuman untuk mereka.
" Iya.....sayang kamu benar gendis bagas kalian bisa pake kamar ini setelah makan baru kita bicara lagi ya "
" baik mas gendis mandi dulu ya "
Sementara bagas masih menunggu diruang tengah. Bagas belum bicara lebih banyak lagi karena ia juga cukup lelah. Dan setelah bersih - bersih kemudian mereka makan malam bersama dan tanpa banyak bicara mereka segera menyelesaikan makan malam agar segera bisa cepat bicara.
Dimas bagas gendia dan erina duduk bersama diruang tamu. Erina memberitahu andra lewat pesan singkat jika bagas dan gendis saat ini ada dirumah erina meminta andra menyusul kerumahnya.
" mas jujur saya dan gendis juga merasa sangat kecewa kepada bapak dan ibu yang sudah merahasiakan semua ini dari kita, mas kedatangan kami kesini adalah untuk mengatakan jika tidak ada yang berubah pada kami baik kasih sayang kami dan rasa hormat kami pada mas dimas, mas tolong jangan tinggalkan keluar kita seperti ini mas mau jadi apa keluarga kita tanpa mas dimas dan bagas mengerti jika saat ini mas dimas perlu waktu tapi mas tolong pikirkan baik - baik selama ini kasih sayang ibu kepada mas dimas itu begitu tulus dan luar biasa dan kami sebagai adik - adik mas selama ini yang selalu merepotkan selalu mengeluh dan bersandar pada mas, kami seperti kehilangan pegangan "
__ADS_1
" bagas kamu sekarang sudah dewas gas mas senang, sekarang saatnya kamu yang mengambil alih semuanya selam ini tanggung jawab mas sudah cukup besar dan kini kamu harus bersiap untuk itu "
" Mas bagas siap dan bagas mau berkerja seperti yang semua orang inginkan tapi mas dimas harus kembali pulang mas dimas haruslah orang yang membimbing bagas untuk itu semua "
" Mas......dim gendis juga gak akan melukis lagi gedis mau membatu mas di perusahaan gendis mau belajar tapi mas dimas harus kembali jangan tinggalkan kami seperti ini anggap saja orang itu tidak pernah ada anggap saja tidak terjadi apa - apa "
" hhhmmmm bagas gendis semuanya itu tidak semudah yang kalian bayangkan apa yang terjadi pada mas sudah terjadi dan semua sudah tidak bisa diubah, sekarang yang mas minta kalian pulang dan jaga ibu dan bapak selama mas disini tolong pahami mas dimas kali ini saja mas dimas benar - benar belum bisa kembali pulang dan sementara itu tolong lakukan semua tugas - tugas mas dirumah ataupun diperusahaan, gendis kamu harus belajar dengan baik bukanya kamu ingin belajar melukis di roma kamu juga harus kesana lakukan apapun untuk meraih cita - cita kamu "
" gendis mau kuliah disini saja mas tidak jadi ke roma "
" bagas juga mas lebih baik bagas juga berkeliling dunia saja mencari obyek foto "
" kalian ini sebenarnya kesini untuk apa, atau memang karena kalian tidak ingin mengambil tugas di perusahaan lalu menyuruh mas yang melakukan semua sendiri seperti selama ini begitukah "
Tiba bel pintu berbunyi erina yang dari tadi diam saja langsung sigap membuka pintu dan ternyata itu andra.
" hay.....semua wah sepertiny rame sekali dirumah ini ada bagas dan gendia rupanya, hay bos kira - kira kapan saya kita bisa lanjutkan belajar lagi "
" Sekarang juga dra jika mas dimas bersedia pulang berasama kami "
" gas....seharusnya kamu orang yang paling mengerti dimas kamu tau kan sifat kakak kamu biarlah sementara ini dia fokus disini dan kamu fokus belajar"
" Maaf ya bagas dan gendis injinkan mb erina bicara sedikit saja, ini adalah perasaan mb sendiri yang sudah mb alami, sama seperti kalian mb juga tidak suka bisnis tidak suka bekerja dikantor dan tau sendiri kan mb berkeja sebagai apa, tapi setelah mb kehilangin sosok kakak yang pekerja keras mau tidak mau mb harus belajar dan terjun kesana tapi mb menyesal kenapa tidak dari mb belajar karena dulu mb begitu bergantung pada kak lita dan tidak pernah terpikir jika dia akan pergi selama lamanya, mungkin saat ini adalah saat nya kamu bagas khususnya untuk mempelajari semua ini juga demi kamu dan keluarga dan anggap saja saat ini mas dimas sedang cuti dan suatu saat akan kembali "
" tapi mb kami hanya ingin mas dimas tau bahwa siapapun orang yang melahirkan mas dimas tidak akan merubah apapun "
" mas tau dan mengerti gas....dis.......tapi maafkan mas saat ini mas dimas benar - benar butuh waktu dan mohon doanya agar mas segera keluar dari keterpurukan ini ya kalian adik - adik yang baik "
__ADS_1
Akhirnya setelah berdebatan cukup lama dan sudah cukup malam mereka menyudahi diskusi ini dan segera masuk kekamar untuk tidur. Kali ini erina tidur dengan gendis dan bagas dengan dimas bahkan andra menolak pulang dan tidur diruang tengah.
Bersambung...