Jodoh Kakak Ku

Jodoh Kakak Ku
Bab 41 Erina menyesal


__ADS_3

Andra dan dimas masih berkelahi dengan beberapa pria asing disana. Bella dan erina cuma bisa melihat dari jauh dan meminta tolong kepada siapapun disana untuk memisahkan mereka.


Akhirnya tak lama secyurity pun datang dan memisahkan mereka semua dan membawa mereka ke kantor.


Disana dimas dan adra beradu arguman dengan pria yang mencoba melecehkan erina. Dimas membela istrinya itu mati-matian.


Karena dimas memang melihatnya sendiri apa yang akan terjadi jika dia terlambat datang.


Erina yang juga ada disana bersaksi jika dia mendapat pelecehan dari salah satu tamu di pesta ulang tahun temen bella. Dimas ingin masalah ini dibawa ke jalur hukum agar pria asing itu mendapatkan pelajaran yang setimpal.


Maria teman bella mencoba untuk menyelesaikan masalah ini secara damai karena orang itu juga temanya. Bella berusaha menjadi penengah juga dalam masalah ini dia berharap orang itu meminta maaf kepada erina dan juga dimas.


Mereka akhirnya sepakat berdamai dan tidak membawa masalah ini ke jalur hukum. Bella meminta maaf pada maria begitu juga sebaliknya maria juga meminta maaf kepada bella dan erina juga dimas dan andra.


Diluar bella dan andra malah berdebat dan saling menyalahkan. Sementara erina dan dimas keduanya saling berpandangan dan belum sepatah katapun keluar dari mulut erina.


Erina tau ini adalah salah erina yang pergi tanpa pamitan pada suaminya dan juga karena emosi. Seharusnya erina juga tidak pergi ketempat seperti itu.


" Erina cukup sekali ini saja kamu pergi ke tempat seperti itu, bahaya apalagi kalian cuma berdua saja disana dan benarkan gimana jika saya tidak datang tepat waktu apa yang akan terjadi sama kamu...." dimas masih cukup kesal dengan kejadian tadi.


" Maaf mas erina tau erina salah erina gak seharusnya pergi kesana " erina sambil menangis.


" Dimas ini semua bukan salah erina ini salaj aku, aku yg sudah bawa erina kesini "


" Bella lain kali kalau mau pergi lihat dong tempatnya bahaya gak aman gak lagian banyak tempat kan yang aman dan kalian bisa pergi bareng " andra kembali menceramahi istrinya


" Sudah - sudah kejadian ini kita jadikan pelajaran saja kalau ada masalah sebaiknya di selesaikan dirumah tidak perlu keluar rumah cukup didalam rumah dan cuma kita saja yang tau " dimas begitu bijak dalam memandang masalah ini.


" iyaa ayo kita pulang ini sudah larut malam "


Andra mengajak bella untuk pulang dan merangkul istrinya itu. Mereka berjalan didepan menuju tempat parkir.

__ADS_1


Dimas mengulurkan tanganya kepada erina dan mengajak erina untuk pulang erina tidak langsung menyambut tangan dimas. Dia ragu untuk memegang tangan dimas. Melihat dimas yang terluka kerana berkelahi membelanya erina semakin merasa bersalah.


" Ayo sayang......kita pulang kerumah maafin saya yang sudah ceroboh membuang barang yang berharga buat kamu, jangan pergi-pergi sendiri lagi ketempat seperti ini, mulai sekarang kamu hanya akan keluar malam jika bersama saya....."


Erina tak kuasa menahan air matanya erina pun menangis dan lari kepelukam dimas. Dia menangis dipelukan suaminya itu. Dimas memeluk erat erina dan membelai rambut erina dengan lembut.


" kita pulang sayang malam ini kamu akan menjadi milik aku seutuhnya kamu siap " bisik dimas


Erina hanya menganggukan kepalanya dan merasa sangat malu sekaligus bahagia. Malam ini erina bersedia menyerahkan dirinya seutuhnya untuk dimas suaminya.


Erina dan dimas berjalan bergandengan tangan. Mereka menuju parkir mobil. Tapi tiba-tiba saja.............jlep.......jlep.......ada seseorang yang menusuk dimas dari belakang dengan belati.


Sontak dimas terjatuh dan erina menjerit histeris. Erina memanggil nama dimas berkali kali. Banyak darah yang keluar dari luka tusukan belati itu. Erina memegang bagian yang terkena tusukan itu dengan tanganya sambil menangis.


Andra dan bella segera menuju dimas yang sudah tak sadarkan diri dipangkuan erina. Andra segera menghubungi ambulance.


" Mas dimas.......mas......bangun mas......mas......gak akan terjadi apa-apa sama kamu mas.......mas maafin erina mas......" erina masih terus menangis histeris.


Bella berusaha menenangkan erina dan dia juga bingung harus berbuat apa.


Erina masuk menemani dimas erina terus memegang tangan dimas dengan erat tak sedetikpun erin lepaskan.


Andra dan bella mengikuti dari belakang dengan perasaan cemas. Sampai di ruma sakit dimas langsung dibawa ke IGD erina pasrah tidak bisa masuk menemani dimas.


Terpaksa ia lepaskan pegangan tangnya. Tanganya di penuhi darah bajunya juga terkena darah dimas. Erina menangia dipelukan bella sementara adra hanya bisa mondar mandir kesana kemari karena sangat cemas.


Tak lama dokter keluar dari IGD dan mencari wali dari dimas. Erina bella dan andra langsung berdiri dan menanyakan keadaan dimas.


Dokter itu mengatakan jika luka dimas cukup dalam sehingga diperlukan oprasi darurat. Dalam 2 hari ini dimas kondisi dimas akan dirawat diruangan icu untuk mendapatkan perawatan intensif karena darah yang keluar juga cukup banyak.


Kaki erina mendadak langsung lemas tubuhnya terjatuh kelantai. Bella berusaha memegang erina dan menenangkanya. Adra mengurus semua keperluan yang harus di selesikan.

__ADS_1


" bella gimana kalau terjadi apa-apa dengan mas dimas bella aku pasti akan menyesal ini semua salah aku bel mas dimas jadi begini "


" sabar ya er.......ini semua sudah takdir kita sama-sama berdoa buat dimas supaya oprsinya berjalan lancar dimas bisa sembuh" bella juga tak kuasa menahan tangisnya.


Erina bella dan andra menunggu didepan ruang oprasi dengan gelisah tak ada satupun dari mereka yang bisa tenang. 3 jam sudah berlalu dan oprasi sudah selesai dokter keluar .


Oprasi berjalan lancar dimas juga masih harus mendapat tranfusi darah. Dalam 2 hari ini merupakan masa kritis jika dimas bisa melaluinya maka semua akan baik-baik saja.


Hati erina rasanya pedih perih hacur sekali mendengar perkataan dokter itu. Tapi erina mencoba untuk kuat dan harus semangat untuk dimas.


Masing terbayangkan di hatinya kehilangan kakaknya erlita sampai kering air mata erina rasanya mengingat kejadian itu. Erina bergegas membersihkan dirinya dan mengambil air wudhu.


Untung saja andra menyuruh anak buahnya untuk mengambil baju ganti dan juga muken untuk erina. Dengan khusuk erina sholat dan setelah itu erina berdoa dengan berlinang air mata. Memohon pertolongan dari Allah untuk dimas.


Dimas sudah berada diruang icu, erin hanya bisa melihatnya dari balik kaca yang memisahkan jaraknya dengan dimas.


Waktu sudah menunjukan pukul 10 siang semalam mereka bertiga tidak tidur sama sekali.


" erina kamu harus makan kalau ngak nanti kamu juga sakit "


" iya er.....makan dulu ya kita yakin dimas pasti akan bisa melalui ini" tambah bella.


" Erina maaf saya sudah memberi tau ibu dimas semalam karena kondisi dimas, saat ini beliau menuju keruma sakit kamu gak papa kan er"


" iya dra....sudah seharusnya ibu dimas tau apalagi beliau juga ada dinegara ini"


" is ok er semua akan baik-baik saja"


Karena ibu dimas dan mama erina sedang ikut tour jadi mereka saat ini tidak ada di kota newyork. Tapi sejak semalam mereka sudah kembali secepatnya karena mendengar kabar dari andra.


Prawat masuk memberi tau jika dimas bisa dikunjungi tapi hanya boleh sebentar dan secara bergantian. Erina andra dan bella langsung bergegas kesana. Erina masuk pertama. Pelan-pelan erina memegang tangan dimas dan mencium tanganya. Kemudian erina berbisik pada dimas.

__ADS_1


" mas dimas harus kuat harus sembuh ingat ada janji mas dimas yang harus di penuhi erina akan tunggu disini dengan setia erin juga yang akan merawat mas dimas sampai sembuh"


Andra masuk dan bella bersamaan andra memberi semangat pada sepupunya itu supaya dia kuat dan semangat untuk sembuh. Dan jangan khawatirkan erina dia dan bella kan menjaga erina untuk dimas. Dan andra pasti akan menemukan orang yang sudah melukai dimas.


__ADS_2